Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Akhirnya, Anies Baswedan Izinkan Siswa Terpidana Di Melaboh Ikut UN

Akhirnya, Anies Baswedan Izinkan Siswa Terpidana Di Melaboh Ikut UN

foto-anis-baswedan-5-140129b

LINTAS NASIONAL – JAKARTA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Anies Baswedan memberi kesempatan kepada dua terpidana siswa SMK Negeri 3 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengikuti ujian nasional (UN) 13-15 April 2015.

“Menteri Anies Baswedan secara cepat sudah merespon terkait keadaan siswa yang ditahan ini, artinya menteri sudah menyampaikan terhadap siswa ini diberikan haknya mengikuti UN,” kata Asisten Pengacara Publik LBH Banda Aceh Pos Meulaboh, Herman, SH di Meulaboh, Sabtu.

Dia menyampaikan sepanjang usaha dilakukan keluarga, dua pelajar SMK N 3 Meulaboh yang tidak diusulkan namanya pada UN 2015 sudah menemukan titik terang sebagaimana diharapkan oleh kedua orang tua terpidana kasus pencurian alat sekolah tersebut.

Kata Herman, selama ini yang dikejar oleh orang tua kedua siswa tersebut adalah kejelasan dibolehkan atau tidak anak mereka diikut sertakan dalam UN serentak, sehingga mendatangi pihak sekolah sampai menangis histeris namun tidak ada hasil apapun.

Setelah kejadian tersebut direspon langsung oleh Menteri Anies Baswedan, pihak sekolah dan pemda setempat bergegas mempersiapkan segala sesuatu yang disyaratkan agar kedua siswa tersebut diikut sertakan dalam UN tahun ini.

“Perjuangan keluarga siswa ini sudah lama, mulai dari Oktober 2014, kemudian setelah vonis sampai bulan Februari 2015 untuk ikut ujian sekolah, mendatangi pihak LP Meulaboh namun tidak ada hasil, tapi hari ini semuanya sudah jelas, itu yang diharapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurbaiti (42) ibu dari Ak (18) begitu terharunya menyampaikan akan mencium tangan Menteri tersebut apabila turun ke Aceh, karena perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia membawa anaknya ke UN.

“Nggak tahu lah mau dibilang apa lagi saya sangat berterima kasih kepada Menteri, kalau bukan menteri yang merespon sampai hari ini kami masih seperti bola, karena dari pihak sekolah mereka bilang anak kami sudah tidak bisa lagi ikut UN 2015 bagaimanapun caranya,” katanya.

Setelah mendapat arahan dalam video conference dengan 26 Kepala Dinas Pendidikan dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kamis (9/4) siang, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat bergegas mempersiapkan segala syarat yang dibutuhkan untuk siswa terpidana itu.

Sampai-sampai, hari itu juga pihak sekolah SMK N 3 Meulaboh mengeluarkan rekomendasi untuk diberitahukan kepada pihak lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Meulaboh, bahwa kedua siswa tersebut akan diikut sertakan dalam pelaksanaan UN serentak 13-15 April 2015.

“Harapan kami cuma hak mengikuti UN diberikan, persoalan lulus atau tidak itu semua tergantung kepada kemampuan mereka, walaupun sudah agak terlambat untuk mereka belajar, tapi kami sudah berusaha lama namun tidak pernah dapat kejelasan,” kata Ratna Sari ibu dari SI (18).

Diberitakan sebelumnya dua siswa kelas XII SMK N 3 Meulaboh SI dan AK terlibat kasus pencurian alat sekolah bersama dua rekannya sehingga dipidana selama enam bulan kurungan penjara, pihak sekolah mengeluarkan keduanya secara tidak hormat kemudian nama mereka dicoret serta tidak diusulkan pada UN 2015 tanpa ada pemberitahuan resmi.

UN serentak 13-15 April 2015 di Kabupaten Aceh Barat akan diikuti sebanyak 2.766 siswa tingkat SMA dan sederajat. Pada tahun ini dua sekolah di wilayah ini mewakili Aceh menjadi pilot projek pelaksanaan UN Online Computer based test (CBT), yakni SMAN 4 Wira Bangsa 90 orang dan SMKN 1 Meulaboh 168 orang serta SMKN 1 Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil 81 siswa.

Sumber : Antara Aceh

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful