Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Merayakan Milad KOHATI di “Negeri Atas Awan”

Merayakan Milad KOHATI di “Negeri Atas Awan”

Catatan Kecil ERNA UFNI JAILANI

Tidak ada mimpi yang terwujud tanpa ada rasa yakin dalam diri sendiri, ini lah yang selama ini yang selalu ditanam pada seorang wanita hebat didunia ini, 17 september 2017, didaratan tinggi gayo, yang disebut dengan negeri seribu bukit.

Menapaki setengah abad keberadaan Kohati (HMI-Wati) ditengah perkembangan zaman bukanlah perkara mudah. Dari rahimnya lahir tokoh-tokoh perempuan yang menyebar menjadi jamur dipenjuru negeri sejak tahun 1966.  Menjadi garda terdepan dalam merespon segala persoalan perempuan di eksternal dan internal dan menjadi mitra starategi  bagi berbagai lembaga dan instansi pemerintah.

Kohati yang sudah berumur 51 tahun tidak lagi asing dimana publik dan kohati sebagai salah satu elemen masyarakat mereka tidak hanya berkiprah diranah masyarakat yang hidup dengan berbagai polimik politik dalam negeri, mereka juga tercipta dan hidup dimasyarakat biasa, dan ini menjadi tanggung jawab kohati yang harus memainkan perannya mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Kohati berperan sebagai pencetak dan Pembina muslimah sejati untuk menegakkan dan mengembangkan nilai-nilai ke-islamamn dan ke-indonesiaan.

Kohati selalu berjuang mewujudkan Muslimah Indonesia yang berkualitas insan cita. Kohati  terus menerus berupaya mencetak perempuan-perempuan muda intelektual yang tidak terjebak pada wilayah domestik karena  Kohati sadar bahwa “perempuan hanya akan menjadi pelengkap kaum lelaki saja ketika mereka hanya memikirkan pakaian dan kecantikan semata”.

Kohati senantiasa menjadi laboraturium pembentuk kader yang berkualitas dan berintegritas. Oleh karena itu maksimalisasi usaha peningkatan kualitas HMI-WATI sangat dibutuhkan oleh HMI-WATI yang ada di Aceh khususnya dan HMI-WATI nusantara pada umumnya.

Kohati sebagai salah satu lembaga khusus HMI mendapat amanah dan tanggung jawab untuk bekerja sesuai dengan kekhususannya yakni melakukan pembinaan, sebagaimana yang diserukan dalam penggalan lagu Mars Kohati “Wahai HMI-WATI semua sadarlah kewajiban mulia, Pembina, pendidik tunas muda tiang Negara jaya”.

“bukan hasil akhir yang menentukan seperti apa kehidupan dimasa mendatang, tapi perjuangan menuju hasil akhir yang akan menjadi penentu” Disini KOHATI harus sadar akan kewajiban mulia sebagai Pembina, Pendidik yang bertekad mencetak HMI-WATI  yang mampu memegang peran  penting dalam mewujudkan penentu peradaban.

Wanita tidak harus menyibukkan dirinya dengan memoles tampilan luarnya tetapi harusnya ia lebih memperhatikan ke dalam hatinya. Wanita di tuntut untuk pintar dan cerdas “tuntut ilmu serta amalkan untuk kemanusiaan” seperti yang dijelaskan dalam sebuah  hadis “menuntut ilmu itu wajib bagi kaum muslimin dan muslimah” wanita juga harus terus belajar dan memperbaiki kualitas dirinya sehingga kohati memiliki watak dan kepribadian yang teguh.

Pembinaan adalah langkah awal dalam pergerakan HMI-WATI demi mencapai tujuan Kohati yaitu “terbinanya muslimah berkualitas insan cita”. Kohati dituntut untuk dapat menjaga moral, mampu mendidik dan menjadi inspirator. Proses pembinaan di Kohati ditujukan untuk peningkatan kualitas dan peranannya dalam wacana keperempuanan. Aktifitas HMI-WATI bukan hanya di Kohati dan HMI tetapi juga dalam masyarakat luas terutama dalam merespon dan mengantisipasi wacana keperempuanan.

Jayalah Kohati, Bahagia HMI …
Catatan kecil ERNA UFNI JAILANI

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful