Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Hasil Olah TKP, Ini Motif Pembunuhan Ibu Kandung di Bireuen

Hasil Olah TKP, Ini Motif Pembunuhan Ibu Kandung di Bireuen

Foto: Tim Identifikasi Polres Bireuen saat melakukan olah TKP Pembunuhan ibu Kandung dikediaman korban Gampong Lancok-lancok Kec. Kuala Sabtu 31 Oktober 2015.

Foto: Tim Identifikasi Polres Bireuen saat melakukan olah TKP Pembunuhan ibu Kandung dikediaman korban Gampong Lancok-lancok Kec. Kuala Sabtu 31 Oktober 2015.

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Seorang pria tega menghabisi ibu kandungnya sendiri saat berada di rumahnya di Dusun Lamkuta, Desa Lancok-Lancok, Kec. Kuala, Kabupaten Bireuen, Sabtu 31 Oktober 2015 pagi.

Baca: Sadis, Seorang Anak Bunuh Ibu Kandung di Kecamatan Kuala Bireuen

Menurut informasi dari warga setempat yang sedang melayat di rumah duka, Mustafa sehari-hari bekerja sebagai buruh tambak, Mustafa tinggal serumah dengan ibunya, kejadian tersebut terjadi setelah anaknya berangkat sekolah.

Saat itulah terjadi cek cok dan adu mulut disebut-sebut yang diawali dengan permintaan kupon zakat pada ibunya, namun ibunya menolak memberikan.

Tidak lama kemudian pelaku keluar membawa sapi melintasi rumah tetangganya, saat itulah dia memberitahukan kepada seorang tetangganya sekaligus meminta untuk melihat ibunya di rumah.

Mendapat kabar itu, tetangganya langsung ke rumahnya yang diikuti Kepala Dusun Lamkuta Junaidi. Betapa kagetnya, tetangga dan Kepala Dusun melihat Maryam (70) telah terkapar di kamar dalam kondisi wajah membengkak dan terdapat satu lobang tusukan.

Baca: Ini Kronologis Pembunuhan Ibu Kandung di Bireuen

Kabar tersebut langsung berkembang di tengah masyarakat, sehingga dalam waktu sekejab warga telah melayat ke rumah korban, kemudian korban dibawa ke RSUD untuk divisum.

Keuchiek Gampong Lancok-Lancok, Baktiar yang didampingi Kadus Lamkuta, Junaidi, saat berada di rumah duka mengatakan, pelaku merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan telah berpisah dengan isterinnya setelah dikarunia dua orang anak.

Namun, Keuchiek dan Kadus tidak menjelaskan secara detail, karena saat itu sedang banyak warga yang melayat dan juga sedang membawa pulang jenazah Maryam dari rumah sakit.

“Baru kemarin kami becanda dengan nek Maryam, hari ini sudah meninggal dunia dibunuh anaknya,” kata salah seorang warga.

Tim identifikasi Polres Bireuen yang diketuai Bripka Azrul selesai kejadian lansung melakukan olah TKP. “Kami sudah selesai melakukan olah TKP menyita sebilah pisau dalam gulungan tikar pandan yang berlumuran darah,” kata Azrul

Azrul menambahkan, keterangan yang diperolehnya di lokasi kejadian, korban setelah dibunuh lalu dimasukkan ke dalam kamar, lalu dibersihkan, kemudian baru diberitahukan kepada tetangganya, “Pelaku sepertinya telah membersihkan duluan jasad ibunya,” tambah Azrul.

Sementara itu Kapolres Bireuen, AKBP. M. Ali Kadhafi SIK, yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Syamsul, SH, membenarkan kasus itu terjadi dan telah ditangani pihaknya.

“Pasca kejadian anggota saya dari Polsek Kota Juang dan tim Identifikasi serta Kasat Reskrim langsung ke TKP, tidak lama pelakunya berhasil kami ciduk di kampungnya yang hendak kabur, namun sigapnya anggota kita pelaku tak berkutik saat kami tangkap dan digiring ke Mapolres,” katanya.

Menurut Kahdafi, berdasarkan keterangan yang dihimpun pihaknya, pelaku sebelum membunuh ibu kandungnya, diawali cek cok mulut dengan ibu kandungnya, karena menolak memberi bon zakat padi, dikhawatirkan anaknya mengambil zakat lalu menjualnya.

“Sebab itulah pelaku memukul serta menikam korban dibagian kepalanya hingga meninggal dunia, tidak lama pelaku diringkus anggota dan membawanya ke Mapolres bersama barang bukti untuk diminta pertangungawaban, kita akan mengusut sampai tuntas,”katanya.(Zol Sopan)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful