Templates by BIGtheme NET
Home / Nasional / Setelah Meminta Megang di Hapus,Pria Yang Mengaku ‘Tokoh’ Muda Aceh Ajak Wanita Dukung Suami Banyak Isteri

Setelah Meminta Megang di Hapus,Pria Yang Mengaku ‘Tokoh’ Muda Aceh Ajak Wanita Dukung Suami Banyak Isteri

azril
LINTAS NASIONAL – JAKARTA, Salah satu pemuda yang mengaku dan mengklaim dirinya sebagai salah satu tokoh muda Aceh T.Azril yang kini sedang berada di Jakarta merilis sebuah berita dan mengirim ke redaksi media ini dengan tujuan untuk di publikasi, berikut siaran Persnya.
Dalam sela buka puasa bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI .Ferry Mursyidan Baldan, Tokoh Muda Aceh Teuku Azril lagi-lagi membuat pernyataan yang mengujutkan, kali ini perempuan Aceh yang menjadi sasarannya, persoalan Aceh bukan hanya pembangunan saja, namun juga persoalan tradisi yang hilang ‘ Wanita Aceh Mendukung Suami Berpoligami ‘. ujar Teuku Azril saat di jumpai di Rumah Jabatan Menteri Jl. Denpasar Denpasar Raya. Kuningan Jakarta Rabu 1 Juli 2015.
Saya lagi kurang fit, ucap Azril sambil melayani permintaan foto bersama oleh tamu yang hadir pada acara buka puasa bersama Menteri Ferry, ” Tokoh Muda Aceh Azril” mari foto bersama, banyak kawan-kawan bicara tentang Azril” saya perlu foto dengan Azril. ucap tamu tersebut
Staf Pribadi Tgk. H. Ghazali Abbas Adan anggota DPD RI yang menjadi juru foto pada saat itu, udah cukup ya kata Azril dengan nada yang agak tinggi, apa yang terjadi dengan Azril, sebentar saya kirim sms dulu untuk Pak Ferry ada apa ini. ucap Azril
Tidak ada yang tahu apa maksud Azril, Azril tidak seperti biasanya. apa yang mau kita bahas tanya Azril, Aceh itu tidak akan berubah kalau rakyat tidak mau berubah, kita bahas perempuan Aceh saja. kata Azril
Apakah poligami ada kaitannya dengan pembangunan Aceh, tentu ucap Teuku Azril yang mengenakan setelan jeans dan kemeja warna biru gelap pada saat menghadiri undangan buka puasa bersama Menteri Ferry.
Di Peureulak Aceh Timur, tahu kan Peureulak,  kampungnya Menko Perekonomian Sofyan Djalil. ada sebuah cerita, berikut ceritanya, kata Teuku Azril
Perempuan itu usianya masih 19 tahun. Setiap kali mendengar ada lelaki yang menikah lagi, dia mendoakan kecelakaan atas lelaki itu.
“andaikata dia yang jadi istri pertama, dia akan melemparnya sebagaimana ia telah melempar wanita itu, katanya,” demikian komentarnya yang kemudian menimbulkan perdebatan dengan saudara dan pamannya.
Keduanya berusaha memahamkan bahwa poligami dibolehkan dalam Islam. Tetapi wanita Peurelak itu menjawab culas: “Mustahil aku bersama perempuan lain dalam memiliki suami!” ucap wanita itu
Tak cukup berkomentar dan mendoakan, terkadang wanita peureulak itu juga memprovokasi seorang wanita karena dia akan dimadu. dia bakar semangat perlawanannya hingga kemarahannya tersulut dan akhirnya memberontak pada suami.
Di tengah kebanggaan akan pendirian itu, waktu terus berjalan. Tahun demi tahun berganti sementara dia menunggu seorang pemuda impian untuk melamarnya. Lama-lama dia merasakan penantian panjang yang kian menyesakkan dada. Usianya hampir 40 tahun tapi tak kunjung ada lamaran yang datang.
40 tahun terlewati sudah sejak dia dilahirkan. Ya Salam… haruskah aku mencari suami sendiri? Tidak! Aku tidak mau disebut perempuan tak tahu malu. Yang bisa kulakukan hanya sebatas meminta keluargaku mencarikan calon suami. cerita wanita peureulak itu
Satu hari saat melewati kerumunan orang, tanpa sengaja dia mendengar mereka mengobrol. “Kasihan ya Fulan kini menjadi perawan tua…” Ya Allah… bukankah itu namaku. Jadi mereka membicarakan aku dan menyebut aku perawan tua. Aku hanya bisa mempercepat langkah. Aku tidak ingin air mata ini tumpah sebelum tiba di rumah. Usiaku kini memang sudah kepala empat, tapi hari itu aku baru mendengar bahwa aku telah disebut sebagai perawan tua. keluh Fulan wanita asal Peureulak Aceh Timur itu.
“Dik, tadi ada seorang laki-laki yang datang menanyakanmu. Ia ingin melamarmu,” kata kakaknya, beberapa waktu setelah berlalu peristiwa itu. Fulan sangat senang mendengarnya, akhirnya jodohnya akan tiba juga.
“Tapi aku menolaknya…” kalimat lanjutan itu bagai petir di siang hari.
“Mengapa kakak menolaknya?” tanya Fulan terbawa emosi. Perasaan Fulan saat itu tak kalah parah dari seseorang yang mencari untanya yang hilang di tengah padang pasir, tetapi begitu ditemukan, unta tersebut lari lagi.
“Sebab ia melamarmu untuk menjadi istri kedua. Tentu saja aku menolaknya karena aku tahu engkau anti-poligami” adikku Fulan ucap kakaknya.
Ya Allah… ingin rasanya aku menjerit. Aku sudah berubah sejak disebut perawan tua. Kini aku rela menjadi istri kedua, ketiga ataupun keempat. Aku pun rela seandainya aku dinikahi lalu suamiku menikah lagi.
Aku kini sadar bahwa yang paling dibutuhkan oleh wanita sepertiku adalah seorang suami. Aku tidak ingin hidup sendiri. Aku ingin memiliki imam. Aku ingin bisa berbagi suka dan duka. Terlalu berat hidup ini tanpa suami yang menemani. ujar Fulan
Aku kini sadar mengapa Islam membolehkan –bahkan menurut sebagian ulama menganjurkan- poligami. Di Saudi Arabia, jumlah wanitanya lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Jika laki-laki dilarang poligami, berarti saat ini banyak wanita seperti Fulan.
Karenanya untuk wanita Aceh harus hidupkan kembali tradisi mendukung suami banyak Istri. (Azril)
“Wahai para lelaki muslim, berpoligamilah dua, tiga atau empat. Asalkan engkau dapat berlaku adil sebagaimana firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 3.”
Saya salut kepada wanita Aceh tempo dulu, mengizinkan suaminya berpoligami, dengan izin yang diberikan maka istri telah menyelamatkan suami dari Zina.
Imbuh Azril (Siaran Pers – murni tanpa di edid)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful