Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Ini Pengakuan Tersangka yang Mengaku Sebagai Din Minimi

Ini Pengakuan Tersangka yang Mengaku Sebagai Din Minimi

IMG_20150723_152409

LINTAS NASIONAL – ACEH TIMUR, Polres Aceh Timur  menggelar konferensi Press terhadap kasus pemerasan yang dilakukan dengan modus mengakui diri sebagai Din Minimi.

Dalam konferensi tersebut Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH.SIk.MH didampingi Kabag Ops Kompol Warosidi, SH dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruhu, SH mengatakan, untuk menjalankan aksinya pelaku sudah merencanakan dari awal, hal itu di buktikan atas pengakuan pelaku kepada polisi yang mengatakan bahwa sejak pertengahan bulan puasa sudah merencakan hal tersebut.

Baca : Ngaku Diri Sebagai Din Minimi, Oknum Guru ini Dibekuk Polisi

Selain itu, Fauzisyah (35) si pelaku mengaku melakukan hal tersebut karena desakan ekonomi apalagi menjelang lebaran Idul Fitri sehingga banyak kebutuhan yang harus di penuhinya.

“Saya melakukan ini karena desakan ekonomi,” ungkap Pelaku kepada awak Media Kamis, 23 Juli 2015 di ruang Konferensi Press Polres Aceh Timur.

Dalam melakukan aksinya terhadap korban MH, Ia menakut-nakutinya dengan mengirimkan paket yang berisi bendera bintang bulan, silsilah Wali Naggroe beserta selembar surat yang isinya MH harus bertanggungjawab atas tertangkapnya komplotan Din Minimi dengan cara mentransfer uang sebesar Rp 400 juta rupiah untuk biaya pengobatan anak buahnya yang terkena tembakan di Tangse saat kontak tembak dengan TNI/Polri.

Di dalam surat tersebut juga dilampirkan No Hp pelaku dengan Nomor 0823 7023XXXX, agar MH dapat menghubungi si pelaku ke nomor tersebut, selanjutnya selang beberapa hari MH menelpon pelaku dan pelaku pun mengancam jika hal ini sampai dilaporkan kepada polisi maka rumah korban akan dibom.

Dalam percakapan melalui telepon tersebut pelaku meminta MH untuk mengirimkan uang sejumlah 400 Juta Rupiah,  akan tetapi MH tidak sanggup menyanggupi permintaan pelaku sehingga terjadi tawar menawar dan terjadi kesepakatan dengan jumlah Rp. 55 juta. Setelah dipastikan korban sudah mengirim uang tersebut pelaku langsung melakukan penarikan uang sebesar 26 juta rupiah.

Uang hasil kejahatan tersebut digunakan si pelaku untuk membeli sebuah sepeda motor Beat, dan juga sebuah cincin serta kebutuhan lebaran, sedangkan sisa 29 juta rupiah lagi masih tersimpan di Bank. (Mus)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful