Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Cekgu Putoh Kawat Mengamuk di Bireuen, 1 Satpam Robek Pelipis Mata dan 1 Perawat “Meukilah” Tangan

Cekgu Putoh Kawat Mengamuk di Bireuen, 1 Satpam Robek Pelipis Mata dan 1 Perawat “Meukilah” Tangan

ILUSTRASI PEMUKULAN
LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Seorang pasien putoh kawat (gangguan jiwa) yang dirawat di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) atau unit gangguan jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, mengamuk serta menghantamkan batako pada Satpam dan perawat di UPIP RSUD dr Fauziah, Rabu (22/4) kemarin. Hasilnya Satpam robek pelipis mata kiri, sedangkan seorang perawat terkilir (meukilah) tangan kanan.
Informasi yang dihimpun di UPIP RSUD dr Fauziah kemarin menyebutkan, pasien gangguan jiwa yang mengamuk itu adalah Erwan (34), seorang PNS guru yang beralamat di Desa Uteun Gathom Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen. Ia baru dua hari ini dirawat di UPIP RSUD dr Fauziah.
Sedangkan Satpam yang menjadi korban amukan pasien gila itu adalah Ridwan Malek (42), warga Lhok Awe, Kota Juang. Sementara seorang perawat yang terkilir tangannya itu Muchlas (24), warga Desa Juli Cot Mesjid, Kecamatan Juli.
Menurut korban dan beberapa petugas medis di rumah sakit pemerintah tersebut, Erwan mengamuk saat dipegang oleh Ridwan dan Muchlas. Tidak diketahui apa penyebab mengamuknya sang cekgu yang mengalami gangguan. Tiba tiba ia terlepas dari pegangan dan menyambar batako yang ada di depan kantor unit pelayanan gangguan jiwa tersebut. “Kami tidak menyangka Erwan mengamuk dan memukul kami dengan batako, kami berusaha membela diri, tapi batako sudah duluan menghantam kepala saya sehingga pelipis mata kiri robek dan bengkak, serta Muchlas terkilir tangan kanan,” kata Ridwan Malek.
Ditambahkan Ridwan yang akrab disapa Paknek, beberapa saat kemudian sejumlah warga dan perawat lainnya berusaha membantu mereka dan menangkap Erwan. Lalu memegangnya dengan ramai-ramai dan memasukkannya dalam sel di ruang khusus unit pelayanan gangguan rumah sakit setempat.
Direktur RSUD dr Fauziah, dr Mukhtar Mars yang dikonfirmasi terpisah menambahkan, untuk mengantisipasi pasien gangguan jiwa mengamuk, pihaknya membutuhkan tambahan ruangan khusus atau ruang isolasi di UPIP. “Saat ini kita masih terkendala ruangan rawat khusus bagi pasien gangguan jiwa yang sering mengamuk, karena jumlah pasien gangguan jiwa yang dirawat di RSUD dr Fauziah tergolong tinggi,” kata dr Mukhtar.
Sumber Prohaba

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful