Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Lagi, Aktivis ini Menantang Anda Dirikan Rumah Dhuafa

Lagi, Aktivis ini Menantang Anda Dirikan Rumah Dhuafa

Edi Fadhil berfoto didepan rumah milik Ibu Aisyah. (Foto: Ist)

Edi Fadhil berfoto didepan rumah milik Ibu Aisyah. (Foto: Ist)

LINTAS NASIONAL – LHOKSUKON, Masih ingat dengan tantangan di media sosial facebook dari pemilik akun Edi Fadhil, yang mengajak para pengguna facebook untuk membantu membangun rumah sebuah keluarga miskin di pedalaman Kabupaten Aceh Utara, dimana akun tersebut mempublikasikan beberapa foto kondisi sebuah rumah yang tidak layak huni yang disertai dengan kalimat tantangan “1 kali like atau komentar berarti bersedia menyumbang Rp. 100.000”.

Setelah berhasil memfasilitasi mendirikan rumah milik Habibullah dan Marjannah di Gampong Lhok Gajah Kecamatan Sawang tersebut, hari ini Edi Fadhil kembali menantang anda untuk berpartisipasi mendirikan rumah seorang janda di Gampong Teungoh Geulumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara.

“Keprihatinan saya melihat potret kemiskinan kaum marginal dibeberapa daerah pedalaman Aceh, mendorong saya untuk berbuat sedikit kebaikan guna membantu kepada sesama”, ujar Edi Fadhil yang dikenal sebagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh, Selain itu, ia yang juga menjabat sebagai Direktur Pelaksana Perkumpulan Serikat Pengembang Swadaya Masyarakat (SEPAKAT) dan Koordinator Program Sekolah Demokrasi Aceh Utara (SDAU), belakangan ia juga aktif dalam kegiatan sosial Gerakan Mari Berbagi (GMB).

Kita tentu bertanya, kenapa harus membantu Ibu Aisyah? Edi Fadhil menuliskan deskripsinya, dan redaksi LINTASNASIONAL.com mencoba menyalin utuh status tersebut dengan beberapa penyesuaian kata. Sampai dengan pukul 16.00 WIB, Senin, 29 Juni 2015 sudah terkumpul dana sebesar Rp 1.200.000,- dari  beberapa orang yang ikut menyumbang dalam tantangan ini.

Bagi yang berani ikut tantangan ini, syaratnya cukup like deskripsi yang ditulisnya di facebook atau satu komentar, berarti bersedia menyumbang Rp. 100.000.

Kondisi dapur Ibu Aisyah (Foto: Ist)

Kondisi dapur Ibu Aisyah (Foto: Ist)

Berikut deskripsi Ibu Aisyah, sehingga beliau layak untuk anda bantu :

Saya baru saja dari Gampong Teungoh Geulumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara untuk bersilaturrahmi dengan Ibu Aisyah (60) seorang janda. Beliau hidup dengan dua putranya Marzuki (20) dan Abdullah (28). Hari ini saya bertemu dengan Ibu Aisyah dan Marzuki dirumahnya, sedangkan Abdullah tidak berada dirumah karena sedang bekerja sebagai tukang panjat kelapa yang menjadi sumber penghasilan utama keluarga ini.

Si Bungsu Marzuki sudah 2 tahun putus sekolah dan Alhamdulillah berkat dukungan dari teman-teman Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT Aceh) Marzuki hari ini juga sudah memperoleh komitmen beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan di Pesantren Daruzzahidin di Lam Ateuk, Kuta Baro Aceh Besar.

Marzuki sangat senang dan bahagia karena dia sudah bisa melanjutkan pendidikannya “Terimakasih kepada abang Fadhil Aini yang sudah bersedia memfasilitasi Marzuki untuk kembali mengaji dan bersekolah kembali”. InsyaAllah setelah lebaran Idul Fitri, Marzuki akan mulai masuk pesantren.

Teman-teman, melihat rumah ibu Aisyah membuat kita prihatin. Rumah tepas dan hampir rubuh yang ditinggalinya bersama kedua anaknya.

Tentu, Melalui status ini saya tidak akan menantang teman-teman lagi untuk ikut tantangan “1 kali Like dan Komentar = menyumbang 100.000”, saya khawatir nanti status-status saya tidak akan ada lagi yg baca…hehe. Tapi tentu kita bisa membantu Ibu Aisyah, berapapun bantuannya tentu akan sangat bermanfaat.

Atau jika teman-teman punya koneksi dengan instansi terkait atau dengan para pemangku kebijakan tentu ibu Aisyah akan sangat senang jika instansi terkait peduli dengan kondisi beliau. Mudah-mudahan di bulan penuh berkah ini ada yang akan memanfaatkan kesempatan terbaik membantunya.

Kondisi didalam Rumah Ibu Aisyah. (Foto: Ist)

Kondisi didalam Rumah Ibu Aisyah. (Foto: Ist)

Ada hal yang sangat menyentuh hati saat beliau bercerita begini: “anak saya Abdullah sudah 10 tahun bekerja sebagai pemanjat kelapa dan 5 Tahun lalu jatuh dari batang kelapa dan tulang punggungnya patah, namun setelah sembuh dari patah tersebut Abdullah menjadi lebih ahli memanjat kelapa” kata ibu Aisyah dengan polos.

Teman-teman, mohon masukan dan saran dari kita semua agar kita dapat membantu ibu Aisyah, agar beliau bisa melewatkan hari-hari di sisa hidupnya dengan kondisi yang lebih baik.

Bagi anda yang ingin ikut dalam tantangan ini silakan hubungi Edi Fadhil di Nomor Hand Phone 081360024719. Rekening: 0430675648 An. Edi Fadhil Bank BCA KPO Banda Aceh. Silakan anda berbagi untuk sebuah rumah bagi keluarga Ibu Aisyah di Gampong Teungoh Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Seberapa pun donasi Anda, akan menjadi pelita kebahagiaan bagi Ibu Aisyah dihari tuanya. (Mustafa K. Hasan)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful