Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Gubernur Aceh Pastikan,Di Aceh Aman untuk Berinvestasi

Gubernur Aceh Pastikan,Di Aceh Aman untuk Berinvestasi

ZAINI ABDULLAH

LINTAS NASIONAL, ACEH BARAT- Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menegaskan Aceh sudah sangat aman dan nyaman untuk tujuan investasi. Salah satu buktinya, seiring beroperasinya pelabuhan ekspor tambang batu bara milik PT. Mifa Bersaudara yang berlokasi di desa Peunaga Cut Ujong Kabupaten Aceh Barat.

“Saya tegaskan kembali bahwa Aceh nyaman untuk investor, dan pada hari ini telah dibuktikan oleh Bapak Muki Hamami dari PT Trakindo dan Bapak Adiranto Machribie, Perwakilan Media Group yang telah berani berinvestasi di Aceh,”ujar Zaini Abdullah, saat meresmikan operasional pelabuhan ekspor batu bara PT. Mifa Bersaudara, di desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Rabu,22 April 2015.

Presiden Director PT.Mifa Bersaudara, Slamet Haryati  dalam sambutannya juga mengatakan bahwa daerah Aceh sudah sangat kondusif untuk investor. “Nilai investasi kami 202 juta dolar amerika dengan menyerap lapangan kerja di masa tahapan konstruksi berjumlah 1300 orang. Semua proses pembangunan berjalan lancar, Aceh aman untuk investasi,” tegasnya singkat.

Dikatakan Slamet, tahun 2015 pihaknya menargetkan produksi 3 juta metric ton. Produksi yang akan dicapai perusahaan tersebut akan terus meningkat setiap tahunnnya seiring dengan terus meningkatnya infrastruktur pendukung yang dimiliki perusahaan tersebut. Ia mengatakan, selain meningkatkan produksi, pihaknya juga tetap menjaga kualitas produksi, sehingga para pelanggan tetap puas dengan produk yang dibeli dari perusahaan tersebut.

Presiden komisaris PT Mifa Bersaudara, Harry Asmar menambahkan, pihaknya berkomitmen tinggi untuk berkontribusi besar terhadap pembangunan Aceh.“Sedangkan kontribusi terbesar kami adalah contoh investasi yang aman di Aceh,” tandasnya. Di awal proses pembangunan, dirinya mengakui memang banyak tantangan, termasuk dokumen amdal dan conceptual desain pembangunan pelabuhan sebab lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk. Namun sebagai pemegang amanah untuk mengelola tambang, jelas Harry Asmar, pihaknya terus berkerja keras dan berkoordinasi dengan semua pihak. “Termasuk menyelaraskan pemikiran dan membangun komunikasi dengan Pemerintah dan masyarakat Aceh Barat, yang kemudian semua tantangan dan kesulitan berhasil kita jalani dan lalui bersama,” ungkap Presiden Komisaris Perusahaan pertambangan itu.

“Atas segala dukungan nyata ini, kami mengucapkan terimakasih. Juga kepada Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh dalam mensupport keberadaan perusahaan PT Mifa Bersaudara. Semoga kita bisa memaknai acara hari ini sebagai lembaran baru pembangunan Aceh,”kata Harry.

Sementara itu, Perwakilan Media Group, Adrianto Machribie menuturkan, usaha pertambangan PT Mifa Bersaudara ini merupakan pioneer pertambangan batubara di Aceh. Pihaknya, kata Machribie, akan konsisten untuk terus menerus menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat setempat. “saat ini juga telah kami buktikan, dimana penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal di perusahaan ini mencapai 70 persen lebih,” jelasnya. Hal yang sama dinyatakan pula oleh Presiden komisaris PT ABM Investama Tbk, Muki Hamami, bahwa pihaknya konsisten dan komitm untuk pengembangan perekonomian masyarakat Aceh, khsususnya warga Aceh Barat dan sekitarnya.

Menurut Gubernur Zaini Abdullah, hasil yang diperlihatkan oleh perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara, dengan membangun pelabuhan khusus dan mengekspor batu bara hingga ke India membuktikan bahwa Aceh merupakan wilayah nyaman untuk investor.

Dalam kesempatan itu, Pria yang kerab disapa Doto itu turut memberi penghargaan “Aceh Investment Awards” kepada PT Mifa Bersaudara, kategori bidang realisasi penanaman modal sebagai perusahaan penanaman modal dalam negeri sektor pertambangan, dengan realisasi investasi terbesar dan berkomitmen tinggi dalam penanaman modal di bumi tanah rencong ini. Perusahaan tambang itu telah menggelontorkan 202 juta dolar amerika atau Rp. 2,6 trilliun sebagai investasi tahap awal dan menyerap tenaga kerja tak kurang dari 201 orang.

“Penghargaan ini diberikan atas komitmen investasi yang sungguh-sungguh yang dilakukan oleh PT. Mifa Bersaudara,” kata Zaini Abdullah.

Doto Zaini mengintruksikan, seluruh aparatur pemerintahan, masyarakat Aceh Barat dan Nagan Raya agar terus mendukung dan menjaga operasional perusahaan tersebut sehingga investor lain semakin berani berinvestasi ke wilayah pantai barat Aceh ini. Zaini Abdullah juga berharap, dengan beroperasinya pelabuhan dan aktivitas ekspor batu bara, aktivitas perekonomian masyarakat di Bumi Teuku Umar itu semakin meningkat.

Tahun 2014, ungkap Gubernur, realisasi investasi di Aceh mencapai 22,31 persen atau sebesar Rp 6,23 Triliun dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp 5,09 Triliun. Untuk Penanaman Modal Negeri (PMDN) realisasi sektor pertambangan pada tahun 2014 tumbuh 48,51 persen.

Zaini Abdullah juga menyeru, agar kegiatan usaha pertambangan tidak mengabaikan faktor kelestarian lingkungan, hal ini harus menjadi komitmen bersama.  Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 11/ INSTR/2014 tentang Moratorium Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam dan Batu Bara. Bahkan Bupati dan Walikota yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Subulussalam telah mencabut 22 Izin Usaha.

“Untuk jangka panjang saya harap hasil batu bara tidak diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah terlebih dahulu di Aceh, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi perekonomian Aceh,”terangnya.

“Saya mendapat laporan bahwa surat yang saya tujukan ke PLN agar PLTU 1 dan PLTU 2 Nagan Raya agar menggunakan batu bara lokal mendapat sambutan baik dari PLN, tentu ini akan menghemat biaya bagi PLN karena dapat menggunakan batu bara yang dihasilkan dari bumi Teuku Umar ini dan juga akan meningkatkan pendapatan asli daerah bagi Aceh,”imbuh Zaini Abdullah.

Lebih lanjut, dokter lulusan USU Medan itu mengatakan, untuk memenuhi energi listrik nasional yang cukup tinggi, Presiden Joko Widodo menargetkan capaian 35.000 MW dalam lima tahun kedepan. Dan untuk menghidupkan industri hilir, Aceh membutuhkan listrik 2000 MW.  Untuk itu, Zaini berharap, batu bara di Aceh ke depan hendaknya dapat digunakan sebagai bahan bakar PLTU di mulut tambang (Mine Mouth) khususnya untuk memenuhi kebutuhan batubara pada PLTU 3 dan 4 yang akan dibangun segera dikawasan  barat Aceh itu. “Tentunya nanti industri industri hilir akan tumbuh dengan pesatnya di Aceh,”kata Gubernur, optimis.(Adv))

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful