Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Petani Garam Terancam Bubar, Ini Saran Haji Uma

Petani Garam Terancam Bubar, Ini Saran Haji Uma


LINTAS NASIONAL – ACEH UTARA, H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma anggota DPD RI asal Aceh mengunjungi petani garam di Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara pada Jumat 11 Agustus 2017.

Dalam kunjungan tersebut Haji Uma menyerap aspirasi para petani garam yang selama ini menjadi penyebab permasalahan produksi garam khususnya di Aceh, menurut Senator tersebut petani garam mengeluhkan pondok tempat pengolahan garam yang hampir roboh.

“Kondisi ini diperparah pada saat cuaca hujan yang tidak menentu yang berimbas gagalnya pengolahan garam yang ditekuni oleh petani garam selama ini, ditambah lagi dengan masalah lisensi garam yodium oleh pemerintah,” sebut Haji Uma

Sementara itu Zubir, salah seorang petani garam di Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara mengatakan pelatihan dan pendampingan yang diberikan pemerintah selama ini seperti asal-asalan saja tanpa ada tindak lanjutnya, seperti rehab tempat pengolahan garam.

Zubir menambahkan bantuan selama ini yang diberikan oleh pemerintah hanya untuk beberapa pondok pengolahan garam dalam bentuk konstruksi kayu.

“Padahal para petani garam sudah beberapa kali meminta kepada pemerintah untuk dibangunkan pondok garam yang permanen namun tidak pernah ditanggapi, akibat kurangnya perhatian pemerintah para petani garam setiap tahun harus mengganti atap rumbia yang bocor dan dibawa angin,” keluh Zubir kepada Haji Uma

Sementara ketua kelompok petani garam Kecamatan Lapang Kabupaten Aceh Utara Hamdani, S.Pd mengatakan kelompok garam awalnya mencapai 83 orang kini hanya tersisa 20 orang dan itupun tidak produktif semua, dikhawatirkan para petani garam akan hilang secara pelan-pelan.

“Saya pikir kalau petani garam ini dibina dan diberikan pendampingan yang baik, krisis garam akan teratasi dengan meningkatnya jumlah produksi”ungkap Haji Uma

Dalam diskusinya dengan para petani garam di lokasi tersebut, Haji Uma juga menanyakan kenapa tidak dilakukan sistim jemur, para petani mengatakan sangat sulit mendapatkan bibit garam tersebut.

Menuurut Haji Uma untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para petani garam, pemerintah harus bersinergi terutama melalui dinas terkait agar lebih aktif dalam pembinaan dan pendampingan.

“Mengingat petani garam disini sudah melakoni pekerjaannya secara turun temurun dan semakin hari petani garam semakin berkurang jumlahnya, sementara jumlah penduduk dan konsumen semakin meningkat, hal ini tentu tidak berbanding lurus dengan kenyataan,” pungkas Haji Uma (Red)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful