Templates by BIGtheme NET
Home / Politik / DPRK Banda Aceh: Awal Mei Wakil Walikota Dilantik

DPRK Banda Aceh: Awal Mei Wakil Walikota Dilantik

PEMILIHAN WAKIL WALIKOTA

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Ketua Panitia Khusus Dewan Perwakilan Kota (DPRK) Banda Aceh, Ramza Harli, SE mengatakan awal Mei 2015 Wakil Wali Kota Terpilih Banda Aceh, Drs H Keucik Zainal Arifin, Ketua Partai PAN Banda Aceh  dilantik.

“Bila tidak ada halangan, awal Mei 2015 mendatang H Keucik Zainal Arifin sudah dilantik menjadi Wakil Walikota Banda Aceh definitif”, kata anggota DPRK dari  F- Partai Gerinda yakin.

Menurut Ramza Harli, Rabu (8/4) hari ini, dokumen tentang hasil pemilihan calon wakil walikota Banda Aceh sudah disampaikan kepada Gubernur Aceh untuk diteruskan ke Mendagri di Jakarta. Pansus berharap dalam pekan ini surat tersebut sudah diterima Mendagri,sehingga pertengahan bulan April mendatang SK pengangkatan H Keucik Zainal sebagai Wakil Walikota Banda Aceh sudah disahkan.

Untuk mempercepat proses peng-SK-kannya, Ramza bersama sejumlah anggota tim pansus akan mendapingi tim gubernur atau datang terpisah ke mendagri.

“Saya bersama sejumlah anggota tim pansus akan Mendagri, dengan kita susul mudah-mudah SK-nya pertengahan bulan ini sudah ditandatangi Pak Menteri dan awal Mei sudah bisa dilantik”, €ungkap Sekretaris Komisi C DPRK Banda Aceh.

Posisi Wakil Walikota Banda Aceh yang kosong sejak Juni 2014 lalu atau sudah 10 bulan, sangat penting untuk segera diisi, sehingga percepatan laju pembangunan pusat ibukota Propinsi  Aceh ini, bisa lebih kencang dari yang selama ini hanya di komandoi seorang walikota saja.

Sejak ditinggalkan alm Walikota Mawardi Nurdin, denyut pembangunan di Kota Banda Aceh terasa ada yang kurang dari waktu yang enam tahun lalu dibawah komando arsitektur jebolan ITB itu – Banda Aceh kembali bisa bangkit sebagai kota sejarah  pascahancur berat dihantam gelombang raya tsunami, 24 Desember 2004 lalu.

Kota Banda Aceh, sebut Ramza, masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan sejumlah ibukota propinsi yang ada di Sumatera. Seperti Kota Padang, Palembang, Lampung apalagi  dibandingkan dengan Kota Medan. Ramza merasa heran, semua kota-kota yang disebut tadi bukan kota daerah khusus seperti Banda Aceh.

“Kenapa Banda Aceh ibukota daerah khusus, kok pembangunannya jauh tertinggal dengan kota-kota lain di Sumatera”,  tanyanya penasaran.

Ketika disingung, apa mungkin karena kurang peduli Pemda Propinsi Aceh. Ramza langsung mengangguk dan mengatakan, memang selama ini Pemprov seperti lupa dengan Kota Banda Aceh. Padahal, mereka berkantor, tinggal, makan dan semua aktifitasnya dilakukan di Banda Aceh.

“Masak mereka kurang peduli, padahal Kota Banda Aceh kan pusat ibukota Propinsi Aceh. Kalau Banda Aceh bagus pasti tamu akan memuji pak gubernurnya. Aneh juga melihat ketidakpedulian Pemprov selama ini. Kalau begini terus, kapan Banda Aceh bisa maju seperti kota-kota lain”, papar Ramza panjang lebar.

Sumber Antara Aceh

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful