Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / 30 Perempuan dan 12 Laki-Laki Terjaring Razia Syariat Islam

30 Perempuan dan 12 Laki-Laki Terjaring Razia Syariat Islam

20150416Sanksi-Peringatan-160414-Apls-1

LINTAS NASIONAL – ACEH BESAR, Puluhan perempuan berpakaian ketat dan belasan laki-laki bercelana pendek, Kamis, terjaring razia Wilayatul Hisbah (WH) atau polisi syariah di Provinsi Aceh.

Razia yang dipusatkan di kawasan Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis, melibatkan belasan personel WH, polisi provost, maupun polisi lalu lintas.

Dalam razia tersebut, petugas hanya menghentikan setiap sepeda motor yang dikendarai wanita berpakaian ketat maupun lelaki yang mengenakan celana pendek. Sedangkan penumpang mobil tidak dihentikan.

Kepala Seksi Penegakan Pelanggar Satpol PP dan WH Provinsi Aceh Samsuddin mengatakan razia tersebut merupakan operasi rutin yang digelar secara berkala.

“Total pelanggaran yang terjaring sebanyak 42 orang. Sebanyak 30 orang di antaranya perempuan dan 12 lainnya laki-laki. Perempuan yang terjaring ini adalah muslimah, tetapi berpakaian ketat dan bercelana panjang. Sedangkan laki-laki bercelana pendek,” katanya.

Perempuan yang terjaring razia busana Islami tersebut, ada wanita paruh baya, ada juga wanita muda. Mereka mengenakan celana panjang ketat, walau baju yang dipakainya terlihat longgar. Sedangkan pelanggar laki-laki, umumnya pekerja bengkel atau tukang yang memakai celana pendek.

Samsuddin menyebutkan, mereka yang terjaring tersebut namanya dicatat. Kemudian mereka diberi nasihat di lokasi razia. Setelah itu, barulah mereka diperbolehkan meninggalkan tempat razia.

Bagi mereka yang terjaring razia dua kali, kata dia, dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. Di tempat tersebut, mereka dibina serta baru dilepas setelah dijemput keluarga atau orang tua.

Menurut Samsuddin, yang terjaring razia syariat Islam umumnya pendatang dari luar Provinsi Aceh. Mereka terjaring karena belum atau tidak mengetahui apa yang telah diterapkan di Provinsi Aceh.

“Banyak perempuan yang kena razia, umumnya orang baru, berasal dari luar Aceh. Jadi, mereka belum tahu aturannya. Kendati begitu, mereka tetap ditindak dan diberi pembinaan,” kata Samsuddin.

Menyangkut perempuan berpakaian ketat di mobil ataupun kendaraan tertutup, Samsuddin mengatakan, pihaknya tidak bisa merazia atau menghentikan kendaraan yang ditumpangi.

“Kalau yang di mobil, kami tidak berhak merazianya. Sebab, mereka berada di ruang tertutup, tidak tampak dilihat orang banyak. Sedangkan yang bersepeda motor, jelas terlihat orang banyak ketika ada perempuan berpakaian ketat,” kata Samsuddin.

Sumber Antara Aceh

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful