Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Birokrasi IAIN Lhokseumawe Diduga Persulit Pengambilan Ijazah Alumni

Birokrasi IAIN Lhokseumawe Diduga Persulit Pengambilan Ijazah Alumni

Ilustrasi, Sumber Foto: scrumhint.com

LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE  Birokrasi kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, diduga mempersulit salah seorang alumni kampus tersebut saat proses pengambilan ijazah lulusan akademik tahun 2017.

Hal tersebut dialami oleh alumni Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Lhokseumawe, Muhammad Fazil. Awalnya ia mendapatkan kabar dari dosen fakultas pada Senin 18 September 2017 untuk menemui pihak akademik (biro) bahwa transkrip nilainya bermasalah.

Kemudian, sehari berselang, tepatnya pada Rabu 20 September 2017, ia memenuhi panggilan tersebut untuk menemui pihak akademik, guna menanyakan kejelasan yang dipermasalahkan tersebut. Ternyata, permasalahannya terjadi pada transkrip nilai sidang yang ditandatangani oleh Marhalim, S.Pd.I, MA selaku pemeriksa, pada 4 Juli 2015 lalu.

Padahal menurut pengakuan alumni IAIN, atas nama Muhammad Fazil, dirinya telah mengikuti wisuda Strata Satu (S1) pada 12 April 2017 lalu, namun tandatangan pada transkrip nilai sidang itu kini malah dipermasalahkan oleh pihak akademik yang menyebutkan bahwa tandatangan tersebut bukan milik Marhalim, SPd.I, MA.

Sementara, saudara Muhammad Fazil ketika mengurus berkas atau persyaratan untuk mendaftarkan sidang pada 2015 silam, saat itu yang menangani berkas dimaksud yaitu Tarmizi, MA yang juga bertugas di bagian akademik (biro) kampus tersebut. Bahkan, di lembaran transkrip nilai sidang itu juga terdapat paraf kecil dari Tarmizi yang berdampingan dengan tandatangan Marhalim, sehingga keduanya diklaim bahwa bukan tandatangan dan paraf mereka.

“Seharusnya saudara Tarmizi bertanggung jawab terhadap persoalan tersebut, karena pada dasarnya beliau yang menangani berkas, ini malah beliau mengklaim bahwa bukan tandatangan Marhalim dan parafnya di lembaran itu,” ungkap Muhammad Fazil, kepada Lintasnasional.com, Jumat 22 September 2017.

“Anehnya lagi, kenapa baru sekarang dipermasalahkan terkait tandatangan pada transkrip nilai sidang, sedangkan proses perkuliahan dan wisuda sudah saya selesaikan, saat saya mengurus berkas sidang saat itu kemana mereka, jika memang ada kesalahan dari saya dalam pengurusan administrasi, mengapa tidak sejak dari awal dipersoalkan,” ungkap Fazil lagi.

Lanjutnya, ini bahkan beliau (Tarmizi) seakan lepas tangan begitu saja, dengan berani menyebutkan bahwa paraf dan tandatangan tersebut bukan milik yang bersangkutan. Saat ditanya, milik siapa tandatangan dan paraf itu? ia menjawab dengan tegas itu bukan milik mereka, yaitu Marhalim dan Tarmizi.

“Akibat itu, proses pengambilan ijazah saya terhenti, bahkan pihak akademik akan menahan ijazah saya apabila tidak ada yang bertanggungjawab terhadap persoalan tersebut, sedangkan keperluan ijazah sudah sangat mendesak, lagi pula saya sudah menunggu lama proses pengeluaran ijazah yang diperkirakan sudah lima bulan lebih. Ini mencerminkan bahwa kerja birokrasi akademik kampus IAIN Lhokseumawe sangat mengecewakan, janganlah birokrasi kampus menempatkan saya pada posisi serba salah begini,” keluh Muhammad Fazil.

Sambung Fazil, jika memang karena hal itu, pihak akademik ingin mempermasalahkan lebih lanjut, tidak masalah. Ia siap mempertanggung jawabkannya, bahkan sudah dirinya sudah mengikuti proses sesuai prosedur saat pengurusan daftar sidang kuliah sebelumnya, hingga dinyatakan lulus oleh pihak fakultas. Justru pihak yang menerima berkas dirinya itu tidak bertanggung jawab sepenuhnya soal administrasi tersebut.

“Kalau tandatangan di lembaran transkrip nilai sidang dari yang bersangkutan itu bukan milik Marhalim, sedangkan paraf dibagian samping tandatangan itu juga bukan milik saya. Saya tidak tahu antara keduanya itu milik siapa, karena paraf saya dan tandatangan Marhalim bukan demikian,” kata Tarmizi.

Tarmizi menambahkan, untuk bisa dipastikan kebenaran nilai sidang yang bersangkutan, pihaknya menyarankan agar saudara Muhammad Fazil membawa seluruh Kartu Hasil Studi (KHS) dari semester pertama hingga akhir, guna diproses lebih lanjut.

Untuk memastikan kebenaran terkait tandatangan tersebut, Lintasnasional.com, mencoba mengkonfirmasi secara langsung kepada saudara Marhalim, S.Pd.I, MA. Ia mengatakan, bahwa benar itu tandatangannya, sesuai yang tertera pada lembaran transkrip nilai sidang dimaksud.

“Ia benar, memang demikian tandatangan saya, tetapi saya pun sudah lupa, apakah ketika itu memang saya yang menandatanganinya, karena sudah lama pada tahun 2015 lalu, lagi pula mahasiswa sangat banyak, jadi tidak sanggup diingat satu-persatu kepemilikan transkrip nilai mahasiswa yang saya tandatangani saat itu. Namun, tanda tangan saya memang persis demikian, dan tidak ada yang keliru menyangkut hal tersebut.” ungkap Marhalim. (red)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful