Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / OPINI: Pandangan Saya (laki-laki) Terhadap Perempuan

OPINI: Pandangan Saya (laki-laki) Terhadap Perempuan

ichsan nanda opini

Oleh : Ichsan Nanda

Jika perempuan memiliki hari kebanggaan tersendiri, seperti peringatan hari kartini atau hari perempuan. Nah, laki-laki tidak memiliki hari yang dimiliki perempuan seperti hari kartini dan hari ibu. Disitu kadang saya (laki-laki) merasa sedih.

Namun semua itu tidak menjadi agitasi bagi laki-laki untuk menuntut kesetaraan adanya hari peringatan khusus bagi laki-laki karena diakui atau tidak peran perempuan juga sangatlah besar, baik perannya di dalam bidang ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan.

Bahkan dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik, Mbak Mega (Megawati Soekarno Putri) pernah menjadi Presiden Indonsia yang kelima mulai tanggal 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004. Megawati Soekarno Putri adalah seorang perempun yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 23 Januari 1947.

Secara terang-benderang sebanarnya Indonesia tidak memiliki masalah dengan kesetaraan gender dan fakta dilapangan sudah membuktikan itu, bahwa perempuan di Indonesia sudah memperoleh kebebasan berkarir dan berprestasi disegala bidang dengan syarat tanpa melanggar undang-undang, nilai-nilai agama dan budaya.

Coba anda lihat perempuan Indonesia ada di segala bidang, mulai dari ibu rumah tangga, buruh pabrik, motivator, sarjana, pilot, hakim, petani, polisi, wartawan, dokter, pedagang eceran hingga Presiden. Itu masih sebahagian kecil bidang yang ditekuni oleh perempuan di Indonesia yang bisa saya sebutkan satu-persatu disini.

Nah, jadi apalagi yang diributkan di Indonesia terkait kesetaraan Gender ini?

Saya rasa tidak ada perempuan yang dirugikan dan dicekal haknya di Indonesia dalam konteks kesetaraan Gender ini.

Indosesia dan ikut-ikutan

Di zaman globalisasi sekarang ini, sering dianggap sebagai momen yang tepat untuk melakukan perubahan, tidak sedikit pemikiran-pemikiran dari negara luar yang di adopsi oleh pemerintah Indonesia, seperti belakangan ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan pernyataan wakil presiden Jusuf Kala (JK) yang menyatakan saat mengumandangkan Azan di mesjid atau mushalla haruslah diperkecil suaranya agar tidak mengganggu/membangunkan orang lain “saat tidur”, padahal jika kebanyakan orang akan terbangun saat mendengar suara azan terutama azan subuh, persentase muslim di Indonesia yang mencapai 87% otomastis memenuhi setiap mesjid dan mushalla yang ada di Indonesia untuk menjalankan shalat secara berjama’ah karena shalat itu wajib bagi seorang muslim, tapi realita yang terjadi berbalik 180 derajat kan? Nah, secara tidak langsung masyarakat Indonesia tidak terganggu tidurnya walaupun mendengar suara azan yang sangat keras, begitu juga dengan saya.

Kebijakan atau pemikiran pemerintah yang seperti itu belum tentu menguntungkan dan membuat Indonesia menjadi lebih baik. Kini pemerintah kita masih disibukkan dengan hal-hal yang tidak berguna untuk kemaslahatan umat.

Begitu juga dengan kesetaraan gender, Di negara luar sibuk menyorakkan hal tersebut meminta kesetaraan dimana lelaki dan perempuan dalam hak (hukum) dan kondisi (kualitas hidup) harus sama, itu wajar mereka suarakan mungkin hak-hak mereka sebagai perempuan masih dipenjarakan oleh negaranya sehingga mereka tidak bisa berkarir dan berkreasi secara bebas.

Jika Indonesia juga menyuarakan kesetaraan gender dengan begitu hebat seperti di negara luar, maka akan banyak masyarakat Indonesia yang tertawa melihatnya. Pasalnya dari masa penjajahan Belanda dulu, Indonesia sudah memberikan hak yang sesuai kepada para perempuan seperti kebebasan berkarir dan berprestasi disegala bidang tanpa membedakan mana perempuan dan laki-laki. Apabila SDM nya mampu maka jalankan. Jika perempuan di Indonesia dibatasi haknya mana ada pahlawan perempuan seperti cut nyak dhien, cut meutia, kartini dan lain sebagainya.

Bukankah esensi dari kesetaraan gender adalah menuntut diberikan hak yang adil antara perempuan dan laki-laki tanpa mendiskriminasikan salah satu gender?

Jika zaman dulu anak perempuan di Indonesia tidak di izinkan sekolah tinggi-tinggi oleh orang tuanya barangkali di zaman dulu itu negara masih dalam proses kemerdekaan dan lingkungan belum aman jadi orang tua takut anak perempuannya menjadi korban bila keluar rumah, ataupun orang tua pihak perempuan tidak mempunyai dana untuk menyekolahkan anak perempuannya, sehingga keputusan orang tuanya seperti itu.

Pada dasarnya Indonesia dan masyarakatnya sudah memberikan kesetaraan gender itu, jika tidak mana bisa “Mbak Mega” menjadi presiden (orang nomor satu) di Indonesia yang ke lima ditahun 2001.

Indonesia bagai anak remaja, apa yang dilihat akan dijadikan idolanya dan bergaya seperti idolanya pula. Padahal itu belum tentu baik untuk remaja tersebut. Begitulah Indonesia selalu ikut-ikutan negara barat.

Belajar Kesetaraan Gender

Mengapa kita harus tau apa itu kesetaran gender, saya rasa agar perempuan dan lelaki mengetahui apa saja hak mereka dan memberikan hak yang sesuai dengan haknya sehingga haknya perempuan dan laki-laki tidak ada yang terzalimi (adil).

Firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an, “sesungguhnya aku tidak menyianyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupaun perempuan” (QS Ali-Imran: 194). Dalam ayat tersebut sudah jelas disebutkan bahwa kesetaraan gender sudah ada sejak zaman unta terdahulu.

Sebenarnya dalam Islam jelas diajarkan antara laki-laki dan perempuan harus saling melengkapi bukan saling menyakiti agar terciptanya keadilan gender dalam makna yang benar.

Namun kini banyak perempuan yang salah kaprah dalam mengartikan kesetaraan gender, para wanita sibuk menyuarakan kesetaraan antara lelaki dan perempuan tanpa adanya perbedaan diantara keduanya. Mengapa demikian?

Dan itu sungguh membuat saya (laki-laki) bingung karena pada dasarnya perempuan dan laki-laki itu berbeda, baik fisiknya, jenis kelamin, beserta kodrat yang lainya.

Apakah perempuan di Indonesia kurang memahami esensi dari kesetaraan gender tersebut, atau perempuan di Indonesia sudah tidak mau masuk surga lagi?

Ini siapa yang harus disalahkan, apakah pembawa kesetaraan gender ke Indonesia yang kurang mensosialisasikannya sehingga membuat masyarakat salah kaprah dalam mengaplikasikanya atau moral perempuannya yang sudah merosot sehingga selalu saja ingin melawan laki-laki dan selalu meresa terzalimi oleh laki-laki? Wuallahuallam.

Berdasarkan data Badan Pusat statistik Indonesia pada tahun 2010 total penduduk Indonesia menacapai 238 juta jiwa. Jumlah penduduk yang menganut agama Islam mencapai 87% atau skitar 207 juta jiwa. Nah, Jika masyarakat Indonesia dan kebijakan-kebijiakan Indonesia selalu saja berkiblat ke negara barat mau dibawa kemana Indonesia ini. Ingat, beda negara beda pula warna aturan dan solusinya. Pemerintah dan masyarakat Indonesia jangan selalu disibukkan dengan liberalisme, saya rasa alangkah indah Indonesia ini dengan demokrasi ala Rasullulah.

Lelaki tahu, perempuan tidak diciptakan dari tulang kaki laki-laki yang untuk di injak-injak, tetapi peremuan diciptakan oleh Allah Ta’ala dari tulang rusuk laki-laki sehingga ia menjadi pendamping bagi laki-laki untuk saling menjaga dan melengkapi (partner) yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti yang sudah jelas diatur dalam Al-Qur’an dan Hadist. Jadi kami (laki-laki) sangat menjunjung tinggi, memandang mulia perempuan, jika perempuan memandang sebaliknya itu salah besar.

Berdasarkan uraian diatas asalkan semua orang mengerti dan memahami tugas proporsionalnya masing-masing, maka tidak akan pernah ada yang terzalimi dan terampas haknya baik itu perempuan maupun laki-laki.

Memang kita hidup di Indonesia, sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk bebas bersuara, bebas melakukan apa aja selama tidak merampas hak orang lain, namun jangan jadikan Indonesia ini menjadi negara sekuler

Penulis Merupakan Siswa Sekolah Demokrasi Aceh Utara angkatan ke-V, Ketua Umum HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMAL, Koordinator Daerah Aceh Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia dan Penggiat Kader HMI Berbagi (kaHMIb).

 

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful