Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Terkait Aksi Galang Dana di Medsos Bangun Rumah Dhuafa, DPRK Aceh Utara: Ini Tamparan Buat Pemerintah

Terkait Aksi Galang Dana di Medsos Bangun Rumah Dhuafa, DPRK Aceh Utara: Ini Tamparan Buat Pemerintah

Ibu Aisyah berdiri di pintu rumahnya, yang terletak di Gampong Teungoh Geulumpang VII Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara

Ibu Aisyah (60) berdiri didepan pintu rumahnya, yang terletak di Gampong Teungoh Kemukiman Geulumpang Tujoh, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara

LINTAS NASIONAL – LHOKSUKON, Sejak beberapa waktu lalu, muncul aksi penggalangan dana di media sosial dari pemilik akun Edi Fadhil, yang mengajak para pengguna facebook untuk ikut menyumbang sejumlah dana yang akan digunakan untuk membangun rumah keluarga miskin di Gampong Lhok Gajah Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, dimana akun tersebut mempublikasikan beberapa foto kondisi rumah yang tidak layak huni dan disertai dengan kalimat tantangan 1 kali like atau komentar berarti bersedia menyumbang Rp. 100.000”.

Setelah berhasil memfasilitasi mendirikan rumah milik Habibullah dan Marjannah tersebut dengan dana yang terkumpul Rp. 60.000.000, Beberapa hari lalu, Edi Fadhil kembali mengajak partisipasi para netizen untuk menyumbang dana yang akan digunakan mendirikan rumah seorang janda yang bernama Aisyah (60), yang tinggal di Gampong Teungoh Geulumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara.

Terkait aksi lanjutan tersebut, LINTASNASIONAL.com mencoba meminta tanggapan dari Zulfadli A. Taleb, SE Anggota Komisi C DPRK Aceh Utara, Rabu, 1 Juli 2015 diruang kerjanya, ia mengatakan ini merupakan tamparan bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, seharusnya fenomena seperti ini tidak perlu terjadi berulangkali, setelah di Kecamatan Sawang, sekarang berlanjut di Kecamatan Matangkuli, pemerintah kalah cepat dengan elemen sipil dalam merespon kebutuhan masyarakat miskin seperti Ibu Aisyah ini, yang sangat layak menerima rumah bantuan.

Padahal Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Cipta Karya, setiap tahun mengalokasikan ratusan rumah untuk kaum dhuafa tetapi saya heran, kenapa masyarakat miskin seperti Ibu Aisyah ini belum tersentuh.

“Harusnya pemerintah yang lebih cepat tanggap, dari pada kelompok sipil, karena pemerintah memiliki perpanjangan tangan di tingkat kecamatan, bahkan sampai ke gampong-gampong melalui keuchik dan aparaturnya”, Kata Zulfadhli yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRK Aceh Utara ini.

Dinas harus lebih terbuka terkait cara verifikasi yang dilakukan dalam menentukan orang-orang yang berhak mendapatkan rumah, seharusnya ada sebuah ketentuan yang baku terkait kategori kaum dhuafa, jangan sampai ada orang kurang mampu seperti ini, malah tidak mendapatkan rumah bantuan, “Kedepan akan kita tingkatkan pengawasan terhadap proses penyaluran rumah dhuafa ini, baik itu mekanisme penyaluran maupun kriteria dan persyaratan yang digunakan untuk calon penerimanya”. Tegas Zulfadli.

(Baca: Lagi, Aktivis ini Menantang Anda Dirikan Rumah Dhuafa)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful