Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Editorial: Wacana Kebiri Untuk Pedofilia

Editorial: Wacana Kebiri Untuk Pedofilia

Kasus kekerasan seksual terhadap anak semakin merajalela di Negara kita Indonesia. Siapa yang tidak takut dengan pedofilia, sang pemangsa anak yang kerap tidak diketahui jenis indeditasnya. Para orang tua semakin dihantui dengan munculnya berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak di seantero nusantara, pelakunya dari berbagai kalangan dan target mereka pun tidak pandang kasta. Ya, pedofilia ialah sebutan untuk mereka yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, merekalah pedofil, sang predator anak.

Sejak tahun 2015 ini, kasus pelecahan seksual terhadap anak mencapai angka diatas ratusan bahkan tahun sebelumnya mendekati angka seribuan kasus yang ditangani pihak berwenang. Berbagai sanksi dan jeratan hukuman telah diberikan kepada mereka yang memperlakukan anak usia belia dengan cara tak bermanusia. UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, memberikan jeratan minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara bagi pedofilia. Sepertinya vonis hukuman belasan tahun penjara bagi pelaku pedofilia tidak membuat jera para pelakunya. Dengan demikian UU tersebut perlu direvisi, dengan lahirnya UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, seakan ada signal bagi pedofilia untuk berhenti dari aksinya. Undang-undang dan Peraturan Pemerintah boleh saja lahir, namun para pedofil semakin marak melanglang buana mancari ‘mangsa’.

Tidak mengherankan memang, akhirnya dalam sepekan ini pemerintah, terutama Indonesia 1, Presiden Jokowi mengusulkan kastrasi atau pengibirian terhadap pedofilia. Pengebirian itu akan dilakukan secara kimiawi dengan menyuntikkan obat-obat khusus kepada pedofil, sehingga tidak ada lagi nafsu seksualnya. Wacana ini memang sudah dirumuskan pada era Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden Indonesia. Namun, urung teralisasi.

Sepertinya segenap elemen pengambil kebijakan hukum yang tertinggi, mulai dari Presiden, Kementerian terkait, DPR, Jaksa Agung, Kepolisian dan Lembaga-lembaga perlindungan anak bersatu untuk setuju tentang hukuman yang satu ini. Mereka memiliki alasan yang sama, ‘berikan efek jera kepada pedofilia’, ‘stop kekerasan seksual terhadap anak’, malah ada yang usul ‘potong saja kalau perlu’. Menarik memang, karena tidak ada yang drastis kontra terhadap persoalan ini. Malah lembaga-lembaga kesatuan umat di Indonesia ini, sebut saja Nadhatul Ulama misalnya pun sudah menyetujui hukuman kastrasi alias pengibirian ini.

Nun jauh diluar Negara kita Indonesia, seperti Korea Selatan, Turki, Moldova, India dan Rusia sudah terlebih dahulu menerapkan hukuman berat yaitu pengibirian bagi mereka yang melakukan kekerasan seksual berulang terhadap anak. Pertanyaannya, musnahkah para penjahat pedofilia di Negara mereka?. Tanpa mencari jawaban dari pertanyaan diatas, pemerintah akan segara membentuk tim penyusunan draf hukuman kebiri kimia untuk pedofilia di Indonesia. Nah, sekarang masalah biaya suntik bagaimana?. Para psikolog forensik mengingatkan bahwa penyuntikan bahan kimia tersebut tidak tidak sekali. Pemerintah butuh dana banyak dari APBN untuk ‘merawat’ predator anak.

Harapannya kepada pemerintah untuk mengambil keputusan yang sangat tepat untuk mengatasi dan memusnahkan kasus ini. Presiden Jokowi harus benar-benar memiliki kebijakan yang dapat membawa kedamaian dan kenyamanan bagi segenap rakyat Indonesia. Jikalau hukuman kastrasi atau pengibirian ini membawa dampak positif, anak-anak Indonesia terlindungi, orang tua merasa tenang, dan tentunya pedofilia lenyap dari permukaan bumi Indonesia, wacana hukuman kebiri ini perlu direalisasikan. Namun, kalau ada langkah tepat lainnya yang bisa di buat keputusan Pemerintah, perlu juga untuk dirumuskan dalam peraturan Negara. Yang terpenting, rakyat Indonesia sangat ingin terus melihat kekompakan para pengambil kebijakan di negeri ini.

 

Redaktur: Nazar Ashy

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful