Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / AJMI Desak Polisi Usut Dugaan Korupsi Kepala Dinas Pendidikan Aceh

AJMI Desak Polisi Usut Dugaan Korupsi Kepala Dinas Pendidikan Aceh

 darjo
LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Kepala divisi Monitoring Aceh Judicial  Monitoring Intitute (AJMI), Firdaus meminta polisi mengusut tuntas kasus  pembangunan tower Multi Channel  tahun 2002 di Aceh Tenggara yang  melibatkan  Hasanuddin Darjo selaku sekda Aceh Tenggara kala itu yang kini menjabat  sebagai kepala Dinas Pendidikan Aceh dengan kerugian negara diperkirakan mencapai 1,2 Miliar rupiah. kasus tersebut  menurut keterangan Firdaus sudah lama dan sempat diusut, akan tetapi belum tuntas hingga hari ini, meski beberapa orang pernah diperiksa saat itu.
“Hal ini sangat disayangkan dimana pelaku utama tak pernah  diperiksa, ini tidak bisa dibiarkan, kita desak aparat hukum segera bertindak dan memproses kasus itu  sehingga proses penegakan hukum di Aceh benar-benar dijalankan dengan baik,” kata dia.
Berdasarkan telusuran AJMI, keterlibatan Hasanuddin Darjo dalam dalam kasus itu sebagai pengelola proyek pembangunan dan keuangannya juga dikelola Pihak sekda, sehingga ia disebut sebagai pelaku utama. Dikatakan Firdaus, tower Multi Channel itu awalnya dibangun agar di Aceh Tenggara bisa mendapatkan  channel TV lebih banyak dari sebelumnya, tapi kemudian bangunan tersebut tidak berfungsi, bahkan chanel TV di sana masih sama seperti saat tower itu belum dibangun.
“Setelah diusut ternyata dana pembangunan tower itu dimarkup diperkirakan sebesar 1.2 miliar,” kata Firdaus
Disebutkan Firdaus, pihaknya akan menyerahkan semua dokumen yang berhubungan dengan kasus itu ke Polda Aceh dalam minggu ini.
“Semua datanya akan kita serahkan ke polisi dalam hal ini polda Aceh, dan kita harap dengan adanya dokumen itu kasus tersebut bisa segera ditindaklanjuti,” sebutnya.
Firdaus menambahkan, selain kasus pembangunan tower Multi Channel , ada sejumlah kasus lainnya yang melibatkan kepala Dinas Pendidikan Aceh saat ia menjabat sebagai Sekda Aceh Tenggara yaitu peminjaman uang di Baitul Mal tahun 2013 yang hingga saat ini belum dilunasi dan pinjaman dari Bank Aceh atas nama Sekda sebanyak 52 M yang hingga saat ini masih bermasalah.
“Jika seorang Kepala Dinas  Pendidikan Aceh adalah orang yang punya banyak kasus, bagaimana bisa pendidikan kita bisa lebih bermutu,” katanya.(Rel)

 

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful