Templates by BIGtheme NET
Home / Dakwah / Masyarakat Peudada Keluhkan Persoalan Irigasi

Masyarakat Peudada Keluhkan Persoalan Irigasi

Foto: IST

Foto: IST

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Masyarakat Kecamatan Peudada  meminta Bupati Kabupaten Bireuen H.Ruslan M.Daud agar menuntaskan permasalahan irigasi di kawasan Kemukiman Pinto Batee, Cot loreng, dan dua kemukiman lainnya. Hal itu disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dihadapan Bupati Bireuen pada acara Safari Ramadhan yang digelar Pemkab Bireuen di Mesjid Teungku Dilampoh, Desa Meunasah Alue, Kecamatan Peudada, Bireuen, Minggu 28 Juni 2015.

Salah satu tokoh masyarakat Peudada yang juga Ketua MPU Kabupaten Bireuen Tgk. Hanafiah Hamzah, menjelaskan persoalan irigasi untuk mengaliri air menjadi kendala utama bagi petani blang thoe (sawah tadah hujan- red) di 26 di daearah setempat.

“Pada saat tanam padi terjadi kekeringan, terkadang saat tanam kacang datang pula air, sehingga para petani kerap mengeluarkan biaya traktor untuk membajak sawah, sementara panen jarang-jarang berhasil,” katanya.

Tokoh masyarakat lainnya mendesak pemerintah kabupaten Bireuen melanjutan peng aspalan jalan Ikue Alue – Jaba yang berjarak 5 kilometer dan warga lainnya minta perbaikan jalan ke sentra perkebunan di kawasan Blang Paya untuk memudahkan aktifitas pekebun para petani.

Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud menyatakan siap menindaklanjuti masukan masyarakat tersebut dan akan di usulka dalam anggaran perubahan mendatang. Bupati Bireuen mengatakan pada tahun anggaran 2015, dana pembangunan dari sumber APBK, APBA dan APBN untuk Kecamatan Peudada mencapai di atas 50 milyar termasuk dana gampong dan dana desa.

Dana itu antara lain untuk Waduk Paya Sikameh Gampong (desa-red) Alue Sijue Rp.9,7 Milyar. Pada tahun ini juga ada dana irigasi Aneuk gajah Rhot mencapai Rp.1,8 Milyar.

“Soal jalan di kawasan perkebunan Blang Paya dapat diturunkan alat berat dalam konsep gotong royong sepanjang tidak melanggar aturan, yang perlu diingat adalah anggaran Bireuen yang terbatas juga disalurkan ke 16 kecamatan lainnya,” jelas Ruslan.

Tentang keluhan petani dari 26 desa yang sawahnya kekeringan, bupati menyebutkan ada dana yang diplot 1,5 Milyar pada tahun 2015 tetapi tidak dapat direalisasikan.

“Tetapi secara teknis bahkan sudah diturunkan tim survey dari Jakarta, proyek itu tidak dapat dilakukan sebab berpotensi tidak akan bermanfaat, yang berarti juga pelanggaran, solusi terus dicari atasi masalah air sawah itu,” katanya.

Pada dialog jelang buka puasa bersama itu, Bupati Bireuen H Ruslan M Daud didampingi Sekda Zulkifli, sejumlah kepala SKPK dan Kabag Humas dan Protokoler Setdakab  Bireuen Farhan Husein.(Rel)

 

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful