Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / OPINI: Mencari Sosok Pimpinan KPK Ideal

OPINI: Mencari Sosok Pimpinan KPK Ideal

Alfiandi SH

Oleh: Alfiandi, SH

Momentum bulan suci Ramadhan kali ini memiliki arti tersendiri bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Pasalnya, selain kita disibukkan dengan beribadah untuk mencapai kemenangan ukhrawi, pada bulan ini pula terdapat momentum besar untuk mencapai kemenangan bangsa ini dalam konteks menyelesaikan permasalahan korupsi yang telah  mengakar di negeri ini.

Ya, setelah berbagai problematika yang dihadapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini. Kini institusi penegak anti korupsi nomor satu yang tak pernah pandang bulu tersebut memasuki fase dalam mencari sosok pimpinan yang baru.

Sejak awal bergulirnya proses pergantian pimpinan KPK yang diawali dengan diumumkannya Panitia Seleksi (Pansel) oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis 21 Mei 2015 lalu di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Terpilihlah 9 (sembilan) orang srikandi yang menjadi Pansel dengan latar belakang keahlian berbeda, mulai dari akademisi di bidang pidana, tata negara, bisnis, ahli ekonomi, psikolog, sosiolog serta ahli tata kelola pemerintah.

Tak mau kalah Pansel tersebut mulai melakukan start kerja dengan cepat dan sigap. Proses awal kerjanya tentu saja mengumumkan terkait pendaftaran calon pimpinan KPK ke publik. Sejak awal diumumkannya hal tersebut menjadi isu yang hangat di berbagai media.

Meningkatnya Pendaftar

Sejak awal hingga akhir penutupan pendaftaran calon pimpinan KPK periode 2015-2019 tercatat jumlah pendaftar mencapai 609 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pada proses pemilihan calon ketua KPK di periode sebelumnya 2011-2015 yang hanya mencapai 233 orang. Meskipun pada periode kali ini jumlah pendaftar tidak sebanding banyaknya ketika periode 2007-2011 silam sebanyak 661 orang.

Tetapi setidaknya peningkatan jumlah pendaftar ini harus dilihat dari perspektif semangat anti korupsi sendiri, bayangkan dari 609 orang hanya akan terpilih 5 (lima) orang untuk menduduki posisi pimpinan, tentu saja hal ini menandakan rasio yang sangat luar biasa.

Tentu perlu usaha besar dan langkah yang sangat selektif untuk memilih orang-orang terbaik dari yang terbaik untuk menjadi pimpinan lembaga tersebut. Selain itu keterwakilan dari berbagai elemen  dan profesi seperti kalangan Akademisi, Praktisi, Polri, Kejaksaan, Advokat, Pengurus organisasi kemasyarakatan, Pegiat lembaga swadaya masyarakat dan juga dari kalangan profesional menjadi patokan tersendiri bahwa lembaga ini telah sukses menarik perhatian publik.

Namun perlu diingat jangan sampai terkesan proses seleksi pemilihan calon pimpinan KPK sarat akan titipan suatu institusi, contohnya memberikan perwakilan lembaga di KPK seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berencana mengajukan tiga nama sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, langkah itu dinilai kurang tepat karena pendaftaran calon pimpinan KPK sebaiknya dilandasi minat dan dorongan pribadi, bukan oleh dorongan sebuah instansi (Kompas, 13/06/2015).

Penulis menilai banyaknya peminat dari para pendaftar untuk menjadi salah satu pimpinan KPK yang berjumlah 5 orang ini berdasarkan beberapa hal. Pertama, masyarakat khususnya para insan yang memiliki jiwa anti korupsi sudah mulai memperlihatkan kesadaranya bahwa tindakan korupsi merupakan sebuah penyakit suatu bangsa.

Tentu kita paham praktik korupsi di negeri ini sudah memasuki stadium akut. Dan salah satu cara memberantasnya adalah perlu orang-orang hebat untuk memimpin institusi KPK tersebut ke arah yang lebih baik.

Kedua, tak dapat kita pungkiri meskipun saat ini KPK terus mengalami berbagai permasalahan yang membelit tubuhnya, mulai dari kriminalisasi serta berbagai upaya pelemahan baik melalui perancangan produk hukum serta kebijakan yang berindikasi koruptif menjadi suatu sinyalemen ketidaksukaan terhadap KPK. Namun perlu diingat dibalik itu semua rakyat masih percaya pada nilai-nilai kejujuran.

Pun demikian tentu kita tidak bisa menampik banyaknya jumlah pendaftar ini bukan semata dari adanya semangat memberantas korupsi, kekhawatiran terhadap adanya agenda untuk memperlemah KPK melalui titipan orang-orang tertentu tidak bisa kita abaikan. Bisa jadi saat ini ada beberapa pendaftar yang memiliki niatan lain untuk mendapatkan posisi tersebut.

Harapan Besar

Kita berharap setelah nama-nama calon dengan jumlah begitu banyak, tim panitia seleksi dapat memberikan nama yang betul-betul teruji kepada Presiden untuk selanjutnya nama tersebut diusulkan kepada DPR untuk dipilih dan ditetapkan menjadi pimpinan lembaga anti korupsi tersebut.

Kriteria seorang yang berjiwa anti korupsi menjadi modal nomor satu yang harus dimiliki, selain itu tentu saja integritas serta rekam jejak dari sang calon pimpinan sudah benar-benar tidak memiliki cacat sedikitpun.

Harapan kita bersama, jangan sampai saat ini nama-nama tersebut dianggap bersih dan tanpa cacat, namun dikemudian hari ketika mereka terpilih dan menjalankan kinerja, para pihak yang anti terhadap lembaga ini berusaha semaksimal mungkin untuk mencari kesalahan masa lalu meskipun kesalahan tersebut sangat dipaksakan yang pada akhirnya memereteli satu persatu pimpinannya seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Perlu diingat, nama-nama yang diajukan tersebut harus benar-benar terlepas dari berbagai kepentingan politis. Penilaian harus didasarkan pada kualitas dari calon pimpinan KPK tersebut sehingga pada akhirnya marwah dari KPK dapat bangkit.

Masih ada waktu bagi masyarakat untuk menanggapi para calon yang diumumkan oleh Pansel KPK ini. Mari kita sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil untuk bersikap pro aktif menilai para calon yang terpilih sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 30 ayat (6) dan (7) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk membangun persepsi publik yang lebih baik dan agar menjadi pertimbangan pemimpin kita di Istana dan para wakil kita di Senayan untuk mengembalikan kewibaan terhadap institusi tersebut.

Harapan kita bersama momentum pemilihan pimpinan KPK kali ini memberikan arti di bulan nan suci ini. Besar harapan kita semoga pemberantasan korupsi di negeri dapat dijalankan secara  penuh semangat membangun negeri dan tidak setengah hati. Semoga di periode kali ini kita mendapatkan sosok pimpinan KPK Ideal yang memiliki integritas, penuh independensi, dan memiliki kompetensi yang dapat diandalkan dengan maksimal melawan korupsi!

Penulis Merupakan Alumnus Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh. Aktif di Komunitas Demokrasi Aceh Utara (KDAU)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful