Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / MaTA: Tuntutan Jaksa Terhadap Terdakwa Kasus Yayasan Cakradonya Terlalu Rendah

MaTA: Tuntutan Jaksa Terhadap Terdakwa Kasus Yayasan Cakradonya Terlalu Rendah

Alfian-1

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) merasa tuntutan Jaksa terkait kasus korupsi 1 Milyar Dana Hibah APBA 2010 kepada Yayasan Cakradonya terlalu rendah.

“Tuntutan jaksa untuk terdakwa masing-masing 5 tahun dan 4.5 tahun masih sangat rendah, karena kalau kita tinjau dari nilai kerugian negara sebesar 1 milyar, tersangka dengan sadar melakukannya, kerugian secara sosial” ujar Koordinator  MaTA, Alfian.

Ia  menambahkan “seandainya uang ini digunakan untuk kesejahteraan rakyat tidak dikorupsi berapa besar maafaatnya dan kebiasaan putusan pengadilan lebih rendah dari tuntutan jaksa sehingga sehingga tidak menimbulkan efek jera terhadap koruptor yang telah memiskinkan rakyat”, tulis Alfian melalui siaran persnya kepada lintasnasional.com

Alfian juga menegaskan, permohonaan Jaksa agar 3 terdakwa harus ditahan sangat penting menjadi pertimbangan hakim. Karena, terdakwa berpotensi dapat melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan terdakwa masih dalam jabatan strategis (Sekda) yang sangat berpotensi melakukan korupsi berulang.

“Dasar ini patut menjadi pertimbangan, dalam kasus korupsi sangat berbahaya kalau alasan koperatif, pengalaman sebelumnya kasus deposito aceh utara juga kita mendengar alasan yang sama dari peradilan tapi hari ini masih yang di DPO karna melarikan diri”. Ungkap Alfian.

MaTA berharap hakim tidak mengistimewakan terdakwa  koruptor. Sehingga kepastian hukum dan efek jera terhadap koruptor menjadi landasan lembaga pengadilan tindak pidana korupsi dalam melahirkan putusan dan demi rasa keadilan bagi masyarakat.

Sebelumnya dalam persidangan  di PN  Tipokor  Banda Aceh, pada 24 April  2015, tim JPU dari Kejari Aceh dan Lhoksemawe menuntut terdakwa Dasni Yuzar 5 tahun penjara, denda 200 juta subsider enam bulan kurungan  dan barang  bukti  uang tunai 1 Milyar rupiah diambil negara. Sedangkan terdakwa lain  Amir Nizam dan Reza Maulana   dituntut 4,5 tahun penjara, dan denda 200 juta subsider enam bulan kurungan.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful