Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Ketua Majelis Ta’lim Pingsan Dikeroyok Satu Keluarga

Ketua Majelis Ta’lim Pingsan Dikeroyok Satu Keluarga

Ilustrasi

Foto:Google

Lintas Nasional, LHOKSUKON– Nurwahida (46) janda dua anak asal Desa Lhok Rambideng Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, pangsan (pingsan) dikeroyok tiga wanita, satu pria dari satu keluarga, di depan khalayak ramai di Keudee Lhok Rambideng, Seunuddon, Rabu (11/3) sore.
Akibat kejadian itu, korban yang juga Ketua Majelis Taklim desa setempat, hingga Kamis (13/3) masih dirawat di Puskesmas Seunuddon. Pihak keluarga korban telah melaporkan ke polisi, pengeroyokan yang diduga melibatkan Mimi (35), lalu anaknya AD (16), kemudian abangnya War (37), serta adiknya Yus (25), keduanya warga Desa Ulee Matang Kecamatan Senuddon.
Pengeroyokan yang melibatkan terlapor dari satu keluarga itu disebut-sebut berawal dari tuduhan affair korban dengan suami dari salah seorang terlapor. Namun Nurwahida secara tegas membantah jika dirinya terkait dengan affair terlarang itu.
Awaluddin (43) adik korban menyebutkan, kejadian berawal ketika Mimi mendatangi kios korban dan menuduh korban telah berselingkuh dengan Abdul (45) suaminya. Wanita itu juga menyebutkan korban berutang Rp 5 juta. “Mimi juga meminta supaya utang tersebut segera dibayar dan sejumlah mahar yang telah diserahkan suaminya itu segera dikembalikan. Kakak saya tidak mengetahui persoalan uang dan mahar itu,” kata Alawaddin kemarin.
Namun aksi anarkis itu baru terjadi petang harinya, ketika Mimi cs kembali ke kios Nurwahida. Dan saat itulah terjadi pemukulan hingga korban Nurwahida diakui pingsan.
Nurwahida mengaku dirinya dan suami salah seorang terlapor, tidak memiliki hubungan spesial. Namun, suami terlapor diakui sering membeli pulsa pada dirinya. “Dia pelanggan pulsa, dan memang sering duduk-duduk di kios saya. Tapi saya tak memiliki hubungan lain selain soal jual-beli pulsa” kata korban di Puskesmas Seunuddon.
Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi melalui Kapolsek Seunuddon AKP M Ridwan menyebutkan, sudah mendapat laporan tersebut dan sekarang sedang memintai keterangan sejumlah saksi guna menyelidiki kasus tersebut. “Korban belum bisa dimintai keterangan karena masih diopname di Puskesmas Seunuddon,” katanya.
Menurut kapolsek, jika kondisinya sudah membaik akan dimintai keterangan oleh petugas untuk penyelidikan lebih lanjut. “Untuk sementara kita kumpulkan keterangan dan barang bukti dulu,” katanya.(jf)
Sumber:Prohaba

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful