Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Terapung-Apung Tiga Malam di Laut, Nelayan Aceh Diselamatkan Kapal Perang

Terapung-Apung Tiga Malam di Laut, Nelayan Aceh Diselamatkan Kapal Perang

2 nelayan aceh yang terapung  di laut

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, KRI Tjiptadi 381 yang sedang melaksanakan Satuan tugas INDINDO 25/15 menyelamatkan dua nelayan, setelah hampir tiga malam terapung di perairan Pulau Rondo, Provinsi Aceh, akibat perahu mereka mengalami kerusakan.

Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Sujatmiko yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu menyatakan, kedua nelayan yang berasal dari Ulee Lheue, Banda Aceh itu atas nama Muhammad Rafi (19) dan Irfandi (30) dalam kondisi sehat.

Danlanal yang didampingi Pasintel Lanal Sabang Mayor Laut (T) Muhammad Akbar menyatakan,  kapal Basarnas Aceh Jumat (1/5) pukul 16.45 WIB menerima informasi dari kapal perang Turki TCG F 495 Gendiz yang sedang melakukan perjalanan laut menuju Jepang bahwa di perairan atas Pulau Rondo berjarak sekitar 40 mil dari pelabuhan Ulee Lheue terdapat perahu nelayan yg sedang terapung dan membutuhkan bantuan.

Perahu nelayan tersebut melambaikan tangan kepada kapal perang Turki yg sedang melintas, namun tidak berani memberikan pertolongan, karena masih di perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia, katanya.

Setelah mendapatkan informasi dari Basarnas Aceh, kata Danlanal, pihaknya segera melaksanakan koordinasi dengan Komandan Satgas INDINDO – 25/15 Kol Laut (P) Rachmad Jayadi yang saat ini Onboard di KRI Tjiptadi – 381 untuk dilaksanakan Sar bantuan.

Mendapatkan laporan itu, Dansatgas Rachmad Jayadi segera memerintahkan Komandan Kri Tjiptadi Letkol Laut Erry Pratama Yoga segera melaksanakan persiapan kapal berlayar dan bertempur.

Pada pukul 18.23 WIB, Kri tjiptadi bertolak dari dermaga Lanal Sabang menuju posisi kapal nelayan. Pada pukul 20.30 WIB, KRI Tjiptadi menemukan perahu nelayan UPIN, kemudian mengevakuasi dua orang tersebut, katanya.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam akhirnya kedua nelayan dan kapalnya tiba di dermaga Lanal Sabang pada pukul 01.15 WIB dini hari.

Danlanal Sujatmiko menyatakan, menurut keterangan nelayan tersebut mereka telah terapung-apung di laut selama 3 malam yang berangkat dari pelabuhan Ulhee Lheue pada hari Selasa (28/4).

Ia menyatakan ini adalah bentuk respon cepat TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI dan pelaksanaan operasi militer selain perang dengan melaksanakan bantuan SAR kepada nelayan Aceh yang mengalami permasalahan di laut.

Lebih lanjut lagi, ia mengatakan bahwa KRI Tjiptadi 381 saat ini tergabung dalam pelaksanaan Satgas INDINDO 25/15 yaitu kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan India untuk melaksanakan patroli dan latihan laut bersama yang rutin diagendakan setiap tahunnya. (Antara)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful