Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Main Internet di Jam Sekolah, Siswa Meulaboh Dikenai Sanksi Mengaji

Main Internet di Jam Sekolah, Siswa Meulaboh Dikenai Sanksi Mengaji

Sembilan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Meulaboh diamankan dan diberi sanksi harus bisa mengaji Al-quran dan menulis tulisan arab karena tertangkap oleh tim penertiban masih berseragam sekolah di warung internet Desa Lapang, kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Rabu (29/4). Sumber Foto : ANTARA ACEH

Sembilan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Meulaboh diamankan dan diberi sanksi harus bisa mengaji Al-quran dan menulis tulisan arab karena tertangkap oleh tim penertiban masih berseragam sekolah di warung internet Desa Lapang, kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Rabu (29/4). Sumber Foto : ANTARA ACEH

LINTAS NASIONAL – MEULABOH, Siswa SMP di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mendapat sanksi membaca Alquran dan menulis Surat Al Fatihah, karena ketangkap petugas Satpol Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah sedang berada di warung internet pada jam sekolah.

Kasat Pol PP dan Wilayatul Hisbah Aceh Barat Ika Suhanas di Meulaboh, Rabu mengatakan, sanksi berupa menulis arab dan mengaji tersebut merupakan sebuah kebijakan otonom untuk memperbaiki kelakuan siswa melalui pembinaan dan rencananya kebijakan itu akan dirumuskan dalam sebuah qanun (perda).

Di lokasi tertangkapnya siswa SMPN 3 Meulaboh ini, sejumlah siswa kocar kacir dan satu orang berhasil kabur sedangkan yang lainya tidak bisa mengelak karena pintu warnet sudah dikepung petugas dan akhirnya satu persatu dinaikan ke mobil patroli Sat Pol PP.

Setelah sampai di kantor Sat Pol PP dan WH (polisi syariat Islam), ke sembilan siswa diberikan pembinaan, kemudian diberikan kertas, pulpen serta Al-quran masing-masing diperintahkan untuk menulis surat al-fatihah dan terakhir suruh mengaji.

“Pembinaan terhadap siswa pertama sekali adalah kita suruh mereka di sini mengaji Alquran dan menulis Surat Alfatihah, apabila ada siswa tertangkap keluyuran pada jam sekolah, kalau tidak bisa kita suruh mereka belajar disini,” katanya.

Untuk k edepan, kata dia, pihaknya juga akan membentuk tim dalam penerapan sanksi pembinaan kepada siswa yang beroreantasi pada pendidikan Islami baik dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) maupun Majelis Adat Aceh (MAA).

“Kalau mereka tidak bisa mengaji kita beritahukan ke sekolah dan orang tuanya biar dia diajar mengaji khusus, karena ke depan ini apapun masuk dari Aceh harus bisa mengaji, calon kepala desapun harus bisa mengaji, karenanya paling sedih dan sangat memalukan apabila anak Aceh tidak bisa mengaji,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, upaya tersebut merupakan upaya pihaknya membantu dinas pendidikan setempat untuk memaksimalkan proses belajar mengajar sehingga tidak ada ada siswa keluyuran di jam sekolah apalagi di warnet.

Ika Suhanas menegaskan, pihaknya juga akan menegur dan memberi sanksi tegas kepada pemilik warnet yang menerima siswa berpakaian sekolah mengunakan fasilitas warnet dengan alasan apapun.

Ika Suhanas menegaskan, seluruh siswa yang diamankan tersebut dibebaskan setelah pihak sekolah memberikan keterangan tertulis, kemudian siswa juga akan diberikan pembinaan dan perjanjian tertulis agar tidak mengulangi perbuatan demikian.

“Apalagi mereka inikan sudah dekat dengan Ujian Nasional, jadinya kalau memang sudah pulang kenapa masih berada diwarnet itu kesalahan mereka, harusnya sudah dirumah dan belajar. Mereka segera kita bebaskan karenapun tidak dikurung dalam sel,” katanya.

Meskipun siswa tersebut sudah tidak mengikuti mata pelajaran disekolah pada sekitar pukul 9.30 WIB, akan tetapi penangkapan siswa tersebut untuk menghindari dari dugaan adanya pembiaran pihak pemerintah. (Antara)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful