Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Ini Kronologi Pembakaran Masjid di Papua

Ini Kronologi Pembakaran Masjid di Papua

Inilah-surat-larangan-shalat-Idul-Fitri-di-Papua-yang-memicu-pembakaran-masjid

LINTAS NASIONAL – JAKARTA, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq membeberkan kronologi pembakaran masjid di Papua saat umat Islam sedang melaksanakan shalat Idul Fitri 1436 H, Jumat, 17 Juli 2015.

Menurut Habib Rizieq, pada Jumat pagi saat umat Islam di seluruh Indonesia bergembira merayakan hari kemenangan Idul Fitri, kaum muslimin di Kabupaten Tolikara (Karubaga) di Provinsi Papua diserang kelompok radikal.

Menurut Habib Rizieq, gerombolan di wilayah Wilayah Toli melempari umat Islam yang sedang melaksanakan Shalat Idul Fitri dengan batu, lalu membakar masjid, rumah dan toko umat muslim.

“Tidak kurang 10 orang umat muslim mengalami luka bakar. Dan kehilangan tempat tinggal serta pencahariannya. Saat ini umat Islam diungsikan ke tempat yang aman oleh aparat setempat,” tulis Habib Rizieq di laman Faceboknya, Jumat malam, 17 Juli 2015

Inilah kronologi pembakaran masjid di Papua versi Habib Rizieq.

1. Tanggal 11 Juli 2015 terdapat Surat Edaran resmi dari GIDI yang ditandatangani oleh Pdt. Marthen Jingga S.Th Ma dan Pdt. Navus Wenda S.Th yang berisi bahwasanya GIDI Wilayah Toli melarang Perayaan Idul Fitri dan juga melarang muslimah berjilbab di seluruh Kabupaten Tolikara.

2. Tanggal 17 Juli 2015 hari Jumat pagi jam 07.00 WIT saat Hari Raya Idul Fitri, tatkala umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fithri di lapangan Makoramil 1702-11/Karubaga, terjadi Provokasi dari Pdt. Marthen Jingga dan Koorlapnya yang bernama Harianto Wanimbo dengan menggunakan megaphone berorasi untuk membubarkan Ibadah Shalat Idul Fithri di Tolikara.

3. Pukul 07.05 WIT Saat memasuki Takbir ke 7 rakaat pertama Shalat Idul Fithri massa dari Pdt. Marthen Jingga dan Harianto Wanimbo (Koorlap) mulai berdatangan dan melakukan aksi pelemparan batu dari bandara Karubaga dan luar lapangan Makoramil 1702-11/karubaga, dan secara paksa berusaha membubarkan kegiatan Sholat Idul Fitri dan mengakibatkan kepanikan jamaah yang sedang melaksanakan shalat.

4. Massa perusuh langsung melakukan pelemparan batu dan perusakan kios-kios yang berada di sekitar Masjid Baitul Mutaqin. Aparat keamanan berusaha membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan peringatan, namun massa semakin bertambah dan melakukan pelemparan batu kepada aparat keamanan.

5. Jam 08:00 kelompok radikal melakukan tindakan brutal dan anarkis berupa pembakaran kios-kios dan masjid Baitul Mutaqin serta rumah warga muslim, sehingga tidak kurang dari 10 orang muslim mengalami luka bakar. (Pj)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful