Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Akibat Gempa 7,8 SR, Nepal Hancur Porak – Poranda

Akibat Gempa 7,8 SR, Nepal Hancur Porak – Poranda

075084600_1429949429-gempa_nepal

LINTAS NASIONAL, KATHMANDU – Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter (SR) memporak-poranda Ibukota Kahmandu, Nepal, Sabtu,25 April 2015 pagi, sedikitnya 1.130 orang tewas di empat negara dan diperkirakan akan terus bertambah. Ribuan korban masih terperangkap di bawah puing-puing bangunan atau juga material longsor di Gunung Everest.

Badan Survei Geologi AS (USGS) melaporkan gempa berkekuatan 7,8 SR dengan pusat gempa di Lamjung, sekitar 80 km baratlaut Kathamndu dengan kedalaman dangkal, hanya 11 km bawah bumi pada pukul 11.58 am waktu setempat. Gempa terburuk di negeri miskin Asia Selatan itu dalam 80 tahun terakhir juga merubuhkan ribuan rumah atau bangunan, menghancurkan kuil berusia beberapa abad dan memicu longsor di Gunung Everest.

Jumlah korban tewas sementara sebanyak 876 orang di Nepal, 35 orang di India, 12 di Tibet, dua di Bangladesh, serta dua warga Cina di perbatasan Nepal-Cina. “Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah, seiring masih banyak korban yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan atau juga hilang tertimbun longsor,” ujar Komal Singh Bam, Wakil Inspektur Jenderal Polisi Nepal.

Dia menyatakan, sebagian besar korban tewas di Kahtmandu, sekitar 500 orang lebih dan 1.700 orang terluka. Bam menyatakan sejumlah polisi yang naik ke Gunung Everest menemukan 18 mayat pendaki dan sejumlah tenda pendaki roboh diterjang longsor. Jubir Menteri Pariwisata Nepal menyatakan sekitar 1.000 pendaki, 400 di antaranya warga asing berada di Gunung Everest yang memiliki ketinggian 8.850 meter.

Seorang pendaki asal Rumania, Alex Gavan mengirim pesan melalui jejaringan sosial bahwa terjadi longsor besar di Everest dan sangat banyak orang yang masih terperangkap di bawah longsor. Pendaki lainnya, Daniel Mazur menyatakan kamp mereka telah hancur dan timnya terjebak. “Doakan kami selamat,:” tulisnya di jejaring sosial.

Mohan Krishna Sapkota, bersama sekretaris di Kementerian Pariwisata Nepal, mengatakan pemerintah sedang berjuang menilai kerusakan Everest karena cakupan ponsel rendah. “Pencari tersebar di seluruh base camp dan bahkan beberapa orang berjalan kaki lebih jauh,” kata Sapkota . “Hal ini hampir mustahil untuk berhubungan dengan siapa pun,” katanya.

Choti Sherpa, yang bekerja di Asosiasi Summiteers Everest, mengatakan tidak mampu untuk menelepon keluarga dan rekan-rekannya di gunung. “Setiap orang mencoba untuk menghubungi satu sama lain, tapi kami tidak bisa,” katanya. “Kami semua sangat khawatir,” tambahnya. Gempa besar yang disusul gempa kecil 6,6SR satu jam kemudian kembali membuat panik warga.

Warga kehilangan rumah atau bangunan, dinding jatuh, pohon bergoyang, kabel listrik runtuh dan jalanan retak, serta awan debu berputar-putar di sekitar bangunan roboh, seperti menara abad 19 di Kahtmandu.  “Desa kami telah rata dengan tanah, Sebagian besar rumah tertimbun longsor atau rusak diguncang gempa,” kata Vim Tamang, warga Desa Manglung dekat pusat gempa, Lamjung.

Dia mengatakan setengah dari orang-orang desa hilang atau tewas. “Semua warga desa berkumpul di area terbuka dan kami tidak tahu yang harus dilakukan. Kami merasa tak berdaya,” katanya saat dihubungi melalui telepon. Badan Meteorologi Nepal memperkirakan hujan dan badai diperkirakan akan terjadi pada Sabtu malam dan Minggu 26 April 2015.

Sedangkan beberapa jam setelah gempa, rumah sakit di Kathmandu dipenuhi dengan korban luka-luka, salah satunya, Pushpa Das. Dia mengaku sempat berusaha keluar dari rumah, tetapi tidak bisa menghindari saat dinding rumahnya runtuh, sehingga lengannya terluka. “Sangat menakutkan. Bumi bergerak … Saya menunggu untuk pengobatan tetapi perawat sangat sibuk ,” katanya.

Setelah gempa, bandara internasional Kathmandu ditutup. Sedangkan tingkat kerusakan dan skala bencana belum dipastikan di negeri berpenduduk 27,8 juta jiwa. Tetapi, rubuhnya Menara Dahara setinggi 60 meter yang dibangun pada 1832 untuk Ratu Nepal dan dibuka untuk umum 10 tahun lalu, ternyata menimbun sekitar 200 orang.

Di seluruh negeri, tim penyelamat terus berupaya mencari korban di bawah puing-puing bangunan, termasuk di bawah kuil yang rubuh. “Saya melihat tiga biksu tertimbun puing kuil dan kami mencoba menarik mayatnya dan mencari korban lainnya yang masih terperangkap,” ujar Pant, seorang turis.

Seorang wanita Swedia, Jenny Adhikari, yang tinggal di Nepal, mengatakan dia naik bus di kota Melamchi saat bumi mulai bergerak. “Sebuah batu besar jatuh hanya sekitar 20 meter dari bus,” katanya. “Semua rumah di sekitar saya roboh dan saya rasa ada banyak orang yang meninggal,” tambahnya.  Melamchi berada sekitar 45 kilometer timur laut Kathmandu.

Nepal mencatat gempa terburuk pada tahun 1934 berkekuatan 8,0 SR yang menghancurkan kota-kota Kathmandu, Bhaktapur dan Patan. Gempa susulan juga dirasakan di ibukota India New Delhi dan beberapa kota India lainnya. Perdana Menteri India, Narendra Modi, Sabtu (25/4) menggelar pertemuan untuk meninjau kerusakan dan kesiapsiagaan bencana di beberapa bagian India yang ikut bergetar.

Negara bagian India Uttar Pradesh, Bihar dan Sikkim, yang perbatasan dengan Nepal, telah melaporkan kerusakan bangunan. Ada juga laporan kerusakan di timur laut negara bagian Assam. Sedangkan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menawarkan bantuan  untuk Nepal.(ap/afp/rtr/muh)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful