Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Wagub Aceh: KPA Tidak Terlibat

Wagub Aceh: KPA Tidak Terlibat

jkakaka

Lintas Nasional, Lhoksemawe – Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf menyatakan, mantan combatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak terlibat dalam penculikan dan pembunuhan anggota Kodim 0103 Aceh Utara.

Hal ini dia sampaikan pada peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Munawwarah di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu, 25 Maret 2015.

“Kami sangat menyesali meninggalnya dua anggota TNI. Semoga keluarga tabah dengan cobaan ini,” ujar Muzakkir, yang juga Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), organisasi mantan combatan GAM.

Muzakkir menyatakan kekesalanya atas tindakan orang yang telah melakukan tindak kriminal untuk memperkeruh keadaan Aceh. “Kami berharap mereka yang sudah telanjur terlibat dalam melakukan tindakan kriminal untuk segera berhenti dan kembali kepada keluarga supaya dapat membantu pembangunan Aceh,” katanya.

“Anggota KPA tidak terlibat. Bahkan anggota KPA/GAM sendiri yang kena imbas kriminalitas,” kata Muzakkir.

Menurut Muzakkir, pelaku kriminal yang beroperasi di Aceh Utara adalah kelompok yang didengarnya di Aceh Timur. Muzakkir juga tidak menampik dugaan bahwa ada pihak tertentu dari pusat yang ingin kedamaian Aceh terusik.

Pada Minggu, 22 Maret 2015 pukul 19.30 WIB tujuh pria bersenjata menculik Mahmudsyah alias Ayahmud, pimpinan KPA dan anggota Partai Aceh di Aceh Utara, dan hingga kini belum diketahui kabarnya.

Sehari kemudian, pada Senin 23 Maret 2015, berjarak 60 kilometer penculikan kembali terjadi. Kali ini menimpa dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara bernama Sersan Dua Hendrianto dan Sersan Satu Indra Irawan. Mereka disergap belasan pria bersenjata pukul 16.00 di Dusun Alue Mbang, Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Keduanya baru saja bertamu ke Rumah Mukim, struktur di bawah kecamatan di Aceh. Kedatangan mereka kesana untuk mengumpulkan informasi terkait aktivitas satu kelompok sipil bersenjata pimpinan Din Minimi, yang pernah unjuk senjata dan melakukan konfrensi pers pada Oktober 2014 di Aceh Timur.

Kelompok bersenjata tersebut mengatakan ingin memperjuangkan keadilan dari pemerintah Aceh, yang dianggap belum mampu membawa kesejahteraan kepada korban konflik dan janda serta anak yatim akibat konflik.

Selasa, 24 Maret 2015 kedua anggota intel Kodim tersebut ditemukan dalam kondisi penuh luka tembak dan terikat. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI AD di Lhokseumawe.(Adv)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful