Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / MATA: Sepatutnya Hukuman Mati untuk Ilyas Pasee

MATA: Sepatutnya Hukuman Mati untuk Ilyas Pasee

ILYAS PASE DITANGKAP
Editor : Habib El-Radhi
LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Menanggapi ditangkapnya Ilyas A Hamid oleh tim Intelijen Kejaksaan Agung dan tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara di Medan, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk benar-benar serius dalam menuntaskan kasus 7,5 miliar ini.  Ilyas A Hamid yang juga mantan Bupati Aceh Utara diindikasikan terlibat dalam dua kasus, yakni kasus korupsi 220 miliar dan kasus pinjaman 7,5 Miliar. Dalam kasus 220 miliar, Majelis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memerintahkan agar ditahan. Sedangkan dalam kasus pinjaman 7,5 miliar dia ditetapkan sebagai tersangka yang akhirnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena tidak memenuhi pangggilan penyidik.
Baihaqi Koordinator Divisi Anti Korupsi dan Monitoring Peradilan MATA mengatakan, “terkait dengan kasus pinjaman 7,5 miliar, MaTA mendesak agar Kejati Aceh serius mengusutnya. Dari hasil penelusuran MaTA, dalam kasus tersebut bukan hanya Melody Thaher, mantan Kabag Ekonomi Aceh Utara dan Ilyas A Hamid yang terlibat, namun masih ada oknum lain yang diindikasi terlibat. Oleh karenanya MaTA berharap Kejati Aceh tidak berupaya melindungi oknum-oknum yang terlibat”.
Berdasarkan hasil monitoring MaTA, Bupati Aceh Utara aktif yang juga mantan staf ahli Bupati periode 2007–2012 juga sudah pernah diperiksa oleh Kejati Aceh. Menurut analisa dan dokumen hasil penelusuran MaTA, mantan staf ahli Bupati ini juga diindikasikan menerima aliran dana dari hasil kejahatan pinjaman daerah ini.
“Selain itu, dari fakta persidangan kasus kredit macet sebelumnya di Pengadilan Negeri Lhokseumawe bahwa terdapat juga beberapa oknum pejabat pemerintah di Aceh Utara yang menikmati aliran pinjaman 7,5 miliar ini, namun hingga sampai saat ini belum ada upaya apapun yang dilakukan oleh Kejati Aceh. Oleh karenanya MaTA mendesak agar Kejati Aceh melakukan penelusuran terhadap aliran dana” Ungkap Baihaqi melalui releasenya kepada LINTAS NASIONAL.
Mata berpendapat bahwa sudah sepatutnya dijatuhi hukuman mati atau hukuman seumur hidup, hal ini sesuai dengan pasal 2 ayat 2 UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
“Terkait dengan Ilyas A Hamid, menurut MaTA sudah sepatutnya dijatuhi hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Dalam penjelasan pasal 2 ayat 2 UU No 20 Tahun 2001 j.o UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi disebutkan “dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan. Dalam ketentuan pasal 2 ini dijelaskan “yang dimaksud keadaan tertentu atas pemberatan pemidanaan bagi pelaku tindak pidana korupsi dapat dilakukan apabila melakukan pengulangan tindak pidana korupsi.” Sehingga dalam hal ini Kejati Aceh harus benar-benar menerapkan pemberatan atas dakwaan terhadap tersangka Ilyas A Hamid dalam persidangan ke depannya” tambah Baihaqi.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful