Templates by BIGtheme NET
Home / BERITA TERKINI / Polisi Gerebek Rumah Diduga Lokasi Prostitusi di Lhokseumawe

Polisi Gerebek Rumah Diduga Lokasi Prostitusi di Lhokseumawe

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.IK (tengah), yang didampingi Wakapolres Kompol Imam Asfali, S.Ik (kiri), Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruyu (kanan) dan Kabag Ops Kompol Ahzan(kiri wakapolres), menunjukkan barang bukti hasil penangkapan pelaku prostitusi, di Mapolres setempat, Selasa 17 Oktober 2017.

LINTASNASIONAL.COM, LHOKSEUMAWE– Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, berhasil menangkap sindikat pelaku perdagangan orang (trafficking), dua mucikari (germo), dua lelaki hidung belang dan satu Pekerja Seks Komersial (PSK), di sebuah rumah yang berada di kawasan Dusun Syah Bandar, Cunda, Kota Lhokseumawe, Selasa 17 Oktober 2017 sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.IK, mengatakan, penangkapan itu dilakukan saat dua anggota polisi menyamar sebagai pemesan perempuan (pelanggan) pada Senin 16 Oktober 2017 malam. Ternyata wanita (PSK) itu tidak ada lagi, lantaran sudah di pesan oleh pria hidung belang lainnya.

Kemudian, esok harinya (hari ini), polisi penyamaran itu mencoba menghubungi mucikari (germor) melalui handphone. Tetapi nomor selularnya tidak aktif, lalu pihaknya mencoba menelepon kembali baru diangkat.

“Setelah itu, anggota kita yang melakukan penyamaran itu mencoba memesan dua wanita serta memberi uang kepada CB (mucikari) senilai Rp.1.100.000. Kemudian polisi masuk ke dalam kamar (rumah) lokasi prostitusi tersebut, dan anggota kita langsung menghubungi anggota lainnya untuk dilakukan penangkapan,” kata Hendri Budiman, kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa 17 Oktober 2017 sore.

Hendri menambahkan, pihaknya berhasil melakukan tangkap tangan terhadap dua wanita yang juga kakak beradik sekaligus pemilik rumah bernisial CB (26) dan CL (33). Selain itu, satu wanita berinisial AM (21) warga Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, dua pria hidung belang KH (30) warga Kecamatan Muara Satu dan DR (30) warga Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, di lokasi yang diduga rumah prostitusi tersebut.

Lanjutnya, untuk satu kamar yang memiliki AC sekali kencan mulai dari harga Rp. 250 ribu hingga Rp. 300 ribu dan sesuai kesepakatan. Sedangkan kamar yang tidak ber-AC harganya lebih murah.

“Tetapi saat ini kita sedang melakukan pengembangan lebih lanjut. Dan siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut. Menurut laporan dari masyarakat bahwa praktik prostitusi itu sudah berjalan selama dua tahun, sedangkan pengakuan dari pelaku baru berjalan satu tahun,” ujar Hendri Budiman.

Saat ini mereka sudah diamankan di Polres Lhokseumawe, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Barang bukti yang diamankan yaitu satu unit handphone merk Oppo warna hitam milik tersangka, uang tunai sebesar Rp. 800 ribu, satu pedang samurai dan dua buah kondom sutra warna merah,” ungkap Hendri Budiman.

Ia menambahkan, tersangka kakak beradik itu dikenakan pasal 12 tentang trafficking
dan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat, dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis: Muhammad Fazil

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful