Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / LSM Aceh Future Minta Dinkes Subulussalam Uji Standar Kesehatan Depot Air Isi Ulang

LSM Aceh Future Minta Dinkes Subulussalam Uji Standar Kesehatan Depot Air Isi Ulang

Foto: Ketua LSM Aceh Future Subulussalam Farida Solin (Ist)

Foto: Ketua LSM Aceh Future Subulussalam Farida Solin (Ist)

LINTAS NASIONAL – SUBULUSSALAM, Ketua  LSM Aceh Future Kota Subulussalam Farida Solin meminta pemerintah setempat melakukan survei dan menguji standar kesehatan air minum depot isi ulang serta meninjau kembali perizinan usaha yang kini banyak menjamur di sejumlah daerah Kota Subulussalam.

Saat ini, usaha depot air isi ulang sudah menjamur di berbagai daerah Kota Subulussalam, karena bentuk usaha ini sangat simple dan sangat menjanjikan menurut sejumlah warga. Sehingga tak sedikit warga yang punya modal membuka usaha depot air ulang tanpa mengurusi perizinan terlebih dahulu.

“Ironisnya standar kesehatan dikhawatirkan tidak sesuai dengan peraturan yang ada,” ujar Farida Solin Kepada LINTAS NASIONAL.Com Senin 27 Maret 2017.

Dikatakan Farida, Dinas Kesehatan Kota Subulussalam bersama instansi pemerintah lainnya harus melakukan survei langsung ke lapangan dan mendatangi semua usaha depot isi ulang, apakah sudah mengurus izin usaha dan memeriksa standar kesehatan air minum.

“Karena dikhawatirkan jika dibiarkan tanpa ada uji kelayakan kesehatan, maka air minum yang dikonsumsi masyarakat belum terjamin dan bisa saja menyebabkan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya,” lanjut Farida

Dijelaskan Farida Solid, ada beberapa aturan mengenai depot air minum isi ulang, yaitu mengenai persyaratan kualitas air minum yang sudah diatur di Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492 tahun 2010 tentang ambang batas parameter wajib, misalnya, mengenai mikrobiologi tentang bakteri, zat kimia, dan yang tidak berhubungan langsung seperti bau, suhu dan lainnya, serta parameter tambahan yang jarang ditemukan.

Selanjutnya, persyaratan kualitas air bersih sudah diatur di Permenkes nomor 416 tahun 1990 tentang ambang batas yang dibolehkan,

“Mengenai izin untuk membuka usaha Depot Air Minum Isi Ulang yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah melalui rekomendasi Dinas Kesehatan berdasarkan inspeksi sanitasi dan hasil pemeriksaan laboratorium, untuk mengetahui kondisi air minum yang bakal dikonsumsi banyak orang. Dan inilah yang diduga belum dipatuhi banyak pengusaha depot air minum isi ulang,” beber Farida Solin

Kesalahan bukan saja pada pengusaha, karena menurut Farida Solin, hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari Pemko Subulussalam dalam hal ini Dinas kesehatan terhadap sektor usaha bidang air minum isi ulang ini. Padahal jika dikelola bisa menghasilkan PAD juga bagi Kota Subulussalam.

“Untuk kedepannya, kita berharap Dinas Kesehatan bersama instansi pemerintah terkait lainnya agar melakukan pengawasan terhadap usaha air minum ini, baik dari perizinan serta kwalitas air minum itu sendiri. Karena tata cara pengawasannya juga sudah diatur pada Permenkes nomor 736 tahun 2010,” tambahnya.

Farida Solin menambahkan, banyak usaha air minum isi ulang berupa oplosan dengan menggunakan gallon merk usaha dagang yang bukan miliknya, hal ini dikhawatirkan jika air minum isi ulang pengusaha depot menimbulkan gangguan kesehatan konsumen, maka yang akan rugi adalah si pemilik merk dagang.

“Justru inilah yang akan menjadi persoalan nantinya, maka Pemerintah Subulussalam didesak untuk menindaklanjuti berbagai permasalahan seperti ini, karena ini sudah mulai banyak dikomentari warga,” pungkasnya.  (Wahda)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful