Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Pemuda dan Kebebasan Negeri Pattani

Pemuda dan Kebebasan Negeri Pattani

Oleh: AMARULLAH YACOB

Pemuda merupakan manusia yang memiliki sikap energik, kritis dan memiliki intuisi yang kuat, unsur tersebut mampu menghantarkan pemuda pada level tinggi yang selama ini kita kenal dengan istilah agent of change (agen perubahan). Dalam sebuah pergerakan atau organisasi peran pemuda menjadi suatu kekuatan yang tidak boleh dianggap spele, dapat dikatatakan nyaris tidak sempurna tanpa adanya kontribusi dari para pemuda sehingga mereka memiliki arti penting untuk menggapai perubahan yang dicita-citakan.

Selanjutnya terdapat pula kata kebebasan yang dipahami sebagai kehendak untuk bertindak yang didasari atas pertimbangan-pertimbangan, dalam hal ini perlu diperjelas bahwa kebebasan yang penulis maksud adalah kebebasan di ranah sosial atau dalam bahasa politik dikatakan sebagai public space. Menyandingkan kata-kata pemuda dan kebebasan bukan suatu yang tabu karena ditangan pemuda mampu melahirkan perubahan menuju arah yang positif.

Sejenak kita menyoroti konflik di Patani (Selatan Thailand) yang telah lama terjadi antara pihak pemerintah Thailand (Siam) dengan masyarakat Muslim Patani. Ketegangan vertikal ini nampaknya sangat “awet” karena sampai detik ini belum menemukan solusi yang tepat untuk meleraikan konflik yang berkepanjangan. Negeri Patani seakan-akan luput dari perhatian dunia, hal ini menimbulkan pertanyaan yang tajam,mengapa terjadi hal demikian?

Memang terdapat beberapa negara yang mencoba membantu mencari titik terang, pada tahun 2008 Indonesia pernah menjadi mediator atas konflik yang terjadi antara pemerintah Thailand dengan Muslim Patani akan tetapi hasilnya nihil, baru-baru ini giliran Malaysia yang juga turut menjadi mediator atas konflik yang telah menyebabkan ketidakstabilan di negara gajah putih tersebut.

Dari data statistik yang berhasil dikumpulkan terhitung sejak bulan Januari sampai Juni 2017 dapat diketahui bahwa telah terjadi ledakan bom sebanyak 137 kali, pertempuran sebanyak 126 kali dengan titik yang berbeda, telah menewaskan angkatan bersenjata Thailand sebanyak 30 orang dan cedera 58 orang, rakyat sipil yang tewas 78 orang dan cedera 115 orang, kelompok pejuang Patani meninggal sebanyak 4 orang, pegawai kerajaan yang tewas 11 orang sedangkan 9 orang lainnya cedera.

Sekian banyak orang yang meninggal serta kerugian besar sangat diharapkan keseriusan dari berbagai pihak untuk menuntaskan segera terjadinya konflik agar keterpurukan tidak berlarut-larut. Menurut analisa penulis kurangnya perhatian dunia atas konflik antara pemerintah Thailand dan Muslim Patani hari ini salah satunya disebabkan oleh media yang kurang mengekspos huru hara yang terjadi di Selatan Thailand, kalaupun ada yang mengekspos berita terkait konflik maka pemerintah Thailand segera melokalisasikan berita tersebut supaya tidak tersebar luas sehingga terlihat seperti tidak terlalu parah konflik yang terjadi di sana. Selain itu adanya kecurigaan yang berlebihan dari pemerintah Siam terhadap Patani, sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu ketika ada muslim Patani yang membawa budu (makanan khas Patani) ditangkap oleh tentera Thailand dengan alasan yang dibawa tersebut bahan peledak, sikap curiga demikian akan memancing emosi pihak pejuang Patani sehingga tidak akan pernah selesai permasalahan.

Membangun Mentalitas Pemuda

Mengingat wilayah Patani saat ini termasuk dalam zona merah maka sangat diperlukan membangun mentalitas pemuda yang tangguh dan bersahaja. Paling tidak untuk mewujudkannya para pemuda Patani harus mempunyai tiga komponen utama yang harus dimiliki oleh setiap individu yang tergolong sebagai pemuda. Komponen tersebut memiliki urgensi yang kuat untuk menciptakan kebebasan di negeri yang mayoritas penduduknya muslim, bebas disini dalam artian bebas dari diskriminasi pihak mayoritas, bebas bersuara dan mengeluarkan pendapat, bebas dari rasa ketakutan, bebas dari tekanan dan sebagainya. Tiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, komponen yang harus dimiliki oleh pemuda Patani adalah zikir, komponen ini ditamsilkan sebagai pondasi para pemuda untuk mencapai kebebasan negeri Patani, nilai-nilai keislaman harus melekat kuat pada generasi muda jangan sampai di adu domba, terpengaruh dengan hal-hal yang memecah belah keharmonisan pemuda Patani. Bagaimanapun suasana Patani hari ini para pemuda diharapkan selalu mengingat Allah sebagai pemegang kekuasaan yang hakiki. Konsep ini di praktekkan langsung oleh para pejuang Patani, seperti Tuan Guru Haji Sulong yang menentang siam sebagai wujud real dari komponen zikir (mengingat Allah).

Kedua, komponen yang harus dimiliki oleh pemuda Patani untuk membangun mentalitasnya adalah dengan cara berfikir, bagaimana solusi yang dapat kami laksanakan ,apa kontribusi tepat yang dapat kami lakukan sebagai pemuda Patani dan sebagainya, intinya setiap tindakan yang dilakukan harus berdasarkan hasil fikir bukan karena ikut-ikutan. Hampir semua negara yang terjadi konflik, para pemuda seperti kurang dalam berfikir sehingga kurang bijak dalam mengambil tindakan dampak yang dirasakan suasana lebih parah.

Ketiga, komponen yang harus dimiliki pemuda Patani adalah skill (keahlian), setiap pemuda dibekali dengan berbagai keahlian itu langkah sangat penting, hal ini bertujuan untuk melatih pemuda agar mandiri. Skill yang dikuasai harus beragam mulai keahlian dalam berdiplomasi, keahlian dalam menguasai ekonomi, keahlian dalam menggalang suara dan sebagainya. Pemuda Patani tidak boleh apatis terhadap kedaan yang selama ini terjadi, keahlian dalam berbagai bidang hendaknya di asah dan dikuasai oleh para pemuda.

Apabila ketiga komponen tersebut sudah dimiliki oleh pemuda Patani maka langkah menuju kebebasan yang telah penulis jelaskan di atas akan segera terealisasi dengan baik, untuk itu pemuda Patani hari ini diharapkan mampu mengkolaborasikan antara zikir, fikir dan skill, ditangan pemuda negara akan di wariskan, untuk itu penulis kutip kata-kata Sokarno sebagai penutup opini ini, “beri aku aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Penulis merupakan Penikmat kopi serta pernah menjadi tim monitoring Kegiatan Mahasiswa Patani Cawangan Aceh.

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful