Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Minta untuk Diamankan Suara di Pileg 2014, Anggota DPRA Gerindra Janjikan 15 Persen Dana Aspirasi

Minta untuk Diamankan Suara di Pileg 2014, Anggota DPRA Gerindra Janjikan 15 Persen Dana Aspirasi

LINTAS NASIONAL – PIDIE, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Kartini, dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, dinilai telah melanggar sebuah perjanjian yang telah dibuatnya dalam selembar kertas serta dibubuhi materai Rp 6.000 pada tanggal 21 April 2014 lalu.

Dalam surat tersebut, Kartini berjanji kepada Tgk. H. Ishak Yusuf yang merupakan salah satu Calon Anggota Legislatif DPRA dari PKPI yang maju dari Dapil yang sama dengannya pada 2014 lalu. bahwa Kartini dan suaminya yang bernama Nazaruddin sebagai pihak pertama akan memberikan 15 persen dana aspirasinya setiap tahun (lima tahun) kepada Tgk. H. Ishak Yusuf, jika dirinya terpilih sebagai Anggota DPRA Periode 2014-2019.

“Dia (Kartini) berjanji akan memberikan 15 persen dari dana aspirasinya sebagai imbalan atas perjanjian yang telah kami sepakati,” ujar Tgk. H. Ishak Yusuf kepada LINTASNASIONAL.com, Selasa 26 September 2017.

Menurut Tgk Ishak, perjanjian tersebut dilakukan sebagai imbalan yang dilakukan olehnya untuk mengamankan suara Kartini dalam Pileg 2014 lalu.

“Namun hingga saat ini, dia belum juga menepati janjinya. Padahal surat perjanjian itu ditandatangani oleh Kartini dan Nazaruddin (Suami Kartini) dan saya, yang kemudian turut disaksikan oleh Khairil Syahrial dan Juanda,” sebutnya.

Tgk Ishak menjelaskan kronologis lahirnya surat perjanjian tersebut, karena pada saat pleno berlangsung, saksi dari PKPI yang bernama Juanda memprotes keras KIP Pidie saat pembacaan pleno rekapitulasi suara Kartini di Kecamatan Kembang Tanjong. Menurut Tgk Ishak, hal tersebut dilakukan karena banyak sekali perbedaan suara dari C1 dengan D1, sehingga saksi PKPI meminta KIP untuk membuka kotak suara dan menghitung kembali suara yang diperoleh Kartini.

“Kemudian suami Kartini (Nazaruddin) dan saksi Partai Gerindra yang bernama Khairil Syahrial melakukan pendekatan dan melobi saksi PKPI agar tidak lagi mempersoalkan hal itu, kemudian lahirlah surat perjanjian tersebut,” kata Tgk Ishak.

Sementara itu, saat dikonfirmasi berkali-kali oleh wartawan Lintasnasional.com melalui telepon seluler dan melalui pesan singkat Whats App terkait permasalahan tersebut, Kartini tidak merespon dan tidak menjawabnya. (Alan)

Share it!
  • Twitter
  • Facebook
  • email
  • More

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful