Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Editorial: Sumpah Pemuda, Ayo Lawan Asap

Editorial: Sumpah Pemuda, Ayo Lawan Asap

28 Oktober, pada tanggal itu, setiap tahunnya kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Sama seperti peringatan hari besar lainnya di Negara kita, seremonial berjalan dengan khidmat di segenap pelosok tanah air, siapapun yang didaulat sebagai pembina upacara di luar ibukota Negara, tentunya akan membacakan amanat dan ‘petuah’ dari Menteri Pemuda dan Olahraga.

Menariknya, upacara Sumpah Pemuda yang ke 87 tahun ini, bagi beberapa provinsi dan daerah masih diselimuti oleh bencana asap. Berbicara bencana asap ini memang tidak akan ada habisnya, sebelum apinya padam dan penjahatnya ditangkap dan dimeja hijaukan. Sepertinya segenap pemuda Indonesia, harus kembali mengingat kata pekikan salahsatu bait ikrar Sumpah Pemuda yaitu “kami Putra dan Putri Indonesia, bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia”. Tanah air kita sedang dilanda bencana asap, bencana yang juga turut andil dilakukan oleh bangsa luar, yang artinya tanah air kita kian tidak terjaga. Bayangkan para pemuda semua, hingga 22 Oktober ini, pihak Kepolisian telah menetapkan 247 tersangka dengan rinciannya, sebanyak 230 kategori perorangan dan 17 kategori perusahaan. Polri juga telah menetapkan enam perusahaan dengan penanaman modal asing sebagai tersangka dalam kasus pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Padahal, jauh sebelum Negara kita Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 tempo dulu, pemuda telah ‘memproklamirkan’ dirinya sebagai ujung tombak perlawanan terhadap kolonialisasi penjajahan Belanda. Tekad dan semangat para pemudalah yang telah mampu menjadikan Indonesia ini menjadi bangsa yang disegani oleh segenap bangsa luar. Berbicara tentang bencana asap ini, bayangkan 1,7 hektare lahan negara kita terbakar, hampir 43 juta penduduk dicekik oleh asap, yang setidaknya telah menjadikan 12 orang melayang nyawa.

28 Oktober 2015 ini, 87 tahun sudah deklarasi Sumpah Pemuda itu berlangsung. Kiranya unsur pemuda di Indonesia harus lebih keluar lagi dalam pertapaan untuk berbicara mewakili amanah bangsa, terlebih rakyat jelata. Dalam momen Sumpah Pemuda ini, peran organisasi kepemudaan haruslah mampu untuk ‘menginspirasi’ pemerintah untuk berbuat apa, demi tercegahnya kebakaran hutan, yang merupakan tanah air nya pemuda Indonesia. Tanah air Indonesia itu bagaikan ‘tanah surga’. Wajar apabila ada orang bahkan ‘jamaah’ di luar Negara ini dengan memanfaatkan orang Indonesia, berupaya menggeruk ‘tanah surga’ kita ini.

Kiranya, pemerintah juga lebih peduli lagi terhadap keberadaan pemuda dalam bingkai organisasi kepemudaannya. Para pemuda pun tidak hanya tinggal diam, semestinya untuk mengawasi kinerja pemerintah dan terus bersuara untuk menghukum seberat-beratnya para manusia pembakar lahan dan hutan, yang telah menjadikan Hari Sumpah Pemuda yang ke 87 tahun ini diwarnai dengan asap dan masyarakat yang terus memakai masker.

Organisasi kepemudaan, berbicaralah denga kepala tegak untuk melawan siapapun yang ingin merusak tumpah darah, tanah air Negara kita Indonesia tercinta ini. Cetuskan semangat agar segenap pemuda melawan kemunafikan dan kemungkaran di negeri ini, sehingga Sumpah Pemuda diumurnya yang ke 87 ini, tidak ‘disalah artikan’ oleh sebagian orang.

 

Redaktur: Enza Ashy

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful