Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Panitia Pemekaran Sepakati Nama Kabupaten “Aceh Antara”

Panitia Pemekaran Sepakati Nama Kabupaten “Aceh Antara”

amsidar achmad

LINTAS NASIONAL, ACEH UTARA – Panitia pemekaran Aceh Utara Wilayah Barat dan para tokoh masyarakat, menyepakati untuk memberi nama calon kabupaten pemekaran wilayah tersebut dengan nama Kabupaten “Aceh Antara” dan ibu kotanya dipilih Kecamatan Dewantara. Selain itu, logo juga disepakati dengan memasukkan gambar Tugu Bujang Salim sebagai simbolnya.

Wakil Ketua Panitia Pemekaran Aceh Antara Amsidar Achmad, Senin 14 September 2015 mengatakan, pemberian nama itu melalui proses penjaringan dari tokoh masyarakat, sehingga terkumpul beberapa nama. Akhirnya mengerucut pada dua nama, yaitu Aceh Malaka dan Aceh Antara.

Kemudian dalam musyawarah di kantor Camat Dewantara tersebut, nama Aceh Antara disepakati, sedangkan nama Aceh Malaka tersisih. Musyawarah ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat dari enam kecamatan (Sawang, Muara Batu, Banda Baro, Nisam, Nisam Antara, Dewantara) meliputi mukim, ketua Asosiasi Geuchik Aceh Utara (Asgara) kecamatan, dan akademisi.

Kemudian pihak akademisi dipilih menjadi tim kajian naskah akademik calon Kabupaten Aceh Antara sebagai salah satu syarat pemekaran. Panitia ini diketuai oleh DR Ismadi, SP, MP, dosen Fakultas Pertanian Uinversitas Malikussaleh.

Lanjut mantan Mukim Krueng Mane itu, pemberian nama Aceh Antara ini didasari dari letak geografis wilayah itu antara Kabupaten Bireuen sebelah barat dan Kota Lhokseumawe sebelah timur. Dua daerah ini merupakan hasil pemekaran Aceh Utara sebelumnya. Sedangkan sebelah selatan berbatas dengan Aceh Utara, dan Kabupaten Bener Meriah hasil pemekaran Aceh Tengah.

Sedangkan calon ibu kota dipilih Kecamatan Dewantara. Kecamatan ini letaknya dianggap paling strategis. Begitu juga kondisi infrastruktur telah memadai. Sementara itu logo, desainnya lebih kurang selain ada padi dan kapas, di tengahnya akan diberi gambar tugu Bujang Salim. Tugu pahlawan kemedekaan akhir abad ke-18. Tugu itu letaknya saat ini di bundaran Kota Krueng Geukueh, persisnya di depan Masjid Besar Bujang Salim.

Sementara itu, menurut Prof A Hadi Arifin, anggota tim kajian naskah akademik mengatakan, pemberian nama Kabupaten Aceh Antara, dan ibu kota Dewantara, merupakan hasil rapat beberapa anggota tim pemekaran Kabupaten Aceh Utara. “Ini belum final, karena sedang dikaji lebih lanjut, dan perlu mendapat tanggapan dari tokoh ulama. Menurut Permendagri nama kabupaten baru atau Daerah Otonomi Baru (DOB) perlu mendapat persetujuan bupati,” tukas mantan Rektor Unimal tersebut. (real)

 

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful