Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Komisi VI DPRA Siap Mendukung Pembenahan Program Bidang Kesehatan

Komisi VI DPRA Siap Mendukung Pembenahan Program Bidang Kesehatan

Ketua Komisi VI DPRA, Teuku Rudi Fatahul Hadi SHI

LINTASNASIONAL.COM, BANDA ACEH – Untuk mewujudkan visi Pemerintah Aceh lima tahun mendatang, yaitu “Aceh damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil dan melayani” Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, akan merealisasikannya dengan beberapa program kerja, salah satunya ialah Program Aceh Sejahtera, yang bertujuan untuk mendorong agar rakyat memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan kesempatan kerja serta pendapatan yang layak.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, saat memimpin apel perdana bersama Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan aparatur negara dalam lingkup Pemerintah Aceh, Kamis, 6 Juli 2017, di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Program kerja tersebut, akan berjalan sukses jika semua Aparatur Sipil Negara siap melaksanakannya. “Saya sudah sampaikan pada waktu pelantikan bahwa saya ingin melayani, bukan dilayani, semua SKPA wajib menjalankan prinsip ini,” tegas Irwandi Yusuf yang turut didampingi oleh wakilnya, Nova Iriansyah, dalam apel perdana itu.

Terkait program kerja unggulan Irwandi-Nova tersebut, Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Teuku Rudi Fatahul Hadi SHI, memberikan apresiasi atas tekad Pemerintah Aceh yang baru untuk merealisasikan program kerjanya, terutama dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan.

“Sudah sepatutnya, pemerintah melakukan pembenahan secara menyeluruh, termasuk tata kelola bidang kesehatan, agar rakyat Aceh tidak terbebani dengan sistem birokrasi yang rumit,” ujar Politisi Partai NasDem ini.

Menurut TR (sapaan akrabnya), orang sakit harus memperoleh pelayanan yang maksimal saat berobat, sehingga lekas mendapatkan kesembuhan, jangan malah bertambah sakit karena dihadapkan pada proses administrasi yang panjang. “Masyarakat Aceh harus mendapat kemudahan dalam menerima layanan kesehatan dan itu wajib diwujudkan,” ucap Ketua DPD NasDem Aceh Utara ini, Selasa, 11 Juli 2017 di Banda Aceh.

Ia juga memaparkan, jika dilihat dari aspek kualitas kesehatan masyarakat Aceh pada tahun 2016, angka kematian ibu sebesar 144/100.000, sedangkan angka kematian bayi, dari 11/1000 lahir hidup, berada pada angka 10/1000 lahir hidup. Keadaan gizi masyarakat yang diindikasikan melalui prevalensi gizi kurang dan buruk balita mencapai angka 16,20 persen pada tahun 2016.

“Ini merupakan angka titik gerak Pemerintahan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah untuk membenahi bidang kesehatan di Aceh, dan Komisi VI DPRA siap mendukung penuh, termasuk dalam hal penganggaran,” tambah Teuku Rudi.

Bagi mantan aktivis SIRA ini, rakyat Aceh sepatutnya mendapat pelayanan prima dan bermutu di negerinya sendiri. “Rakyat adalah tuan yang mesti dilayani sebaik-baiknya oleh abdi rakyat, yaitu pemerintah,” sebut Anggota DPRA asal Daerah Pemilihan Lhokseumawe dan Aceh Utara ini.

Hanya saja, ia mengharapkan agar pembangunan kesehatan dapat bersinergi dengan langkah-langkah pemberdayaan masyarakat gampong, sebab jika gampong maju, maka persentase permasalahan bidang kesehatan juga akan berkurang. “Pemberdayaan masyarakat gampong juga perlu diperhatikan, agar terjalin hubungan yang sinergi dalam mewujudkan program kerja tersebut,” tutupnya. (isk)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful