Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Terlibat Kasus Pembunuhan,37 TKI Di Arab Saudi Terancam Hukuman Mati

Terlibat Kasus Pembunuhan,37 TKI Di Arab Saudi Terancam Hukuman Mati

 20130517142308727

LINTAS NASIONAL, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri mengklarifikasi terkait nasib 37 kasus TKI di luar negeri yang disebut-sebut kini menunggu eksekusi mati di Arab Saudi,sementara itu direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri,Lalu Muhammad Iqbal menegaskan kali ini berbeda kasus yang menimpa 37 TKI di Arab Saudi dengan kasus yang menimpa dua TKI yang telah dipancung beberapa hari lalu.

“Ini saya klarifikasi lagi, ini bukan menunggu eksekusi. Ini terancam hukuman mati,” ujar Iqbal di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu,18 Appril 2015.

Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah memasukkan 37 TKI tersebut ke dalam kategori terancam hukuman mati karena berdasarkan hukum pidana di Arab Saudi, pelaku pembunuhan divonis hukuman mati. Ke 37 TKI tersebut, lanjut Iqbal, kini diantaranya banyak yang masih diproses pengadilan.

“Jadi itu ada yang masih investigasi, ada di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi. Jadi tidak semuanya terkait eksekusi,” ungkap Iqbal.

Iqbal sendiri menyebut masih terbuka luas kesempatan bagi 37 TKI tersebut untuk menghirup udara bebas. Namun, Iqbal tidak menyebut secara sepesifik ucapannya itu. Hanya saja, kata Iqbal, kasus 37 TKI tersebut tidak seberat kasus yang menimpa Siti Zaenab dan Karni binti Medi Tarsim.

Kepala BNP2TKI menyebut sebenarnya hanya 36 TKI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Namun laporan terakhir bertambah satu orang yakni Nunung. Nunung adalah TKI yang bekerja di Saudi dan terlibat pembunuhan.

Nunung kemudian melarikan diri ke negara yang sedang berkonflik, Yaman, dan mengubah identitasnya. Nunung kemudian dievakuasi petugas Indonesia bersama WNI lainnya.

Sial bagi Nunung, evakuasi melalui wilayah Zizan, Arab Sauudi. Saat menempelkan sidik jari, identitas Nunung pun terbongkar dan akhirnya ditahan di imigrasi setempat.

Terkiat kasus tersebut, pihak Kemenlu mengatakan masuh terus memverifikasi perbuatan yang dilakukan Nunung.

“Ya itu kasus baru ya, kasus Nunung. Sangat disesalkan bahwa yang bersangkutan sudah ada di DPO pemerintah Saudi. Kita tidak tahu-menahu. Kita hanya fokus mengevakuasi WNI yang ada di Yaman. Tapi ternyata ketika ktia bawa evakuasi dari Hudaidah ke Zizan. Ternyata ditahan imigrasi,” kata Iqbal.

Sumber:Tribun News

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful