Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Tekad Bulat Korban Tsunami Aceh Ingin Disuntik Mati

Tekad Bulat Korban Tsunami Aceh Ingin Disuntik Mati

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Kondisi fisik yang sudah lemah, ditambah beban hidup yang berat membuat Berlin Silalahi (46) mengajukan disuntik mati. Korban tsunami Aceh itu frustasi berat, tekad untuk segera mengakhiri hidup sudah bulat.

Permohonan suntik mati dia ajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Aceh. Hari ini rencananya akan digelar sidang putusan, Majelis Hakim akan memutuskan apakah niatan Berlin tersebut direstui atau tidak.

“Sidang kita tunda sampai besok (Jumat), putusannya,” kata hakim Ngatimin saat mengakhiri sidang kemarin.

Demi keinginannya disuntik mati, Berlin juga menyerahkan bukti tambahan kepada hakim berupa surat konsultasi dokter spesialis penyakit.

Dia tidak hadir dalam sidang kemarin. Bukti tambahan diserahkan kuasa hukum dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Yusi Muharlina dan Mila Kusuma.

“Hasil pemeriksaan dokter spesialis, Berlin sakit Pheumonia, TB Tulang dan TB Paru akut,” kata Yusi menjelaskan bukti tambahan yang dimaksud.

Kehidupan pilu Berlin dimulai setelah gempa dan gelombang tsunami meluluhlantakkan Banda Aceh tahun 2004. Saat gempa terjadi, istri Berlin, Ratna Wati sedang hamil 6 bulan.

Sesaat setelah gempa, Berlin yang masih sehat waktu itu menjemput istrinya yang bekerja sebagai petugas loket transportasi umum. Keduanya melarikan diri menggunakan sepeda motor saat air laut naik ke darat.

Mereka lari menyelamatkan diri ke Masjid Baitul Musyahadah, yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Tgk Umar di Seutui, Kecamatan Baiturrahman. Mereka tinggalkan saja sepeda motor di bawah dan naik ke lantai dua masjid untuk menghindari terjangan gelombang tsunami.

“Waktu itu saya hamil 6 bulan anak pertama kami. Setelah air surut, kami pun mencari keluarga,” kata Ratna Wati kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Karena rumah kontrakannya di Merduati sudah hancur. Keluarga muda ini pun kemudian pindah ke posko yang dibangun di Ulee Kareng, hingga April 2005 mereka tinggal di tempat penampungan sementara. Kawasan ini, waktu tsunami 12 tahun silam tempat yang aman dari terjangan tsunami.

Lalu mereka dipindahkan ke Barak Neuhen, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar selama 2,5 tahun. Kemudian mereka kembali dipindahkan ke Barak Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh selama 2,5 tahun.

“Baru kemudian kami dipindahkan ke Barak Bakoy dan kami tinggal di situ selama 7 tahun,” kata Ratna Wati.

Ratna Wati mengaku selama berpindah-pindah tempat tinggal hingga ke Barak Bakoy, pihaknya ditangani oleh pihak Asian Development Bank (ADB). Namun pihak ADB mengaku sudah tidak lagi memiliki anggaran membangun rumah bagi 18 Kepala Keluarga (KK).

Lalu 18 KK yang digusur sekarang diserahkan penanganannya kepada regional Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) NAD-Nias, masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Namun, mereka juga tidak mendapatkan rumah yang pernah dijanjikan.

Kondisi Berlin tidak bisa lagi menafkahi keluarga. Sedangkan istrinya, Ratna Wati hanya ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan. Untuk hidup sehari-hari, Berlin mengandalkan bantuan sesama korban tsunami yang tinggal di Barak Bakoy.

Namun barak tersebut sudah dibongkar dan penghuninya digusur Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Mereka sekarang ditampung di kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Hari demi hari, kesehatan Berlin semakin lemah. Dokter telah memvonis Berlin menderita radang tulang, sehingga menyebabkan kedua kakinya tak bisa digerakkan secara leluasa. Selain itu, Berlin juga menderita penyakit asma akut, yang membutuhkan perawatan medis secara rutin.

Sementara sang anak kini diasuh kakak ipar Berlin agar bisa melanjutkan pendidikan. Meskipun kakak iparnya juga bukan orang mampu, tetapi berusaha untuk membantu meringankan penderitaan yang tengah dihadapinya. (merdeka)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful