Templates by BIGtheme NET
Home / Peristiwa / Heboh, Curhat Kadis Perkim dan LH Abdya Kepada Pohon Sagu

Heboh, Curhat Kadis Perkim dan LH Abdya Kepada Pohon Sagu

 

LINTAS NASIONAL – ABDYA, Curhatan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Azhar Anis menghebohkan netizen.

Curhatan Azhar Anis yang berjudul “Curhat Saya Malam Ini Kepada Pohon Sagu” di posting padà Minggu 29 Oktober 2017.

Ia mengupas beberapa hal diantaranya terkait mega Proyek Pasar modern Abdya dan menyebut Pak Bos atau pimpinannya dengan maksud menyampaikan yang sebenarnya sesuai fakta lapangan, belum jelas siapa Pak Bos, karena ia tidak menulis jelas nama Pak Bos tersebut.

Berikut kutipan isi curhatan Azhar Anis yang diduga ditujukan kepada Bupati Abdya.

Maaf PAK BOS, saya hanya menyampaikan kebenaran berdasarkan data dan fakta lapangan, bukan untuk mencari muka supaya tetap dalam jabatan atau mau jadi pahlawan kesiangan.

Akan tetapi PAK BOS, hal ini saya sampaikan karena PAK BOS telah menyalahkan bawahan saya. Selaku atasan saya wajib bertanggung jawab atas tindakan bawahan sepanjang tindakan itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PAK BOS, saya bukan berkhianat tapi saya harus menyatakan kebenaran, memperjelas duduk permasalahannya sehingga tidak ada orang yang DIKORBANKAN hanya karena sifat egoisme. Atau saya harus sampai kan kepada Komite Pendengar Kecurangan (KPK) biar terang benderang permasalahan nya. Atau apa perlu saya ceritakan kisah dongeng tentang tikus-tikus rakus yang gemuk-gemuk di lumbung padi istana, tentang gajah-gajah mana saja yang telah mengobrak-abrik kebun tetangga, tentang babi hutan yang makan batu gajah, atau tentang peri cantik berlibur dengan raja ke negeri antartika?.

PAK BOS, bawahan saya itu dia tidak sendiri, dia punya keluarga, punya istri dan anak, saya tak akan biarkan bila dia PAK BOS salah kan apalagi PAK BOS korban kan, saya di depan untuk berhadapan dengan PAK BOS

PAK BOS, saya kan pernah mengingatkan sama PAK BOS agar berhati-hati mengenai informasi dari pihak Komite Pendengar Kecurangan (KPK) tentang tindak pidana korupsi itu ada tujuh kelompok yaitu : Penyalahgunaan Wewenang, Penggelapan,  Suap Menyuap, Pemerasan, Perbuatan Curang, Gratifikasi dan Benturan Kepentingan Dalam Pengadaan.

PAK BOS dengan dusanak kan sudah masuk dalam kategori itu, saya kan sudah ingatkan jangan gegabah dalam berbicara, tapi apa boleh buatlah memang tabiat PAK BOS hobby nya ngomel-ngomel.

PAK BOS kan masih ingat? atau PAK BOS sudah lupa bagaimana pengorbanan saya menerjang badai dan di hantam gelombang untuk menyelamatkan PAK BOS  dan dusanak.

Masih ingatkan PAK BOS? Kalau PAK BOS sudah lupa saya coba mengembalikan ingatan PAK BOS dengan update sedikit, waktu kita selesaikan pekerjaan fiktif itu…. Satu tahun setengah saya mengerjakan nya PAK BOS, di hadang oleh berbagai kalangan, berbagai kepentingan, di goreng-goreng saya seperti nasi basi, anggaran tidak ada karena sudah habis dibawa ke Betawi.

Alhamdulillah selesai saya laksanakan pekerjaan nya PAK BOS, apa pernah saya minta balas jasa sama PAK BOS dan dusanak? apa pernah PAK BOS memperhatikan kebutuhan saya selaku manusia biasa yang penuh kekurangan? Sebatang rokok pun tak pernah PAK BOS belikan untuk saya, apalagi dusanak PAK BOS makan siang saja saya yang traktir, alahom..bo ala la.

PAK BOS, janganlah bilang saya cari muka, walaupun pas-pasan saya sudah miliki muka.

Dan jangan lagi PAK BOS atau dusanak bilang saya berkhianat untuk mencari jabatan. Apakah pernah semasa PAK BOS saya meminta dan mengemis jabatan? Walaupun saya ikut serta membantu PAK BOS untuk bertahta pada 2012, saya membantu PAK BOS itu kan karena saya menghormati dan patuh kepada abang saya selaku Panglima Wilayah,  tapi apa yang PAK BOS buat setelah bertahta, abang saya selaku Panglima Wilayah tega PAK BOS khianati.

Untuk saya apa yang PAK BOS berikan? Jangan kan jabatan malah saya PAK BOS sepak berguling-guling entah kemana-mana hanya karena saya memberikan masukan yang benar tentang penganggaran di TAPK dan mundur selaku panitia lelang.

Mungkin PAK BOS tidak tau ya bahwa saya merupakan pegawai pertama bersama tujuh belas pegawai lainnya sering disebut tim delapan belas yang di perintahkan pulang ke negeri sigupai oleh Bupati kabupaten induk pada Agustus 2002 untuk mensukseskan Peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2002 di negeri sigupai pada masa konflik RI-GAM, dan dari hari itu sampai malam ini saya tetap di negeri sigupai bersama di kampung halaman. PAK BOS tidak tau kan bahwa saya dari pertama jadi pegawai sudah memegang jabatan strategis mulai dari Bendahara Proyek, Pimpro, Pemegang Kas/Bendahara Pengeluaran di Dinas Pekerjaan Umum, Kasi Pemeliharaan Prasarana Wilayah, Kabid Cipta Karya, Kabid PP Sapras Bappeda, semua jabatan itu bukan di masa PAK BOS bertahta.

Setelah berguling-guling saya PAK BOS sepak, PAK BOS berikan saya jabatan karena sudah ada permasalahan hukum di jabatan itu, setelah tiga orang pejabat nya berturut-turut PAK BOS pecat karena PAK BOS anggap tidak mampu mencerna ngomel-ngomel nya PAK BOS.

Setelah selesai saya melaksanakan arahan, PAK BOS berikan pula saya pada jabatan sekarang yang begitu kompleks vitaminnya. Saya ini sudah seperti kelinci selamat dari mulut buaya diterkam sama harimau.
.
Maaf PAK BOS, sudah ibadah saya kurang jangan PAK BOS tambah lagi permintaan yang buat saya makin dekat ke neraka, memang saya tidak pantas di surga, tapi saya juga tidak sanggup ke neraka.

PAK BOS, saya bersyukur sekali bila esok dicabut dari jabatan saya sekarang, capek sekali sudah saya PAK BOS. Karena akibat dari jabatan itu sudah banyak para sahabat yang meninggal kan saya PAK BOS, karena jabatan hubungan silaturahmi saya banyak terputus, karena jabatan jiwa sosial saya sudah pudar, karena jabatan saya makin jauh dengan sanak keluarga dan jiran tetangga, karena jabatan istri dan anak-anak sering saya tinggalkan.
PAK BOS, kita itu bisa sukses karena dukungan keluarga dan para sahabat bukan karena atasan.
PAK BOS, kebahagiaan itu jangan pernah PAK BOS ukur dengan uang karena kebahagiaan itu tidak bisa dibeli. Kebahagiaan itu datang dari hati yang lapang, hati yang bersih yang tidak terkotori.
Rezeki kita bukan dari atasan PAK BOS, YANG MAHA KUASA telah menjanjikan rezeki buat kita dan rezeki itu tak akan pernah tertukar PAK BOS.

Sekian dulu lah curhat saya, moga PAK BOS nggak ngomel-ngomel lagi, karena kalau PAK BOS masih ngomel-ngomel terus terpaksa saya curhat lagi. Sebenarnya saya malas dan tidak mau curhat-curhatan dan tidak tau mau curhat sama siapa, terpaksa lah curhat sama POHON SAGU….

“Kenapa saya curhat nya sama POHON SAGU? karena saya sebel sama POHON SAGU, batangnya saja yang besar berbuah tak pernah. mau buat rujak saja harus impor buah Rumbia dari negeri tetangga.”

PAK BOS,,,, TETAPLAH TERSENYUM…..,” tulis Azhar Anis (Jimi)

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful