Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Pemkab Aceh Selatan Bantah Tudingan Bupati Abdya

Pemkab Aceh Selatan Bantah Tudingan Bupati Abdya

 

Bupati Aceh Selatan, H. T Sama Indra

Bupati Aceh Selatan, H. T Sama Indra

LINTAS NASIONAL – ACEH SELATAN, Terkait rusaknya tanggul pengaman kantong lumpur irigasi Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sepanjang 16 meter, kini Bupati Aceh Selatan (Asel) H.T Sama Indra SH melalui Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Muhammad Yunus ST menyatakan bertanggung jawab penuh.

Baca: Bupati Abdya Tegur Bupati Aceh Selatan

“Kami (Pemkab Aceh Selatan) tidak tinggal diam menyikapi persoalan ini, langkah penanganan segera kami lakukan yakni di samping memperbaiki tanggul pengaman kantong lumpur irigasi yang telah rusak,  juga di sepanjang irigasi tersebut akan disusun batu gajah untuk menghindari kembali rusaknya tanggul pengaman irigasi akibat terjangan air,” kata Yunus yang di hubungi wartawan, Kamis 17 September 2015.

Yunus mengatakan, Kerusakan itu dampak dari pembangunan tanggul intake (mulut tangkapan air) Irigasi Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, di aliran Krueng Baru yang lokasinya persis berada di perbatasan kedua kabupaten tersebut. Pihaknya merespon pernyataan Bupati Aceh Baray Daya (Abdya), Ir Jufri Hasanuddin, yang meminta Bupati Aceh Selatan bertanggungjawab atas rusaknya bangunan tanggul pengaman kantong lumpur irigasi di Desa Kayee Aceh antara perbatasan tersebut.

“Pernyataan Bupati Abdya itu terlalu dilebih-lebihkan, serta cenderung tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Sebab fakta di lapangan saat ini suplai air ke lahan persawahan warga Kecamatan Lembah Sabil yang dialiri irigasi Desa Kayee Aceh masih tetap normal,” katanya.

Yunus mengakui bahwa, sejak beberapa hari lalu pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung ke irigasi dimaksud, dan didapati fakta bahwa kerusakan tanggul tidak mengganggu pasokan air ke lahan persawahan warga.

“Kami tidak bisa menerima tudingan Bupati Abdya yang menyatakan pembangunan tanggul intake  tanpa perencanaan matang,” sebutnya.

Menurut Yunus, pembangunan itu telah melalui perencanaan cukup matang, sebab katanya, paket pekerjaan proyek itu termasuk dengan penyusunan batu gajah di sepanjang irigasi Desa Kayee Aceh, sehingga diprediksi mampu melindungi tanggul pengaman kantong lumpur irigasi dimaksud dari terjangan arus Krueng Baru.

“Hanya saja, di saat sedang berlangsungnya pengerjaan proyek, tiba-tiba terjadi bencana alam berupa banjir pascawilayah itu diguyur hujan lebat, Minggu 13 September 2015 lalu,” tuturnya.

Sebenarnya sambung Yunus, persoalan tersebut timbul akibat bencana alam, bukan kesengajaan dari pihak kami.

“Pekerjaan proyek itu belum rampung sebab masih ada item pekerjaan penyusunan batu gajah di sepanjang DAS Desa Kayee Aceh untuk melindungi bangunan irigasi Kecamatan Lembah Sabil dari terjangan air Krueng Baru,”paparnya.

Sebagaimana yang diberitakam sebelumnya, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, menegur pemerintah Aceh Selatan terkait pelaksanaan pembuatan bendungan tanggul intek Krueng  Baru tersebut karena tanpa ada koordinasi. (Ratu)

 

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful