Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Aceh: Tangisan Bulan Maret

Aceh: Tangisan Bulan Maret

71581c05-1224-45bc-b488-88c858653e4a_169Lintas Nasional, Banda Aceh-Rentetan peristiwa yang terjadi selama sepekan ini di Aceh kembali menciderai perdamaian yang sedang dibangun di Bumi Seuramo Mekkah. Satu kata untuk minggu ini Aceh kembali berdarah. Dimulai dengan peristiwa penculikan Panlima Muda KPA Pase, Mahmudsyah atau yang lebih dikenal dengan nama Ayah Mud (28). Peristiwa penculikan tersebut terjadi pada Minggu, 22 Maret 2015, tepatnya pada pukul 19,30 WIB Ayah Mud dijemput paksa di kampungnya Desa Paya Terbang Kecamatan Samudra Aceh Utara oleh sekelompok orang tidak dikenal yang menggunakan sebo dan membawa senapan laras panjang. baca disini Polisi Usut Kasus Ayah Mud

Belum usai kasus Ayah Mud, Aceh kembali digegerkan dengan penculikan dua orang intel Kodim 0103 Aceh Utara Serda  pada hari Senin, 23 Maret 2015 pukul 17.00 WIB di Dusun Alue Mbang, Desa Alue Papeun, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Peristiwa ini bermula, saat dua orang Intel Kodim Sertu Indra dan Serda Hendri sedang menjalankan tugas dan bersilaturrahmi ke Rumah M Daud di Nisam Antara, ketika dalam perjalanan pulang mobil Avanza yang  mereka tumpangi dihadang oleh sekelompok orang tidak dikenal yang membawa senjata api.

Kedua TNI ini digiring oleh sekelompok orang tidak dikenal ke kawasan Dusun Bate Pila dan mobil Avanza ditinggalkan di pinggiran jalan dan peristiwa ini terjadi di hadapan warga yang sedang lalu lalang. baca disini Panglima KPA dan TNI diculik

Peristiwa berdarah tidak hanya terjadi di Aceh Utara, akan tetapi juga terjadi di Kabupaten Pidie. Bripda Said M Riza anggota Polres Pidie pada hari Rabu, 25 maret 2015 tewas ditembak oleh seorang bandar narkoba. Kejadian ini terjadi, saat anggota Polres Pidie hendak menangkap pelaku yang memiliki dua kilogram ganja. Saat menangkap pelaku, kepolisian menerjunkan satu tim yang dibagi tiga grup, dua orang menangkap, sisanya berjaga-jaga. “Saat penangkapan mendapat perlawanan dari pelaku, kemudian merebut senjata anggota dan anggota kita kena tembak oleh senjata yang direbut pelaku,” kata Irjen Husen.

Anggota polisi yang terkena tembakan tadi langsung dibawa oleh rekannya ke rumah sakit. Nahas, saat dalam perjalanan nyawa anggota polisi itu tidak tertolong. “Dalam perjalanan (ke RS) anggota kami tewas,” ujar Husen. Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri sambil membawa senjata yang dirampas dari anggota. Kapolda menegaskan, bahwa saat ini, Polda Aceh dibantu Polres Pidie tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. baca disini Polisi di Aceh Tewas Ditembak Bandar Ganja

Kabupaten Aceh Besar juga tidak luput dari “Tangisan Bulan Maret”. Marhaini, 47 tahun, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Jalan Tomat Nomor 34, Kompleks Meusara Agung, Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar pada haru  Rabu 25 Maret 2015 sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SSTMK SH mengatakan, Rabu siang, anggota Polres Banda Aceh sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Motif pembunuhan ini masih dalam penyelidikan. Pelakunya masih dicari,” kata Kapolresta Banda Aceh.

Sumber lain menyebutkan, korban biasanya berjualan di kios dalam pekarangan rumahnya. Pagi itu diduga dia diserang hingga tewas oleh orang yang datang ke kios itu untuk tujuan minta uang. Tapi karena korban tak mau memberikan uang, sehingga pelaku memukul kepala korban bertubi-tubi dengan batu dan akhirnya meninggal di tempat. baca disini seorang IRT dibunuh

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful