Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Tidak Punya Biaya, Gadis Aceh Timur ini Terpaksa Berobat di Kandang Sapi

Tidak Punya Biaya, Gadis Aceh Timur ini Terpaksa Berobat di Kandang Sapi

Kandang Sapi tempat perawatan Muliana-5

LINTAS NASIONAL – ACEH TIMUR, Mulyana 15 tahun terbaring lemah di atas lesehan beralas tikar, badannya lemah tidak berdaya direbahkan di atas bantal, tangannya tertekuk, dan sebelah kaki kirinya membesar.

Mulyana merupakan salah satu warga miskin dari desa Alue Batee Kecamatan Pedawa Rayeuk Kabupaten Aceh Timur. Menurut keterangan keluarga menyebutkan Mulyana memiliki penyakit aneh yang belum diketahui oleh tim medis.

Mulyana sejak setahun belakangan ini menderita penyakit aneh, namun memasuki bulan Maret 2015 kondisinya semakin droup.

Menurut informasi yang dihimpun LINTASNASIONAL.com, setiap harinya Mulyana berobat melalui  pengobatan tradisional, dengan cara dilayu (dihangatkan) disalah satu kandang sapi milik keluarganya.

Foto : Mulyana terbaring di kandang sapi milik keluarganya

Foto : Mulyana terbaring di kandang sapi milik keluarganya

“Pada dasarnya,  saat kita bawa ke RSU dr.Zubir Mahmud IDI Rayeuk, doktor bilang Mulyana memilik penyakit asam urat, ujar Nurhayati ibunda Mulyana. Kamis 6 Agustus 2015 pukul 14.00 Wib di rumahnya.

Namun setelah dirawat selama satu Minggu di RSU IDI,  kondisi Mulyana saat itu semakin memburuk, sehingga rumah sakit setempat merujuk pasien ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh.

“Selama satu minggu dirawat di rumah sakit Idi kondisinya semakin parah, setelah itu kami langsung dirujuk ke Banda Aceh” kata Nurhayati.

Menurut keterangan ibundanya itu, Mulyana dirujuk ke Banda Aceh pada tanggal 31 Maret 2015, dan ia dirawat selama satu bulan setengah, namun kondisi ekonomi keluarga tidak mendukung akhirnya pada tanggal 15 Mei 2015 Mulyana dibawa pulang ke kampung halamannya.

”Karena hana peng keu biaya siuroe uroe, jadi langsong kamo pewo u gampong (read: karena tidak ada uang lagi untuk biaya sehari-hari jadi kami bawa pulang ke kampung)” kata Ibunda Mulyana.

Sampai saat ini Nurhayati mengakui tidak ada sentuhan bantuan baik secara moril dan materil  dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Timur.

Keluarga Nurhayati berharap, pemerintah membuka mata hati untuk memberikan bantuan apa pun, asal kan anaknya bisa sembuh, dapat beraktifitas seperti anak-anak lainnya.

Foto : Kandang sapi tempat Mulyana berobat

Foto : Kandang sapi tempat Mulyana berobat

Secara terpisah Friznal Wahyudi, SE Geuchik Gampong Alue Batee  Kecamatan Pedawa Kabupaten Aceh Timur menjelaskan, bahwa pihaknya telah berupaya menyampaikan persoalan Mulyana kepada Pemkab Aceh Timur, namun sampai saat ini belum ada yang menanggapi.

“Saya dan masyarakat sudah usaha semaksimal membantu keluarga Ibu Nurhayati, namun kebutuhan keluarga belum tentu bisa kami penuhi, dan juga kepada instansi terkait telah kita usahakan,namun belum ada respon apa-apa sampai saat ini” ujarnya.

Menurut Friznal, ia sangat kecewa kepada pemerintah setempat, pasalnya sudah hampir setahun lebih, belum ada perhatian khusus untuk keluarga pasien.

”Apa lagi hari ini Bupati Aceh Timur menghadiri Desa setempat, dalam acara seremonial di kampus STIKES Bina Bangsa,padahal jarak tempuh kerumah pasien tidak jauh dengan acara bupati, namun sayang  tidak ada yang mau mengunjunginya” kata Friznal. (SYIFA)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful