Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Pertama di Aceh, Musik Etnis dan Tari Seudati Meriahkan Penutupan Piasan Seni

Pertama di Aceh, Musik Etnis dan Tari Seudati Meriahkan Penutupan Piasan Seni

unnamed (4)
LINTASNASIONAL- BANDA ACEH, Malam puncak perhelatan Piasan Seni 2015 yang digelar di Taman Sari Banda Aceh dimeriahkan oleh musik etnis, Joel Pasee dan sedati di panggung utama, Rabu, 16 September 2015 membuat penonton heboh.
Penampilan kolaborasi ini membuat ribuan penonton langsung menyerbu panggung utama. Sehingga panitia dengan tergesa-gesa menutup pagar depan pangungg yang sebelumnya terbuka agar penonton tidak masuk dalam arena panggung.
Meskipun diguyur hujan rintik-rintik tak membuat surut semangat penontont menyambut musisi lokal yang sudah melalang buana di belantika music etnis di Aceh.
Mengawali konser music etnis dengan kolaborasi tari sedati, Joel Pasee membawa tembang pertama berjudul Salem, sembari mengangkat tangan ke atas Joel Pasee melantunkan tembangnya itu bersama penonton. Bahkan Joel Pasee langsung turun dari panggung utama untuk menyapa penonton dan bernyanyi secara bersama-sama.
Penampilan tari Seudati menampahkan semarak penampilan Joel Pasee. Penari Seudati menggunakan kostum putih-putih, kain warna kemerahan diikat pada pinggang, lalu ada ikat kepala membuat penonton semakin histeris.
Sambil menampil tari khas Seudati sambil menepuk perut diiringi dengan musik etnis. Tabuhan drum dikolaborasi dengan rapa’I dan petikan gitar membuat suasana malam penutupan Piasan Seni 2015 semakin semarak. Meskipun dilanda hujan gerimis, penonton tetap bertahan di depan panggung hingga konser selesai.
Hingga konser berakhir dan Joel Pasee menyanyikan lagu Pulang. Namun penonton tetap masih bertahan di depan panggung, hingga MC memberitaukan bahwa seluruh rangkaian acara penutupan sudah selesai. Saat itulah penonton berangsur-angsur pulang dan membubarkan diri dari depan panggung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh, Fadhil mengatakan, masih banyak komunitas seni di Banda Aceh yang belum mendapatkan giliran mengikuti Piasan Seni. Kedepan, ia berharap semua komunitas bisa ikut serta.
“Sekarang di Banda Aceh ada 150 lebih komunitas seni, untuk tahun ini kita baru bisa menampung ikut even ini baru sekitar 50 komunitas. Kita berharap kedepan bisa ditambah anggaran anggar semua bisa ikut. Saya minta maaf kalau masih banyak kekurangan di acara Piasan Seni,” kata Kepala Disbudpar Banda Aceh, Fadhil.
Ia juga mengharapkan dukungan para seniman untuk membantu mempromosikan Aceh dalam membangun kebudayaan dan peradaban Aceh, juga dalam mewujudkan World Islamic Turism di Banda Aceh. Menurutnya, Aceh sangat berpotensi jika dijadikan sebagai tempat wisata islami.
“Tantangan yang paling kuat bagi kita ialah kepercayaan diri untuk menjadikan Aceh ini tempat wisata Islami. Makanya kita harus percaya diri dan yakin,” tukasnya.
Pada malam puncak pergelaran Piasan Seni 2015, panitia acara tersebut menggalang dana untuk komedian senior Aceh, Mahyuddin atau lebih dikenal dengan sebutan Udin Pelor. Dikatakan Master of Ceremonies (MC) Piasan Seni 2015, Dosi Alfian, bahwa Udin Pelor saat ini sedang dalam keadaan sakit dan dirawat di rumah sakit.
Dosi Alfian selaku MC meminta kepada pengunjung agar memberikan uluran tangan seikhlasnya kepada Udin Pelor. Karena comedian senior ini saat ini sedang dalam keadaan kurang sehat.
“Untuk itu, mohon kita berikan doa dan sumbangan dana untuk Udin Pelor. Nantinya akan ada panitia yang berkeliling mengutip sumbangan,” kata Dosi Alfian.
Dua orang panitia kemudian terlihat berkeliling stan di Piasan Seni dengan membawa sebuah kardus untuk menggalang dana kepada Udin Pelor. Panitia pun berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 600 ribu lebih, nantinya sumbangan itu akan diserahkan kepada Udin Pelor secara langsung oleh panitia.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful