Templates by BIGtheme NET
Home / Hukum / KontraS: TNI Harus Menarik Diri Dari Nisam Aceh Utara

KontraS: TNI Harus Menarik Diri Dari Nisam Aceh Utara

47b2634e-bb24-4396-8d9b-fd7820a938de_169

Karena proses hukum sepenuhnya berada pada pihak kepolisian walaupun yang menjadi korban TNI dalam peristiwa ini,”

Lintas Nasional, Banda Aceh – KontraS Aceh meminta kepada TNI untuk menarik semua pasukannya yang berada di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Lokasi tersebut dipenuhi ratusan polisi dan TNI yang mencari kelompok bersenjata yang menembak mati dua personel Kodim Aceh Utara tiga hari lalu.

“Karena proses hukum sepenuhnya berada pada pihak kepolisian walaupun yang menjadi korban TNI dalam peristiwa ini,” kata Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra, Kamis 26 Maret 2015.

Menurut Hendra, keberadaan TNI di sekitar Nisam Antara akan membawa dampak psikologi yang berbeda bagi masyarakat Aceh yang hidup pascakonflik. Berdasarkan penelusuran KontraS, personel TNI sudah beberapa hari berada di lokasi untuk menyelidiki kelompok bersenjata yang bersembunyi di sana.

Hendra berharap kepolisian selaku penanggung jawab keamanan di Aceh mampu mengungkap motif kriminalitas bersenjata api yang marak terjadi. “Kalau kriminalitas bersenjata api terus dibiarkan, diprediksi akan mengusik perdamaian Aceh,” kata Hendra.

KontraS menilai, meningkatnya angka kriminalitas bersenjata api di pantai timur Aceh dua bulan terakhir menunjukkan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian belum mampu mengungkapkan dalangnya dan motifnya.

Penculikan yang menyebabkan matinya dua personel TNI jangan sampai kembali terbuka ruang keterlibatan TNI dalam upaya penuntasan kriminal bersenjata api maupun upaya penegakan hukum dan kambtibmas. “Karena pemberantas kriminalitas murni merupakan tugas kepolisian,” kata Hendra.

Hendra menambahkan, diculiknya anggota TNI yang sedang melakukan tugas menunjukkan bahwasanya TNI sedang mencoba untuk terlibat dalam operasi penumpasan kriminal bersenjata serta kurangnya koordinasi dalam upaya penuntasan kriminal bersenjata di Aceh.

KontraS juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk tidak terlalu reaktif dalam menyikapi situasi keamanan di Aceh saat ini dengan mengeluarkan statement yang aneh-aneh seperti ‘tangkap hidup atau mati pelaku’.

Pascakejadian tewasnya personel TNI di Aceh Utara, Gubernur Aceh sempat mengeluarkan pernyataan tersebut. “Pemerintah Aceh seharusnya bisa membuat sejuknya suasana bukan membuat situasi bertambah tidak bisa dikontrol,” kata Hendra.

Sebelumnya, Selasa 24 Maret 2015, Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto menyebutkan kejadian penembakan dua personel TNI dikembalikan ke polisi untuk menyelidiki dan mengusutnya. TNI hanya membantu polisi untuk mengungkap insiden tersebut.

Dua personel TNI, Serda Indra dan Sertu Hendrianto ditemukan tewas pada Selasa pagi, setelah diculik kelompok bersenjata di Kecamatan Nisam Antara pada Senin sore.

Sumber Tempo

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful