Templates by BIGtheme NET
Home / Peristiwa / Begini Cara Penyeludupan Sabu Ke Lapas Meulaboh

Begini Cara Penyeludupan Sabu Ke Lapas Meulaboh

Ilustrasi

Ilustrasi

Lintas Nasional, Aceh Barat – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Barat, terus mendalami penangkapan seorang narapidana (napi), Kurniawan di Lembaga Permasyarakatan (LP) kelas II Meulaboh, Aceh Barat, pada Jumat (13/3) petang.

Terungkap jika sabu-sabu yang kini diamankan sebagai barang bukti (BB), yang tertangkap dijual oleh sang napi kepada seorang warga biasa di luar LP, Ahmad Mulyadi, ternyata barang haram itu dipasok ke LP oleh seseorang yang kini buron dalam bubuk kopi.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit hand phone (HP) yang digunakan oleh sang napi dan HP digunakan oleh Ahmad. Ternyata terungkap selama ini, napi Kurniawan selama menjalani hukuman di LP berlokasi di Paya Peunaga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat bebas menggunakan HP, sehingga memudahkan dirinya berkomunikasi dengan warga biasa atau sindikat narkoba di luar LP tersebut.

Hingga Selasa (17/3), napi Kurniawan dan Ahmad masih ditahan di sel Mapolres Aceh Barat. “Pelaku yang memasukan sabu ke LP masih kita lakukan pengejaran. Identitasnya sudah kita kantongi,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai melalui Kasatres Narkoba, AKP Darkasi menjawab Serambi, Selasa (17/3).

Didampingi KBO Resnarkoba, Aipda Juliandra, Kasatres Narkoba mengatakan, sabu-sabu yang kini diamankan dari dua tersangka tersebut seberat 0,45 gram merupakan sisa dari sebelumnya sudah dua kali diisap oleh sang napi Kurniawan di dalam LP, sejak dipasok dari luar LP pada Senin, 9 Maret 2015. Sedangkan sisanya dijual kembali kepada Ahmad yang proses transaksi mereka lakukan di dalam LP tersebut. “Sebelum transaksi mereka sudah berkomunikasi menggunakan HP yakni HP napi Kurniawan dan HP milik Ahmad. Kedua HP milik mereka kini sudah kita sita sebagai barang bukti,” ujar Juliandra.

Dikatakannya, dalam mengungkap kasus bisnis narkoba di dalam LP selain telah memeriksa dua tersangka, juga akan memeriksa sipir LP, guna didalami dan pengembangan dari kasus tersebut. Apalagi dari keterangan diperoleh, sang napi Kurniawan menjual sabu sabu setelah sempat memakainya. Sabu sabu itu dijual lagi ke warga biasa dengan harga Rp 700.000, dan uang transaksi sabu sabu tersebut sudah diamankan polisi sebagai BB.

Sementara itu, Kepala LP kelas II Meulaboh, Sulistiono ditanyai Selasa kemarin mengatakan, pemeriksaan terhadap barang bawaan oleh keluarga napi yang akan menjenguk ke LP, masih menggunakan sistem pemeriksaan manual, yakni digeledah.

Sejauh ini belum tersedia alat khusus seperti di bandara sehingga biasa saja sabu lolos dari pemeriksaan petugas. Namun dalam kasus ini, pihaknya masih menunggu perkembangan pemeriksaan oleh Polres Aceh Barat dan pihak LP menyilahkan polisi memproses sesuai aturan yang berlaku.

Diakuinya, terkait laporan napi Kurniawan yang selama ini dilaporkan sering mengunakan HP di dalam LP dan sudah disita polisi, pihaknya menyatakan napi tidak dibenarkan menggunakan fasilitas HP dan terhadap kasus ini tentunya petugas dari LP akan dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku. “Pemeriksaan internal di LP masih menunggu pengusutan oleh polisi. Tentunya petugas yang memberikan peluang napi menggunakan HP di dalam LP akan dikenakan sanksi,” kata Sulistiono.

Seperti diberitakan, setelah sebelumnya Rutan Calang, Aceh Jaya dan LP Langsa, terungkap bisnis sabu-sabu, kini kasus serupa juga terjadi di LP Meulaboh, Aceh Barat pada Jumat (9/3) petang. Seorang napi Kurniawan dan warga biasa, Ahmad Mulyadi, warga Ranup Dong Aceh Barat, dicokok Polres Aceh Barat setelah sebelumnya terlibat transaksi jual beli atau bisnis sabu di dalam LP Meulaboh. Selain mengelandang keduanya ke Polres guna pengembangan juga menyita BB sabu seberat 0,45 gram dan uang sebesar Rp 700.000.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pos Meulaboh, Wahyu Pratama SH menyatakan, terungkapnya bisnis sabu-sabu di tiga LP di Aceh yakni Rutan Aceh Jaya, LP Langsa, dan LP Meulaboh dalam dua pekan terakhir ini lebih disebabkan lemahnya pengawasan di LP oleh Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham) di Aceh.

Sumber:Prohaba

 

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful