Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Lhok Kulam, Destinasi Wisata Alam yang Islami di Kota Juang

Lhok Kulam, Destinasi Wisata Alam yang Islami di Kota Juang

Plimblang

LINTASNASIONAL – BIREUEN, Menempuh perjalanan 23 Km dari pusat Kota Bireuen menuju ke wilayah Selatan, berhenti di Simpang Nalan menyusuri jalan Desa sepanjang 5 Km, sepanjang perjalanan disuguhkan dengan panorama alam yang masih asri.

Selama 30 menit menyusuri jalan desa tibalah di Bendungan Nalan, Bendungan tersebut terletak di Desa Balee Daka Kecamatan Plimbang Kabupaten Bireuen. Bendungan ini merupakan bendungan Peninggalan Belanda yang biasa di sebut warga dengan “Neulhop Nalan”.

Jembatan Nalan

Bendungan tersebut kembali di bangun ulang oleh Pemerintah pada Tahun 2002 yang diselesaikan pada tahun 2005 tersebut memiliki luas 25 Ha. Desain bendungan dengan mengikuti kontruksi alami yang ada membuat bendungan ini bak pengantin di pelaminan.

Diapit oleh 2 bukit yang masih asri yaitu Cot Mie Eh dan Bukit Tgk Di Ujeun menjadikan bendungan ini sangat sejuk, Waduk Nalan yang dipenuhi oleh air yang yang memancarkan warna kebiruan seakan mengajak kita untuk terjun menyelaminya lebih dalam. Waduk ini menjadi penampung satu-satunya untuk mengairi 100 Ha lahan sawah warga di Kecamatan Plimbang dan 113 Ha lahan sawah di Kecamatan Jeunib.

Di kedua sisi waduk terhampar jalan lintas yang menghubungkan beberapa desa dan areal pertanian warga dengan jalan Medan-Banda Aceh.

Sebuah jembatan terhampar di atas bendungan menjadi penghubung kedua sisi bendungan yang biasa dilalui oleh warga, berdiri diatas jembatan kita disuguhkan oleh pemandangan air terjun sedalam 20 meter yang menghasilkan busa nan indah dan menjadi syurga untuk ikan.

Biasanya ditempat tersebut beberapa pemuda memanjakan diri dengan memancing. Menurut Azhari warga sekitar, dia bersama teman-teman biasa memancing di tempat tersebut hampir setiap sore.

“Disini ada ikan Nila yang besar-besar, hari ini saja kami sudah mendapatkan 5 ekor nila yang lumayan besar” ujarnya

Pada sore hari terlihat warga yang membawa keluarga mulai berdatangan untuk memanjakan diri, duduk bersantai sambil bersenda gurau bersama handai taulan di samping bendungan yang juga dipenuhi oleh pepohonan yang sengaja dipelihara oleh pengelola.

Disisi lain terlihat beberapa tempat santai yang bermotif rumah yang sengaja dibuat oleh pengelola untuk para pengunjung.

Untuk memanjakan lidah para pengunjung, beberapa kantin yang menyajikan Mie khas Aceh dan minuman siap saji siap melayani para pengunjung yang sedang berlibur.

Safruddin (48) yang merupakan penjaga bendungan menuturkan kepada LINTASNASIONAL.com bahwa bendungan tersebut seakan hidup, dirinya menghabiskan waktu untuk menjaga bendungan tersebut dan beberapa tempat santai merupakan sentuhan tangannya sendiri.

Safruddin berani menggaransikan bahwa Bendungan Nalan adalah Destinasi Wisata Alam yang islami ” saya garansikan disini bukan tempat maksiat, disini adalah tempat orang bersama keluarga melepaskan kepenatan dan mencari Inspirasi” ungkapnya sungguh-sungguh.

Diakhir diskusi Safruddin mengharapkan Pemerintah untuk memaksimalkan potensi Wisata Alami di bendungan Nalan tersebut.

“Lihatlah tanpa sentuhan saja telah memancarkan panorama yang bisa menarik orang untuk berkunjung, apalagi kalau Pemerintah mau mengembangkan nya, saya sangat yakin bakal menjadi Magnet untuk pendatang” tutupnya. (Zoel SoPAN)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful