Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Terkait Dana Desa, Keuchik Telaga Tujuh Dilaporkan ke Polres Langsa

Terkait Dana Desa, Keuchik Telaga Tujuh Dilaporkan ke Polres Langsa

Elfijar dan agustam efendi saat menunjukkan berkas ADG Pada wartawan lintasnasional.com pada Minggu 8 Oktober 2017

LINTAS NASIONAL – LANGSA Elfizar Yudi yang merupakan Sekdes Gampong Telaga Tujuh Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa menyampaikan terkait dengan terjadinya dugaan penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2016 lalu yang dilakukan oleh oknum Keuchiknya Jawahir.

Elfijar Yudi yang didampingi oleh Agustam Efendy selaku kepala perwakilan Jurnal Bayangkara untuk Aceh itu membeberkan persoalan yang terjadi di desanya dan juga terkait dengan honornya yang sudah sembilan bulan tidak diberikan oleh oknum keuchik Jawahir.

“Di Telaga Tujuh ADG tahun 2016 ADG ditahun 2017 ini bisa di cairkan, padahal anggaran untuk pembuatan bak air bersih sebesar 120 juta ada di anggarkan, tetapi fisiknya tidak ada (fiktif), ” papar Elfijar, dan masih banyak lagi proyek fiktif yang dilakukan oleh keuchik Jawahir,” kata Elfijar lagi.

Oleh karena itu, ujar Elfizar, mereka berupaya menempuh jalur hukum melalui Polres Langsa, tadi kami hendak membuat laporan di SPKT Polres Langsa, namun kami diberi arahan oleh pihak Polres, bahwa terkait dengan persoalan tersebut pihak Polres menunggu hasil pemerikasaan dari inspektorat serta BPK,” terang Elfijar pada Minggu 8 Oktober 2017.

Dan disamping itu, ujar Elfijar lagi, “ternyata perwakilan Aceh Jurnal Bayangkara sudah membuat laporan secara resmi kepada Polres Langsa, dan saat ini mereka (jajaran Polres) sedang melakukan pengumpulan data dan bukti-bukti,” terang Elfijar.

Selanjutnya, Agustam Efendy ditempat yang sama menjelaskan,” Benar Jurnal Bayangkara telah melaporkan terkait dengan adanya dugaan penyimpangan dana, Alokasi Dana Gampong (ADG) yang di lakukan oleh oknum keuchik Telaga Tujuh (Jawahir),” ungkap Agustam.

Dan dalam waktu dekat ini, tambah Agustam lagi,” pihak penyidik Polres Langsa akan menyampaikan SP2HP kepada pelapor,”ujar Agustam Efendy.

“Selanjutnya kami meminta dan mendesak kepada pihak inspektorat dan BPK agar segera melakukan pemeriksaan kepada pelaksanaan dana ADG/Alokasi Dana Gampong  di gampong Telaga Tujuh, agar masyarakat merasa puas dan jelas apa yang terjadi di desanya,” tegas Agustam Efendy.

“Oleh karena itu menurut laporan serta data yang ada pada kami, Alokasi Dana Gampong (ADG) di tahun 2016 bermasalah, anehnya mengapa anggaran di tahun 2017 kok bisa dicairkan ada apa sebenar nya,” imbuh Agustam Efendy.

Sayangnya sampai berita ini diturunkan keuchik Jawahir belum dapat dikonfirmasi. (Muddin)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful