Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Bendera RRC Berkibar Di Indonesia, Begini Kronologi Penurunannya

Bendera RRC Berkibar Di Indonesia, Begini Kronologi Penurunannya

Foto: Ist

Foto: Ist

LINTAS NASIONAL, TERNATE – Indonesia sedang berada dalam kegaduhan, baik di ranah politik, hukum, maupun ekonomi. Kagaduhan ini dinilai berawal dari kasus Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah dijadikan tersangka karena menyinggung perasaan umat Islam. Hingga jutaan umat Islam turun ke jalan untuk menuntut keadilan, supaya hukum berjalan adil tanpa pandang bulu.

Sebab Ahok tidak beragama Islam dan berdarah China, kegaduhan pun semakin menjadi-jadi. Isu SARA akhirnya menjadi domain utama dalam kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini. Jika hal ini tidak segera diselesaikan, semboyan Bhinneka Tunggal Ika akan semakin rapuh dan patah.

Di dalam kegaduhan yang belum juga reda, kendati sebagian pihak berupaya meredakannya, peristiwa yang dapat memancing emosi rakyat (selain perang opini di medsos) juga terus terjadi. Misalnya seperti keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang berencana mempermudah warga negara asing menjadi Warga Negara Indonesia dengan aplikasi online yang dikemukakan di Beijing. Kemudian juga peristiwa berkibarnya bendera RRC di Ternate.

Dalam tulisan ini, redaksi hendak menghaturkan kronologi penurunan bendera RRC yang terjadi di Ternate. Persoalan aplikasi online dan kegaduhan lainnya, akan menjadi pembahasan lanjutan. Adapun kronologi penurunan bendera RRC di Ternate sebagaimana dilaporkan dari lokasi sebagai berikut:

Kronologis penurunan bendera RRC oleh Sertu (Sersan Satu) Marinir Agung Priyantoro angota Sintel Lanal Ternate. Penurunan dilakukan atas perintah Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji. Penurunan Bendera RRC dilakukan di dermaga PT Wanatiara Persada disela-sela peresmian Smelther PT WANATIARA PRESADA di Pulau Obi, Jumat, 25 November 2016 lalu.

Pada pukul 08.30 WITA, tibalah KM Sumber Raya 04 yang membawa Rombongan Gubernur dan Perwakilan Forkopimda Maluku Utara. Disaat kapal merapat ada informasi tentang pengibaran bendera RRC, yang posisinya sejajar dengan bendera Indonesia dan ukuranya lebih besar daripada ukuran bendera Indonesia. Sebelum kapal KM Sumber Raya 04 sudah terjadi insiden dan ketegangan saat berupaya menurunkan bendera China tersebut oleh pihak Wartawan.

Namun dicegah oleh karyawan lapangan WNA (China) PT Wanatiara Persada dan Kapolres Halsel. Dengan maksud agar diturunkan sendiri oleh orang China sendiri supaya tidak terjadi permasalahan yang lebih besar. Dan Saat itu juga terdengar dari laporan Chief of Security PT Wanatiara Persada a.n Bapak Slamet, bahwasanya di lokasi acara juga terpasang bendera yang serupa.

Pasintel Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif memerintahkan Sertu Mar Agung Priyantoro untuk meluncur terlebih dahulu menuju ke lokasi acara, sampai di lokasi bendera RRC yang terpasang sedang proses diturunkan oleh Security PT Wanatiara Persada.

Selanjutnya pada pukul 09.00 WITA, Pasintel Lanal Ternate bersama Kasi Intel Korem 152 Babullah, Mayor Arm Suyikno  bergerak menuju lokasi acara. Selanjutnya, Pasintel Lanal Ternate melaksanakan elisitasi ke Chief of Security PT Wanatiara Persada, Bpk Slamet tentang kronologis dikibarkanya bendera RRC tsb. Disela-sela elisitasi Chief of Security menerima panggilan lewat HT dan disampaikan oleh rekan kerjanya bahwasanya bendera di dermaga masih belum diturunkan.

Sepuluh menit kemudian, pukul 09.10 WITA, Pasintel Lanal Ternate memerintahkan Sertu Mar Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga dan perintahkan untuk diturunkan. Diikuti dengan Kasi Intel Korem 152 Babullah. Tepat pukul 09.18 WITA, Pasintel berusaha menghubungi Danlanal Ternate untuk malaporkan kejadian pengibaran bendera RRC tsb. Dan diperintahkan untuk menyusun Kronologis. Memasuki pukul 09.30 WITA Sertu Mar Agung Priyantoro dan Kasi Intel Korem 152 Babullah menurunkan bendera RRC tersebut.

Untuk diketahui, Bendera RRC diturunkan oleh Sertu Mar Agung priyantoro atas perintah Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji. Karena Pengibaran bendera RRC menyalahi aturan yaitu: (1) UU NO 41 tahun 1958. tentang Lambang Negara; (2) Dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia; (3) Ukuran bendera RRC lebih besar dibandingkan dengan Bendera Merah Putih; dan (4) Dikibarkan di tempat umum.

Adapun para jajaran yang menyaksikan adalah (1) Kasintel Korem 152 babullah Mayor Arm Suyikno; (2) Anggota Polres Halmahera Selatan; (3) Perwakilan dari BINDA Malut, Mayor Awedy; (4) Pasintel Lanal Ternate Mayor Laut (P) Harwoko Aji; dan (5) ADC Gubernur Maluku Utara Serka Bek Cepi Sutisna.

Dalam insiden tersebut PT WANATIARA PERSADA bertangung jawab dengan meminta maaf atas kejadian pengibaran bendera RRC tersebut. (nusantara)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful