Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Persatuan Santri Kota Banda Aceh Kritik Kebijakan Illiza Soal Tahun Baru

Persatuan Santri Kota Banda Aceh Kritik Kebijakan Illiza Soal Tahun Baru

IMG_4194

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Persatuan Santri Kota (PUSAKA) Banda Aceh menyayangkan sekaligus mengkritik kebijakan Walikota Banda Aceh tentang pelarangan perayaan tahun baru masehi dengan cara ‘ekstrem’ dan berlebihan yang menimbulkan pro kontra ditengah warga dan membuat umat terbelah di Banda Aceh dalam menyikapi kebijakan tersebut.

“Kami sedih melihat perkembangan media sosial semalam, banyak sekali umat saling serang komentar antar sesama dalam menyikapi kebijakan Illiza tersebut. Seharusnya kebijakan pemimpin tidak membuat umat saling serang dan terbelah, tapi membuat umat damai dan rukun.” Ucap Saiful Abdul Wahab, salah satu pendiri ‘Pusaka’ Banda Aceh kepada LINTASNASIONAL.com melalui siaran pers, Jumat 01 Januari 2015.

Saiful juga meminta walikota Banda Aceh untuk lebih adil dan arif dalam melakukan pendekatan penerapan kebijakan politik yang mengatasnamakan syariat.

“Jangan sampai implementasi kebijakan politiknya yang salah, malah syariatnya yang mendapat nilai buruk.” Harap Saiful

“Kebijakan publik yang bercirikan nilai-nilai syariat seharusnya mengayomi dan memberi kedamaian, bukan malah bikin umat was-was dan ketakutan. Implementasi kebijakan publik harus melalui niat baik, dengan metode dan pengawasan yang baik pula.” Kritik Saiful

“Masyarakat kota Banda Aceh ini pintar dan jeli dalam melihat implementasi syariat, kalau pemimpinnya tidak adil dalam menjalankan syariat secara kaffah, umat akan terus membanding-bandingkan kasus per kasus kebijakan publik yang mengatasnamakan syariat.” Urai Saiful

“Misalnya masyarakat akan terus bertanya kenapa walikota sangat antusias mengajak ulama dan tokoh Forkompinda lainnya untuk mendukung kebijakannya “mengharamkan” perayaan tahun baru masehi, tetapi kenapa walikota tidak begitu antusias misalnya meminta ulama untuk memfatwakan hukum korupsi atau hukum perempuan menjadi pemimpin. Padahal dalil soal korupsi dan perempuan menjadi pemimpin lebih tegas dibanding dalil tentang perayaan tahun baru.” Tanya Saiful, Santri Pondok Pesantren Al-Fitri ini. (Red)

 

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful