Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Editorial: Saling Lempar Bola APBA ‘Pungo’

Editorial: Saling Lempar Bola APBA ‘Pungo’

Publik di Aceh sangat tersentak mendapatkan istilah baru yang mungkin menarik untuk terus diperbincangkan. Ya, APBA ‘Pungo’ itulah ucapan yang terlontar dari Gubernur Aceh Zaini Abdullah, terkait pengesahan anggaran perubahan di tahun 2015 ini yang dilakukan oleh pihak legislatif provinsi Aceh. APBA merupakan singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh, sedangkan ‘Pungo’ itu sendiri merupakan bahasa Aceh yang sering digunakan bagi setiap sesuatu yang tidak memiliki akal sehat alias tidak waras alias gila. Walhasil APBA ‘P’ yang sejatinya bermakna Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan, dikhawatirkan diplesetin oleh masyarakat sebagai APBA Pungo. Begitulah pernyataan orang nomor satu Aceh tersebut. Atau jangan-jangan gubernur sendiri yang sedang was-was?. Tidak terbukti memang siapa yang dilanda rasa gelisah dalam kasus ini, sepertinya masyarakat sudah memiliki istilah baru.

Aneh rasanya bila melihat pihak eksekutif dan legislatif provinsi Aceh saat ini. Dalam hal penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2015 antara gubernur dan dewan saling menyalahkan. Pihak pemerintah dalam hal ini eksekutif, menyatakan seyogyanya pihak dewan telah menyelesaikan pembahasan jadwal dan pengesahan KUA PPAS 2015 di medio November ini. Tapi malah pada bulan ini mereka baru saja menyelesaikan sidang paripurna Rancangan APBA-P 2015 nya. Kenapa sekarang diusulkan, harusnya bulan Juli lalu?. Begitulah ucapan Zaini Abdullah, karena menurut sang gubernur, dirinya telah menyerahkan dokumen KUA dan PPAS 2016 kepada DPR Aceh pada Juli 2015 lalu. Tapi pihak dewan mengembalikan dokumen tersebut, yang tetap meminta anggaran perubahan 2015 diutamakan dulu. Gunanya untuk menampung aspirasi rakyat melalui DPR Aceh yang tidak tertampung dalam APBA murni 2015. Nah, itulah pernyataan Gubernur dan sedikti bantahan para dewan.

Namun, pihak dewan tidak tinggal diam, katanya, mereka sudah berkali-kali menyurati pemerintah, akan tetapi tidak ada respon dari pemerintah dibawah pimpinan sang doto Zaini dan Mualem Muzakkir. Salah seorang anggota fraksi Partai Aceh DPR Aceh, Adam Mukhlis SH, mengatakan pihaknya sudah berkali-kali memberi peringatan kepada eksekutif untuk segera menyampaikan draf perubahan anggaran 2015, tetapi yang disodorkan oleh eksekutif malah draf anggaran 2016, yang pihak dewan mengembalikannya. Seluruh fraksi di DPR Aceh telah menyetujui dan mensahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) menjadi APBA-P 2015. Melihat masa kerja yang sangat sempit tinggal 44 hari masa normal, dan adanya tambahan program baru dalam APBA P 2015 ini, menjadikan gubernur berspekulasi, bahwa publik akan memplesetin ‘Perubahan’ di kata APBA-P menjadi ‘Pungo’. Ini karena tidak dapat dipastikan seluruh program akan terlaksana sepenuhnya pada akhir tahun ini. Apakah rakyat memplesetinnya?.

Rakyat hakikatnya sangat mengharapkan setiap anggaran daerah yang disahkan, sejatinya dapat mensejahterakan. Bukan malah senang dengan apa yang dipertontonkan oleh pimpinan. Masyarakat Aceh sangat mendambakan segenap wakilnya baik di eksekutif dan legislatif dapat akur, bekerjasama untuk kepentingan rakyat. Harapan masyarakat Aceh baik gubernur dan pihak dewan dapat bersatu padu dan menyatukan persepsi dalam waktu yang semakin sempit ini, untuk terealisasi anggaran daerah secara efektif, baik dan tranparan tentunya. Masyarakat Aceh punya harapan besar, bahwa anggaran ‘Perubahan’ 2015 tidak menjadikan ‘Pungo’ semua orang di pemerintahan terlebih para pemimpinnya.

 

Redaktur

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful