Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / YARA Laporkan BNI Syariah Lhokseumawe ke Polda Aceh

YARA Laporkan BNI Syariah Lhokseumawe ke Polda Aceh

@Iskandar PB

@Iskandar PB

LINTASNASIONAL – BANDA ACEH , Sejumlah korban dugaan penggelapan buku rekening bank oleh Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe, didampingi pengacaranya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), melaporkan Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe ke Polda Aceh pada Senin 16 April 2017.

Laporan tersebut diterima SPKT Polda Aceh dengan Nomor : SKTBL/49/IV/2017/SPKT.

Para korban melaporkan Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe, lantaran belum juga menyerahkan buku rekening bank untuk mencairkan dana ganti rugi pembebasan lahan dengan nilai sekitar Rp. 8 milyar lebih bagi 62 orang pemilik lahan, dari dana pembebasan lahan proyek pembangunan waduk Krueng Keureuto, Paya Bakong, Aceh Utara.

Padahal, para korban tersebut mengaku sudah membuat buku rekening di Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe sejak november 2015.

Akibatnya, para korban mengalami kerugian karena hingga kini tidak dapat mencairkan dana ganti rugi lahan milik mereka.

Kuasa hukum para korban, dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Muhammad Zubir, SH, menyatakan, pihaknya sudah pernah menemui pihak BNI Syariah Cabang Lhokseumawe secara langsung untuk menanyakan perihal ditahannya buku rekening nasabah tersebut, dan juga menyurati bahkan pernah mensomasi Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe, namun pihaknya tidak mendapatkan tanggapan sebagaimana yang diharapkan.

” Buku rekening itu hak nasabah, kenapa tidak diberikan? Kita sudah temui dan surati, bahkan sudah pernah kita somasi itu Bank BNI Syariah Cabang Lhokseumawe, tapi tidak ada tanggapan, makanya kita lapor ke Polda Aceh,” kata Zubir kepada LINTASNASIONAL.COM, di ruang Ditreskrimsus Polda Aceh.

Zubir berharap, pihak kepolisian segera menindaklanjuti perkara tersebut, agar para korban mendapatkan hak nya.

Sebagaimana diketahui, proses ganti rugi lahan untuk pembangunan waduk Krueng Keureuto, yang merupakan Objek Vital Nasional (OBVITNAS) terkendala akibat banyaknya permasalahan yang hingga kini belum ada kejelasan.

Menurut informasi , Bupati Aceh Utara, sudah menyurati pihak PT. Satya Agung untuk pemindahanbukuan dana ke rekening masing-masing penggarap.

Sementara itu, pihak PT. Satya Agung juga sudah menyurati Pimpinan BNI Syariah Cabang Lhokseumawe, perihal instruksi pemindahbukuan dana.

Namun, hingga saat ini pihak bank belum juga memberikan buku rekening tersebut untuk pencairan dana ganti rugi lahan ke 62 warga sebasar 8.8 milyar. (Red)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful