Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Satlantas Abdya Gelar Razia Gabungan

Satlantas Abdya Gelar Razia Gabungan

Foto: Satlantas Polres Abdya gelar razia gabungan dalam rangka penertiban pajak dan kelengkapan surat menyurat. Razia ini berlangsung tiga hari yang berakhir besok dengan titik yang berbeda.

LINTAS NASIONAL, ACEH BARAT DAYA – Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan razia gabungan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polisi Militer (PM) dalam wilayah setempat yang berlangsung di beberapa titik kota Blangpidiie, selama tiga hari yang dimulai sejak, Selasa hingga Kamis 10-12 Oktober 2017.

Razia tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut yang dimulai sejak Selasa hingga Kamis (10-12/10) dengan tujuan  untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah melalui pemeriksaan STNK, TNKB, dan pengesahan sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai perpanjangan pemutihan tunggakan pajak dan beban KB hingga sebulan kedepan.

“Dalam razia ini kita tidak lupa juga mengingatkan dan menindak kepada masyarakat kota Blangpidie dan masyarakat umum lainnya untuk tertiib berlalu lintas,” kata Kasat Lantas Abdya Iptu Agung Pratomo, Rabu 11 Oktober 2017.

Selain itu kata Kasat Agung, razia tersebut juga mengarahkan kepada perlengkapan surat menyurat kendaraan seperti SIM, STNK, dan penggunaan helm bagi sepeda motor serta sabuk pengaman bagi kendaraan roda empat dan roda enam.

“Razia ini sebenarnya pihak Samsat yang melakukan, kita hanya memandu saja dengan melibatkan beberapa instansi terkait mengingat masa pemutihan akan berakhir pada 31 oktober ini. Setiap kendaraan yang kenak razia kita cek suratnya, apabila kendaraan yang STNK-nya mati atau belum membayar pajak kita arahkan untuk segera membayar,” ujarnya.

Dalam hal ini, kata Kasat Agung, polisi mengacu pada UU No 22 Tahun 2009 Pasal 68 ayat 1 yang berbunyi: setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi TNKB dan STNK. “Polisi bukan merazia pajak yang mati, tetapi keabsahan STNK kendaraan. Urusan pajak nanti ada petugas dari Dispenda yang mengeksekusi,” sebutnya.

Agung menyebutkan, Pasal 68 ayat 2 berbunyi: STNK memuat data kendaraan bermotor, identitas pemilik, nomor registrasi kendaraan bermotor, dan masa berlakunya. Kemudian dalam Pasal 70 ayat 2: STNK dan TNKB berlaku lima tahun dan setiap tahunnya harus dimintakan pengesahan.

Selain itu, tambahnya, polisi mengacu pada Perkap No 5/2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan. Dalam Pasal 37 ayat 2 disebutkan bahwa STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan di jalan. Dalam Pasal 37 ayat 3 pada Perkap tersebut juga disebutkan STNK berlaku lima tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan, atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah yang harus dimintakan pengesahan tiap tahun. “Ada Surat Kapolri No B/700/II/2017 tanggal 8 Februari 2017 lalu tentang perihal petunjuk pengesahan STNK,”tarangnya. (JM).

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful