Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Begini Kronologi Pemerkosaan dan Perampokan di Kecamatan Lhoknga

Begini Kronologi Pemerkosaan dan Perampokan di Kecamatan Lhoknga

o_19peknd731j77e1fdkg9u3tmdc

Salah satu pelaku kriminal (kaos abu-abu) di perbukitan Mata Ie, Desa Lambaro Kueh, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, ditangkap polisi, Minggu (5/7/2015). [suara.com/Alfiansyah Ocxie]

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Besar menangkap seorang dari lima pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap sepasang kekasih berinisial RK (23), warga Alue Dua, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, dan pasangan wanitanya berinisial FT (23), warga Tanjung Pura, Sumatera Utara. Selain dipukul hingga tak berdaya, satu buah telepon genggam milik RK dirampas.Aksi tersebut terjadi di perbukitan Mata Ie, Gampong (desa) Lambaro Kueh, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar Sabtu malam 4 Juli 2015 sekitar pukul 21.30 Wib.

Informasi diperoleh menyebutkan, kasus ini bermula saat korban berinisial RK (23) pria asal Aceh Timur, dan kekasihnya Ft (22) warga Sumatera Utara sedang melintas di Jalan Mata Ie-Keude Bieng, Sabtu malam. Jalan yang tembus ke pegunungan Mata Ie itu kondisinya gelap dan sepi pada malam hari.

Di tengah perjalanan keduanya tiba-tiba dicegat sekelompok pemuda dan diinterogasi. RK dianiaya hingga babak belur. Sementara Ft diperkosa. “Saat yang lain menganiaya korban, satu orang lagi melakukan pemerkosaan,” ujar Mahfud.

Sebelum pergi meninggalkan korban di lokasi bersama sepeda motornya, tersangka ikut merampas telefon genggam RK. Keduanya ditemukan warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian dalam keadaan lemas. Keduanya bawa ke rumah sakit Bhayangkara, Lamteumen, Banda Aceh.

Machfud menuturkan begitu mendapat laporan setengah jam setelah kejadian, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian. “Atas perintah Kapores Aceh Besar (AKBP Heru Novianto) kita langsung bergerak mencari tersangka,” ujarnya.

Hingga kini baru seorang tersangka berinisial Am (30) warga Keude Bieng, Lhok Nga yang diciduk. “Dari pengakuannya, masih ada empat orang (tersangka) lagi, ini lagi kita cari,” sebut Machfud.

Atas kejahatan yang dilakukan, para pelaku terancam kena Pasal 285, 170, dan 365 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun. (Okz/Wol)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful